HUKUM UNDIAN


Beberapa Hukum Berkaitan Dengan Undian

Penulis: Al Ustadz Hammad Abu Muawiyah

 

Dalam menguraikan tentang hukum undian diharuskan untuk kembali mengingat beberapa kaidah syari’at Islam yang telah dijelaskan dalam tulisan bagian pertama dalam pembahasan ini. Kaidah-kaidah tersebut adalah sebagai berikut :

Pertama :

Kaidah yang tersebut dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam melarang dari jual beli (dengan cara) gharor”.
Gharor adalah apa yang belum diketahui diperoleh tidaknya atau apa yang tidak diketahui hakikat dan kadarnya.

Kedua :

Kaidah syari’at yang terkandung dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, maisir, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”. (QS. Al-Ma`idah : 90-91)

Dan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu riwayat Al-Bukhary dan Muslim, Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersada :
“Siapa yang berkata kapada temannya : “Kemarilah saya berqimar denganmu”, maka hendaknya ia bershodaqah.” Yaitu hendaknya ia membayar kaffarah (denda) menebus dosa ucapannya.
Ayat dan hadits di atas menunjukkan haramnya perbuatan maisir dan qimar dalam mu’amalat.

Maisir adalah setiap Mu’amalah yang orang masuk kedalamnya setelah mengeluarkan biaya dengan dua kemungkinan ; dia mungkin rugi dan mungkin beruntung.

Qimar menurut sebagian ulama adalah sama dengan maisir, dan menurut sebagian ulama lain qimar hanya pada mu’amalat yang berbentuk perlombaan atau pertaruhan.
Berdasarkan dua kaidah di atas, berikut ini kami akan berusaha menguraikan bentuk-bentuk undian secara garis besar berserta hukumnya.

Macam-macam Undian:

Undian bisa dibagi menjadi tiga bagian :

Satu : Undian tanpa syarat.

Bentuk dan contohnya : Di pusat-pusat perbelanjaan, pasar, pameran dan semisalnya sebagai langkah untuk menarik pengunjung, kadang dibagikan kupon undian untuk setiap pengunjung tanpa harus membeli suatu barang. Kemudian setelah itu dilakukan penarikan undian yang dapat disaksikan oleh seluruh pengunjung.

Hukumnya : Bentuk undian yang seperti ini adalah boleh. Karena asal dalam suatu mu’amalah adalah boleh dan halal. Juga tidak terlihat dalam bentuk undian ini hal-hal yang terlarang berupa kezholiman, riba, gharar, penipuan dan selainnya.

Dua : Undian dengan syarat membeli barang.

Bentuknya : Undian yang tidak bisa diikuti kecuali oleh orang membeli barang yang telah ditentukan oleh penyelenggara undian tersebut.
Contohnya : Pada sebagian supermarket telah diletakkan berbagai hadiah seperti kulkas, radio dan lain-lainnya. Siapa yang membeli barang tertentu atau telah mencapai jumlah tertentu dalam pembelian maka ia akan mendapatkan kupon untuk ikut undian.

Contoh lain : Sebagian perusahaan telah menyiapkan hadiah-hadiah yang menarik seperti mobil, HP, Tiket, biaya Ibadah Haji dan selainnya bagi siapa yang membeli darinya suatu produk yang terdapat kupon/kartu undian. Kemudian kupon/kartu undian itu dimasukkan pada kotak-kotak yang telah disiapkan oleh perusahaan tersebut di berbagai cabang atau relasinya.

Hukumnya : Undian jenis ini tidak lepas dari dua keadaan :

1. Harga produk bertambah dengan terselenggaranya undian berhadiah tersebut.

Hukumnya : Haram dan tidak boleh. Karena ada tambahan harga berarti ia telah mengeluarkan biaya untuk masuk kedalam suatu mu’amalat yang mungkin ia untung dan mungkin ia rugi. Dan ini adalah maisir yang diharamkan dalam syari’at Islam.

