Lupa Atas Hafalan Al Qur’an Yang Telah Dihafalkan


Penulis: Komite Tetap Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa KSA

Fatwa Nomor 5169 (Bab 44; Halaman 143)

Pertanyaan:

Apa hukumnya orang yang menghafal Kitabullah ( Al Qur’an) kemudian lupa? Adakah hukuman terhadapnya?

Jawaban:

Alhamdulillaah.Washalatu wassalamu wa’ala alihi wa shabihi ajma’in, Amma ba’du :

Al-Qur’an adalah Firman Allah Yang Mahakuasa, Kalamullah dan sumber hukum. Membacanya adalah ibadah yang melembutkan hati, merendahkan jiwa dan membawa manfaat yang tak terhitung jumlahnya. Nabi Muhammad Shalalloohu ‘alaihi wassalam memerintahkan kepada kita untuk terus menyegarkan pengetahuan kita tentang Al-Qur’an agar tidak lupa. Beliau Shalalloohu ‘alaihi wassalam bersabda:

تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ فوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ اْلإِبِلِ فِيْ عَقْلِهَا

Ulang-ulangilah al-Qur’an. Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh al-Qur’an itu lebih mudah lepas daripada seekor unta yang lepas dari talinya.”

Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 5033 dalam kitab Fadha’il al-Qur’an, bab (22), dan diriwayatkan Muslim, no. 791 dalam kitab Shalat orang yang bepergian dan qasharnya, bab (23) dari hadits Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu.

 Oleh karena itu, tidak boleh bagi orang yang telah hafal bacaan Al-Qur’an untuk mengabaikan, atau mengabaikan untuk memperbaiki hafalannya. Sebaliknya, seseorang wajib menentukan sebagian dari Al-Qur’an untuk dibaca setiap hari yang akan membantu orang tersebut memperkuat hafalan dan memastikan bahwa seseorang tidak melupakannya. Sehingga disamping akan menerima pahala dari Allah juga akan mendapatkan manfaat dari hukum-hukumnya dengan penuh keyakinan dan tindakan. Namun, orang yang menghafal beberapa bagian dari Al Qur’an kemudian mereka lupa  karena sibuk atau ceroboh tidaklah berdosa. Terdapat hadist yang menyebutkan ancaman terhadap mereka yang menghafal bagian dari Al-Qur’an kemudian melupakannya, hadits tersebut bukan hadits yang shahih dari Nabi Muhammad shalalloohu ‘alaihi wassalam.

Kami meminta kepada Allah untuk memberikan kita bimbingan dan taufiq-Nya, dan semoga Allah melimpahkan doa-Nya dan kedamaian atas Nabi Muhammad shalalloohu ‘alaihi wassalam, kepada keluarganya dan para sahabatnya.

Komite Tetap Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa KSA

Ketua: ` Abdul `Aziz bin Abdullah bin Baz`

Wakil Ketua: ` Abdul Razzaq Afify `

Anggota:

`Abdullah bin Qa` ud

`Abdullah bin Ghudayyan

Terjemahan dari:

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&PageID=209&PageNo=1&BookID=10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s