Hukum Shalat Memakai Celana Jeans


Oleh Ustadz Muhammad Na’im Lc

Pertanyaan :

Apakah hukumnya jika sholat menggunakan celana jeans ? Apa hukumnya bila laki-laki selalu sholat di rumah, kecuali hari Jum’at ? (Najib, 085728535xxx)

Jawab :

Sholat adalah saat yang paling baik seorang hamba berhubungan langsung dengan Allah, berdo’a, bermunajat, mohon ampunan dan menampakkan rasa butuhnya kepada-Nya. Karena itu hendaknya selalu dengan penampilan yang terbaik, tidak harus dengan pakaian bagus dan baru akan tetapi rapi dan bersih dari najis serta menutup aurat dengan sempurna, tidak menonjolkan lekuk-lekuk tubuhnya. Bagaimana kita menghadap kepada Allah, sementara aurat kita tampak jelas dengan pakaian ketat yang kita kenakan. Maka tidak selayaknya kita menunaikan sholat dengan celana yang ketat baik itu jeans atau yang lainnya. Meskipun sah sholatnya akan tetapi kurang beradab, apalagi celana jeans adalah bukan dari kebiasaan yang dipakai oleh kaum muslimin, akan tetapi dari kebiasaan orang-orang fasik atau yang kurang pehatian dengan urusan agamanya yang diadopsi oleh sebagian kaum muslimin. Wallaahu a’lam.

Adapun hukum laki-laki yang selalu sholat wajib dirumahnya maka dia berdosa karena menyelisihi tuntunan Rasulullah shollaallohu ‘alahi wasallam yang mewajibkan laki-laki untuk menunaikan sholat wajib di masjid dengan berjamaah. Dalilnya adalah sebagai berikut :

  1. Rasulullah mengancam akan membakar rumah orang yang tidak hadir dalam sholat berjamaah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : “Demi yang jiwaku ada ditanganNya, sungguh aku telah berniat kuat untuk memerintahkan agar dikumpulkan kayu bakar kemudian aku perintahkan sholat dan dikumandangkan adzan untuk sholat, kemudian aku perintah seseorang untuk mengimami manusia dan aku akan mendatangi orang-orang yang tidak menghadiri sholat maka akan aku bakar rumah-rumah mereka. Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya salah seorang dari mereka mengetahui bahwa dia akan mendapatkan sekerat daging atau dua iga kambing yang bagus pasti dia akan menghadiri sholat isya’. ” (Muttafaq alaih, dari lafadz Imam Bukhari)

  1. Rasulullah tidak memberikan udzur kepada orang yang buta untuk tidak hadir dalam sholat berjamaah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sholat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah sholat Isya dan Shubuh, seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada dua sholat itu pasti akan mendatanginya meskipun dengan merangkak.” (Muttafaq ‘alaih) Dari Abu Hurairah berkata : Seorang laki-laki yang buta datang kepada Rasulullah dan mengatakan : Ya Rasulallah, sesungguhnya aku tidak memiliki seorang yang menuntunku ke masjid. Maka Rasulullah memberikan rukhsoh (keringanan), ketika orang pergi kemudian dipanggilanya lagi dan ditanya : “Apakah kamu mendengar panggilan sholat (adzan)? Orang itu menjawab : Ya. Maka beliau bersabda : “Penuhilah panggilan itu.” (HR. Muslim)

  1. Meninggalkan berjamaah merupakan pembuka pintu kesesatan serta tanda-tanda munafik

Berkata Abdullah bin Mas’ud radhiyallohu ‘anhu : Barang siapa yang menginginkan bertemu dengan Allah esok dalam keadaan muslim maka tunaikan sholat yang lima waktu dimana sholat itu diseru, maka sesungguhnya Allah ta’ala telah mensyari’atkan Nabi-Nya dengan sunah-sunah dengan petunjuk-Nya dan menunaikan sholat yang lima waktu di masjid-masjid adalah termasuk sunah-sunah petunjuk Allah. Jika kalian menunaikan sholat di rumah maka sungguh kalian telah meninggalkan sunah-sunah Nabi kalian dan jika kalian tinggalkan sunah Nabi kalian niscaya kalian akan tersesat. Dan kami telah menyaksikan bahwa tidaklah meninggalkan sholat berjamaah di masjid kecuali orang munafiq yang jelas nifaqnya.

Ibnul Qoyim rahimahullah berkata : Barang siapa yang memperhatikan sunah maka akan jelas baginya bahwa menunaikan sholat lima waktu di masjid-masjid adalah wajib ‘ain kecuali bagi yang mendapatkan udzur (syar’i) maka dibolehkan baginya tidak melaksanakannya dengan berjamaah. Dan sesuatu yang dimaklumi dalam agama bahwa Allah ta’ala telah mensyari’atkan sholat lima waktu di masjid-masjid, sebagaimana firman-Nya : “Hadapkanlah wajah-wajah kalian (dalam sholat) di setiap masjid.” Wallaahu a’lam.

Dinukil dari: Adab berpakaian dan Hukum Sholat Berjama’ah

One response to “Hukum Shalat Memakai Celana Jeans

  1. Izin Republikasi ya.. baarokAllaahu fiykum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s