2. Undian berhadiah tersebut tidak mempengaruhi harga produk. Perusahaan mengadakan undian hanya sekedar melariskan produknya.

Hukumnya : Ada dua pendapat dalam masalah ini :

1. Hukumnya harus dirinci. Kalau ia membeli barang dengan maksud untuk ikut undian maka ia tergolong kedalam Maisir/Qimar yang diharamkan dalam syari’at karena pembelian barang tersebut adalah sengaja mengeluarkan biaya untuk bisa ikut dalam undian. Sedang ikut dalam undian tersebut ada dua kemungkinan ; mungkin ia beruntung dan mungkin ia rugi. Maka inilah yang disebut Maisir/Qimar. Adapun kalau dasar maksudnya adalah butuh kepada barang/produk tersebut setelah itu ia mendapatkan kupon untuk ikut undian maka ini tidak terlarang karena asal dalam mu’amalat adalah boleh dan halal dan tidak bentuk Maisir maupun Qimar dalam bentuk ini. Rincian ini adalah pendapat Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Syaikh Sholih bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Asy-Syaikh, Lajnah Baitut Tamwil Al-Kuwaiti dan Haiah Fatwa di Bank Dubai Al-Islamy.

2. Hukumnya adalah haram secara mutlak. Ini adalah pandapat Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz dan Al-Lajnah Ad-Da`imah. Alasannya karena hal tersebut tidak lepas dari bentuk Qimar/Maisir dan mengukur maksud pembeli, apakah ia memaksudkan barang atau sekedar ingin ikut undian adalah perkara yang sulit.

Tarjih:
Yang kuat dalam masalah ini adalah pendapat pertama. Karena tidak adanya tambahan harga pada barang dan dasar maksud pembeli adalah membutuhkan barang/pruduk tersebut maka ini adalah mu’amalat yang bersih dari Maisir/Qimar dan ukuran yang menggugurkan alas an pendapat kedua. Dan asal dalam mu’amalat adalah boleh dan halal. Wallahu A’lam.

Tiga : Undian dengan mengeluarkan biaya.

Bentuknya : Undian yang bisa diikut setiap orang yang membayar biaya untuk ikut undian tersebut atau mengeluarkan biaya untuk bisa mengikuti undian tersebut dengan mengeluarkan biaya.

Contohnya : Mengirim kupon/kartu undian ke tempat pengundian dengan menggunakan perangko pos. Tentunya mengirim dengan perangko mengeluarkan biaya sesuai dengan harga perangkonya.

Contoh lain : Ikut undian dengan mengirim SMS kelayanan telekomunikasi tertentu baik dengan harga wajar maupun dengan harga yang telah ditentukan.

Contoh lain : Pada sebagian tutup minuman tertera nomor yang bisa dikirim ke layanan tertentu dengan menggunakan SMS kemudian diundi untuk mendapatkan hadiah yang telah ditentukan. Apakah biaya SMS-nya dengan harga biasa maupun tertentu (dikenal dengan pulsa premium).

Hukumnya : Haram dan tidak boleh. Karena mengeluarkan biaya untuk suatu yang mu’amalat yang belum jelas beruntung tidaknya, maka itu termasuk Qimar/Maisir.

Demikian secara global beberapa bentuk undian yang banyak terjadi di zaman ini. Tentunya contoh-contoh undian untuk tiga jenis undian tersebut diatas sangatlah banyak di masa ini. Mudah-mudahan keterangan diatas bermanfaat bagi seluruh pembaca. Wallahu Ta’ala A’lam.
_____________________________
(1) Baca : Syarah Muslim 11/107, Fathul Bary 8/612, Nailul Author 8/258 dan ‘Aunul Ma’bud 9/54.
(2) Liqo`ul Babul Maftuh no. 48 soal 1164 dan no. 49 soal 1185. Dengan perantara kitab Al-Hawafiz At-Tijariyah At-Taswiqiyah.
(3) Dalam Muhadharah beliau yang berjudul “Al-Qimar wa Shuwarihil Muharramah”.
(4) Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Masa`il Al-Iqtishodiyah, fatwa no. 228. Dengan perantara Al-Hawafiz At-Tijariyah At-Taswiqiyah.
(5) Dalam fatwa mereka no. 102. Dengan perantara kitab Al-Hawafiz At-Tijariyah At-Taswiqiyah.
(6) Fatawa Islamiyah 2/367-368. Dengan perantara kitab Al-Hawafiz At-Tijariyah At-Taswiqiyah.
(7 Fatawa Islamiyah 2/366-367. Dengan perantara kitab Al-Hawafiz At-Tijariyah At-Taswiqiyah.

