Fatwa Ulama Tentang Hukum Aqiqah


Hukum Aqiqah Anak

Penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin Shâlih Al-’Utsaimîn rahimahullâh

Pertanyaan:

Apa makna aqiqah anak, hukumnya wajib ataukah sunnah?

Jawaban:

Aqiqah bagi anak yaitu sembelihan yang disembelih dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan sebagai rasa syukur kepada-Nya atas nikmat lahirnya seorang anak yang diadakan pada hari ketujuh dari kelahirannya.

Para ulama berbeda pendapat dalam masalah aqiqah ini, hukumnya sunnah ataukah wajib. Mayoritas ahlul ilmi berpendapat bahwa hukumnya sunnah mu’akkad. Hingga Imam Ahmad mengatakan, “Hendaknya dia berhutang dan mengaqiqahinya.” Maksudnya: bahwa orang yang tidak memiliki harta hendaknya berhutang dan mengaqiqahi anaknya, dan Allah-lah yang akan menggantinya, sebab dia berusaha menghidupkan sunnah. Yang dimaksud dengan ucapan beliau rahimahullâh, “hendaknya dia berhutang” adalah bagi orang yang bisa diharapkan untuk melunasi hutangnya pada waktu mendatang. Adapun orang yang tidak bisa diharapkan untuk melunasinya, maka tidak sepantasnya berhutang untuk mengaqiqahi anaknya. Pendapat dari Imam Ahmad rahimahullâh ini sebagai dalil bahwa aqiqah tersebut hukumnya sunnah mu’akkad, dan memang seperti itu.

Maka seyogyanya mengaqiqahi anak laki-laki dengan dua kambing dan anak perempuan dengan satu kambing. Hal itu dilakukan pada hari ketujuh, dimakan, dihadiahkan dan disedekahkan dagingnya. Tidak mengapa dia menyedekahkan dan mengumpulkan karib kerabat serta tetangganya untuk makan daging aqiqah tersebut dengan disertai jamuan yang lain.

(Fatawa Ibnu ‘Utsaimin)

(Dinukil dari Risalah ilal ‘Arusain wa Fatawa Az-Zawaj wal Mu’asyaratin Nisaa’ (Bingkisan ‘tuk Kedua Mempelai) karya Abu ‘Abdirrahman Sayyid bin ‘Abdirrahman Ash-Shubaihi, taqdim: Fadhilatusy-Syaikh Muhammad Jamil Zainu, hal. 595, penerjemah: Abu Hudzaifah, penerbit: Maktabah Al-Ghuroba’ Sukoharjo, cet. ke-1 Oktober 2007M, untuk http://akhwat.web.id)

Dinukil dari: http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=1824

***

Hukum Keluarga Makan Nasikah/Aqiqah

Tanya:

Bismillah,

ana ingin menanyakan bagaimana hukumnya keluarga penyelenggara nasikah/aqiqah apakah diperkenankan makan daging tersebut ? ataukah harus keseluruhan disedekahkan ?

Jazakumullahu khairan

Dijawab Oleh: Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammas Sunusi

Bismillah,

Apa yang disembelih untuk Nasikah/Aqiqah tidaklah sama dengan apa yang disembelih untuk udh-hiyah (qurban) menurut pendapat yang terkuat. Sebagian ulama memandang bahwa ketentuan keduanya adalah sama.

Bagimanapun keadaannya, boleh saja bagi siapa yang menyembelih hewan nasikah untuk memakan darinya. Tidak ada larangan dalam hal tersebut. Wallahu A’lam.

