Hukum Puasa Ibu Menyusui


Tanya:

istri saya menyusi anak pertama 7 tahun yang lalu, saat itu pas bulan
ramadhan. kondisinya tidak nifas, tetapi karena asi berkurang, akhirnya
istri saya memutuskan tidak berpuasa dan membayar fidyah. yang ingin
saya tanyakan, apakah perlu saat ini membayar puasa yang tertinggal saat
itu dengan puasa lagi? ataukah cukup dengan fidyah yang sudah dibayarkan
saat itu? mohon jawabannya ya ustadz?

eka ardiansyah <ardiansyaheka424@…>

Dijawab Oleh: Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Bismillah,

Seorang Ibu menyusui bila berbuka karena alasan menyusui, kewajibannya adalah membayar fidyah, dan tidak meng-qhadanya menurut pendapat terkuat berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas. Wallahu A’lam

Dinukil dari: http://groups.yahoo.com/group/nashihah/message/2670

~**~

Tanya:

Ustadz, apa yang harus dilakukan seorang ibu yang tidak berpuasa karena sedang menyusui anaknya (tidak berpuasa hanya karena mengkhawatirk an kondisi anak), apakah qodho atau bayar fidyah? manakah yang rojih?
Jazakumullah khoiro.
Abu Salma
Dijawab Oleh: Al Ustadz Abu Zakariya Abdurrahman Rizq
Bismillahirrahmanirrahim,
Bagi seorang ibu yang menyusui, demikian juga wanita hamil, yang mampu mengerjakan puasa ditinjau dari kondisi fisiknya, namun keduanya meninggalkan puasa karena menjaga kesehatan dan kondisi janin dan anak susuannya hanya dikenakan fidyah tanpa qadha`. Sebagaimana tafsir Ibnu abbas terhadap firman Allah ta’ala:
“Dan bagi yang mampu mengerjakannya -namun tidak berpuasa- diharuskan membayarkan fidyah berupa memberi makan fakir miskin.” al-Maidah: 184
Beliau berkata, “Fidyah adalah keringana bagi seorang yang tua renta laki-laki maupun wanita yang keduanya sanggup untuk berpuasa lalu dibolehkan berbuka dan memberi makan pada setiap hari satu orang miskin dan wanita hamil dan menyusui jika dia keduanya khawatir.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan selainnya. Dan semisalnya juga diriwayatkan oleh al-Bukhari.
Pendapat ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas dan selainnya.
Wallahu a’lam bish-shawab.
~**~
Konsultasi Ramadhan : Wanita Hamil dan Menyusui Tetap Berpuasa
Penulis: Redaksi Assalafy.org
Tanya:
Assalamualaikum…

Terdapat perbedaan ulama hukum untuk wanita hamil dan menyusui yang tidak meninggalkan puasa, mohon petunjuk mana pendapat yang paling kuat (berdasarkan dalil yang shohih)

Terima kasih

Wassalam
WG

Al Fatah ….. @yahoo.co.id

Jawab :

(dijawab oleh Abu  ‘Amr Ahmad)

Al-Lajnah Ad-Da`imah menyatakan dalam salah satu fatwanya sebagai berikut :

Wajib bagi yang tidak berpuasa pada bulan Ramadhan karena nifas untuk mengqadha’ puasa sebanyak hari

yang ia tinggalkan. Adapun wanita hamil wajib atasnya berpuasa. Kecuali kalau dia khawatir terhadap dirinya atau janin jika dia berpuasa, maka dalam demikian dia diberi rukhshah (keringanan) untuk tidak berpuasa, dan wajib baginya untuk mengqadha’ setelah dia melahirkan dan suci dari nifasnya.  … “

(fatwa no. 12.591. ditandatangani oleh Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah, Asy-Syaikh ‘Abdurrazzaq ‘Afifi, Asy-Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayyan )

Dan banyak para ‘ulama yang menyebutkan bahwa wanita hamil dan menyusui termasuk salah satu pihak yang diberi rukhshah untuk tidak berpuasa, dengan beberapa persyaratan.

Sepanjang pengetahuan kami, perbedaan pendapat di kalangan ‘ulama adalah jika wanita hamil dan menyusui tidak berpuasa, apakah wajib atasnya mengqadha’ ataukah cukup baginya membayar fidyah saja.

Adapun jika wanita hamil dan menyusui berpuasa maka puasanya sah, karena tidak berpuasa baginya merupakan rukhshah. Kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di kalangan ‘ulama dalam masalah ini. Wallahu a’lam bish shawab.

5 responses to “Hukum Puasa Ibu Menyusui

  1. Assalamualaikum.Pak Ustad…
    Saya mau tanya dunk… Seputar ibu menyusui…
    Bagaimana hukumnya bagi si ibu yg sedang menyusui menjalankan puasa tapi tetap menyusui anaknya waktu siang(saat puasa)… Mohon infonya ya..
    Terima kasih.

    Wassalam.

    • Wa’alaikumussalam warrohmatulloohi wa barokatuh.

      Risalah di atas telah menyebutkan bahwa,” Adapun jika wanita hamil dan menyusui berpuasa maka puasanya sah, karena tidak berpuasa baginya merupakan rukhshah (keringanan). Kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di kalangan ‘ulama dalam masalah ini. Wallahu a’lam bish shawab.

  2. assalamualaikum ustad. saya mw bertanya. ramadhan kemarin saya berhutang karna nifas dan saya belum selesai mengqodonya, lalu sudah datang ramadhan berikutnya. apa yg harus saya lakukan? tetap hanya mengqodo sisanya, ataw ditambah dengan membayar fidyah? adapun alasan belum seleseynya mengqodo karna anak sakit, dan ketidak tahuan saya kalau nifas saat ramadhan wajib mengqodo puasanya bukan difidyah saja. sehingga ketika saya taw bahwa nifas saat ramadhan wajib mengqodo dilain waktu, waktunya tinggal sedikit dan sudah akan bertemu dengan romadhan berikutnya.

    bagaimana pak ustad? mohon pencerahanny?

  3. bismillah..
    ana mau tanya ustadz, berapakah besar fidyah yang di keluarkan dalam per harinya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s