=======

agus ali said:
September 26th, 2009 at 7:07 pm

Assalamu alaikum ust hammad. apa hukum ikut kuis di TV atau kirim melalui sms? Ini bukan tipuan dan dijanjikan hadiah, siapa tau rezeki dan nama kita terpilih karena harus diundi dulu.

Jawab:

Waalaikumussalam warahmatullah. Undian seperti itu adalah maisir (perjudian) karena orang-orang yang diundi namanya tetap mengeluarkan uang, yang dengannya dia bisa untung atau rugi; untung jika namanya terpilih dan rugi karena telah kehilangan uang jika tidak terpilih. Dan sekecil apapun harta yang dikeluarkan dalam perjudian maka dia tetap adalah judi, sebagaimana dalam hal ini walaupun harta yang dia keluarkan hanyalah pulsa Rp.2000,- atau biaya menelepon maka dia tetap perjudian

==============

adhi said:
January 27th, 2011 at 3:21 pm

Bismillah,..
Semisal kita belanja di toko dan setiap klipatan 50ribu mndapat 1 kupon undian. Kita blanja di toko tsb karna harga yg lbh murah.
Bagaimana dg kupon sprti itu?

Jawab:

adhi said:
January 27th, 2011 at 3:21 pm

Bismillah,..
Semisal kita belanja di toko dan setiap klipatan 50ribu mndapat 1 kupon undian. Kita blanja di toko tsb karna harga yg lbh murah.
Bagaimana dg kupon sprti itu?

Jawab:

Insya Allah tidak mengapa karena kupon itu adalah hadiah dan kita tidak menderita kerugian apa-apa dari mendapatkannya. Wallahu a’lam

Dinukil dari: http://al-atsariyyah.com/beberapa-hukum-berkaitan-dengan-undian.html

 

******************************************************************

Undian Untuk Menarik Pelanggan

 

Tanya:

Assalamuallaikumwarohmatullahhiwabarokatuh.

Ustad yang di muliakan Allah Ta’ala, mohon petunjuknya.
Bagaimana hukumnya apabila kita berjualan dengan mengadakan Undian.
Misalnya setiap pembelian kelipatan 500rb akan mendapatkan kupon hadiah yang dalam waktu 1 tahun 1 kali diundi.

Mohon pencerahannya.
Jazakallah khairan khatsiro

 

Arif Adisusilo

Dijawab Oleh:

Al Ustadz Dzulqornain bin Muhammad Sunusi

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Seorang pembeli tidak boleh membeli barang dengan niat mendapatkan kupon agar bisa ikut undian. Siapa yang melakukan hal tersebut maka dia telah melakukan perbuatan qimar/judi yang diharamkan dalam syariat kita.

Dengan demikian seorang penjual tidak boleh memberi penawaran undian dengan bentuk yang disebutkan oleh penanya karena mungkin akan menjatuhkan seorang pembeli ke dalam hal yang diharamkan dan karena adanya beberapa dampak negatif lainnya akibat perbuatan tersebut terhadap pasar maupun terhadap pedagang lainnya.

Wallahu A’lam

 

Dinukil dari: http://groups.yahoo.com/group/nashihah/message/2725

 

 

 

 

One response to “HUKUM UNDIAN

  1. Terima kasih pencerahannya.mudah-mudahan bermanfaat buat saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s