Dzulqarnain Muh. Sunusi
Makassar, 26 Dzulhijjah 1430 H, bertepatan 14 Desember 2009

Dinukil dari: http://groups.yahoo.com/group/nashihah/message/2457

~**~

Fiqh Aqiqah

Tanya:

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

Kepada Pak Ustadz yang semoga Alloh ta’ala senantiasa menjaganya,
saya ingin menanyakan beberapa fiqih seputar aqiqah yang belum saya
temukan di beberapa risalah aqiqah:

Penerima aqiqah:
1. Apakah aqiqah harus/afdol dimakan oleh yang beraqiqah
2. Apakah aqiqah harus/afdol dimakan/dibagikan oleh tetangga yang
beraqiqah
3. Apakah aqiqah harus/afdol dimakan/dibagikan oleh orang
fakir/miskin seperti pada zakat dan/atau kurban

Seputar penggunaan jasa:
4. Bagaimana hukumnya kalau kita menggunakan jasa paket aqiqah yang
biasanya tinggal transfer (diiklankan) , sebutkan tanggal
lahir/tanggal acara aqiqah (isi form kemudian dikirim), dan dagingnya
langsung dibagikan oleh yayasan tersebut ke fakir miskin di daerah-2x
sesuai program penyedia jasa tersebut, yang mana biasanya yang
beraqiqah tidak ikut serta (acaranya), tapi bisa dapat atau minta
laporannya (ada kemungkinan unsur semacam “ghoror” karena tidak lihat
barangnya/prosesnya langsung). Salah satu pertimbangan adalah
kemudahan, hanya secara syariat bagaimana.

Syarat sahnya:
5. Bagaimana syarat sah amalan aqiqah tsb, apakah cukup dengan
disembelihnya, atau sampai distribusinya seperti zakat?
6. Kalau menggunakan jasa, apakah sudah sah dengan akad jual-beli
dengan maksud aqiqah?

Waktunya:
7. Sudah dimaklumi kalau waktu aqiqah disyariatkan (kuatnya) hari ke-
7, tetapi saya belum jelas apakah ini penyembelihannya, ataukah juga
sekaligus distribusinya (sampai ke penerimanya) ? Masalahnya, umumnya
ada jarak (butuh waktu) antara penyembelihan sampai memasak dan
sampai dibagikan/diterima ke penerima aqiqah. Apakah kalau ada
selisih karena hal seperti ini masih dibenarkan?

Jazaakumullaahu khoiron katsiro.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh,

Ervin Listyawan

Dijawab Oleh: Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammas Sunusi

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Pertama, Kambing yang disembelih untuk Aqiqah tujuannya adalah melaksanakan perintah Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyembelihnya karena Allah. Maka apabila penyembelihan terjadi, maka maksud dari aqiqah sudah tercapai. Membagikannya kepada orang miskin, tetangga, tetamu dan selainnya adalah hal yang boleh dan dianjurkan serta termasuk dari berbuat baik kepada makhluk. Pemilik aqiqah juga boleh memakannya dan ketentuannya tidak sama seperti zakat dan qurban, bahkan lebih luas dari itu.

Kedua, Boleh mewakilkan penyembelihannya kepada pihak yang dipercaya, dengan syarat disembelih pada hari ke-7 dari kelahiran anak. Dan sebaiknya ia memastikan penyembelihannya pada hari itu, kemudian memulai menggundul bayi dan memberi nama.

Ketiga, Yang dimaksudkan dari aqiqah adalah penyembelihannya pada hari ke-7. Adapun distribusinya boleh saja setelah hari ke-7.

Wallahu A’lam.

Dinukil dari: http://groups.yahoo.com/group/nashihah/message/736


5 responses to “Fatwa Ulama Tentang Hukum Aqiqah

  1. siapa saja yang dilarang makan daging aqiqah? menurut ustadz jefri al-bukhori

  2. I’ll immediately clutch your rss as I can’t in finding your email subscription hyperlink or newsletter service.
    Do you have any? Please allow me realize so that I may subscribe.
    Thanks.

  3. My brother suggested I would possibly like this blog.
    He was once entirely right. This submit actually made my day.
    You cann’t believe simply how much time I had spent for this information! Thanks!

  4. Hi there! I just wanted to ask if you ever have any issues with hackers?

    My last blog (wordpress) was hacked and I ended up losing a few months of hard work due
    to no backup. Do you have any methods to prevent hackers?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s