Tag Archives: an nisa ayat 93

Makna Surat An Nisa Ayat 93


Tanya:

Bismillah, assalamu’alaykum ust. Dzulqornain (smg Allah menjaga antm). Allah ta’ala berfirman, yg artinya : dan barang siapa yg membunuh seorang mu’min dgn sengaja maka balasannya ialah jahannam, IA KEKAL DI DALAMNYA dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yg besar baginya. (an-nisa 39: 93). Afwn pertanyaan ana,

1. apa yg d maksud dlm ayat di atas MAKA BALASANNYA IALAH JAHANNAM IA KEKAL DI DALAMNYA apakah seorang yg membunuh seorang mu’min d hukumi keluar dari islam.?

2. Bgmn sebab turunnya ayat ini apakah ada yg brkenaan dgn pr sahabat.?
Jazaakallahu khoirn

Abu Ayyub Dedi

Dijawab Oleh : al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Pertama, Dari hal yang muhkam (tetap, tegas dan jelas) dalam syari’at bahwa membunuh adalah dosa besar yang tidak mengeluarkan pelakunya dari keislaman, dan pelaku dosa besar di bawah kehendak Allah. Ini adalah prinsip Ahlus Sunnah, menyelesihi orang-orang khawarij dan mu’tazilah yang menganggap pelaku dosa besar kekal dalam neraka.

Kedua, Kandungan dari ayat An-Nisa adalah makna mutasyabih yang mengandung kemungkinan. Dan kaidah syari’at dalam hal ini bahwa makna yang mutasyabih harus dibawah pengertiannya kepada makna yang muhkam. Maka makna ayat  An-Nisa harus diarahkan kepada makna muhkam yang saya sebutkan dalam point pertama.

Ketiga, Para ulama Ahli tafsir menafsirkan ayat “Kekal di dalamnya” dengan beberapa penafasiran, diantaranya,

1. Kekal di dalam neraka kalau Allah membalasnya. Karena telah dimaklumi bahwa dia di bawah kehendak Allah, mungkin disiksa dan mungkin diampuni.

2. Kekal di dalam ayat bermakna masuk ke dalam neraka dalam kurang waktu yang lama, bukan selama-lamanya. Karena kata “kekal” dalam bahasa Arab juga mengandung makna ini. Dan ini adalah penafsiran dipilih banyak ulama karena dalam ayat tidak dikatakan Kekal selama-lamanya.

3. Kekal di dalam neraka kalau dia menganggap halal perbuatan tersebut. Karena orang menganggap dosa sebagai hal yang halal adalah keluar dari keislaman.

4. Penyebutan kekal dalam ayat hanya penekanan bahaya dari dosa tersebut, bukan artinya kekal selama-lamanya. Pembahasaan yang seperti ini dikenal dalam bahasa Arab.

Ada jawaban-jawaban yang lain, bisa dilihat dalam buku-buku tafsir.

Wallahu A’lam

Dinukil dari: http://groups.yahoo.com/group/nashihah/message/968