Penulis: Al Ustadz Abu Muhammad
Allah Ta’ala Dia yang mencipta makhluk-Nya dan Dia pula yang memilih untuk dilebihkan sebagian atas yang lainnya. Sebagai misal di pilihnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi Rasul yang termulia diantara para Rasul, kota Mekkah paling mulianya tempat di muka bumi dan hari jum’at adalah paling utamanya hari. Allah Ta’ala berfirman:
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٦٨﴾
“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).”(QS. Al Qoshosh: 68)
Adapun keutamaan hari jum’at maka diantaranya sebagai berikut.
1.Sebaik-baik hari. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَاتَطْلُعُ الشَّمْسُ وَلَا تَغْرُبُ عَلَى يَوْمٍ أَفْضَلَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ
“Tidaklah matahari terbit dan tenggelam atas suatu hari yang lebih utama dari hari jum’at.” (Hr. Ibnu Hibban)
2.Disunnahkan memperbanyak sholawat atas nabi pada hari jum’at dan malamnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَكْثِرُوْا من الصَّلَاةِ عَلَيَّ يوم الجُمعة وليلة الجمعة
“Perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari jum’at dan malamnya.” (Hr. Al Baihaqi dari sahabat Anas)
Perlu di ketahui bahwa Rasulullah adalah pimpinan manusia sebagaimana hari jum’at pimpinannya hari. Maka mengucapkan sholawat atas nabi pada hari ini memiliki keistimewaan yang tidak ada pada hari yang lain. Mengucapkan sholawat atas nabi merupakan sekelumit dari bentuk berterimakasih kepada jasa-jasanya yang banyak. Karena tiada kebaikan yang di dapat oleh umat ini kecuali melalui beliau. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (artinya): “Termasuk dari paling utamanya hari-hari kalian adalah hari jum’at. Pada hari itu Allah menciptakan Adam dan mewafatkannya….maka perbanyaklah mengucapkan sholawat kepadaku…”(Hr. Al Hakim dan Ibnu Hibban).
3.Pada hari jum’at terjadi hari kiamat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
سيد الأيام يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها ولا تقوم الساعة إلا يوم الجمعة
“Pemimpin hari adalah jum’at: Padanya Adam dicipta, padanya dia di masukkan surga dan di keluarkan darinya, dan tidak terjadi hari kiamat kecuali hari jum’at.”(Hr. Al Hakim)
4.Padanya ada shalat jum’at yang mana shalat jum’at termasuk kewajiban Islam yang di tekankan. Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٩﴾
“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum`at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”(QS. Al Jumu’ah: 9)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (artinya): “(Shalat) jum’at adalah hak yang wajib atas setiap muslim dengan berjama’ah kecuali empat (golongan) yaitu budak sahaya, wanita, anak kecil atau orang yang sakit.”(Hr. Abu Daud)
Oleh karena itu orang yang meninggalkan shalat jum’at tanpa ada halangan yang bisa di benarkan maka Allah akan menutup hatinya.
5.Di perintahkan mandi pada hari jum’at sebelum mendatangi shalat jum’at. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إذا جاء أحدكم الجمعة فليغتسل
“Apabila salah seorang kalian mendatangi jum’atan maka hendaknya ia mandi.” (Hr. Al Bukhari dan Muslim)
6.Memakai minyak wangi padanya.
Dari Salman Radliallahu ‘anhu berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam (yang artinya): “Tidaklah seorang mandi di hari jum’at dan bersuci apa yang ia mampu, memakai minyak dari minyaknya atau mengusapkan minyak wangi yang ada di rumahnya lalu dia keluar (menuju masjid) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk) kemudian shalat (sunnah) apa yang ia mampu lalu diam mendengar bila imam (khotib) berkhutbah kecuali diampuni baginya kesalahan antara hari itu dan antara jum’at berikutnya.”(Hr. Al Bukhari)
7.Berpagi-pagi mendatangi shalat jum’at.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Barangsiapa mandi hari jum’at seperti mandi junub kemudian pergi (ke masjid) maka seolah-olah ia berkurban unta. Barangsiapa berangkat pada jam kedua maka seolah-olah dia berkurban sapi, orang yang berangkat jam ketiga seperti berkurban dengan kambing gibas, orang yang pergi pada jam keempat seperti orang yang berkurban dengan ayam, dan barangsiapa berangkat pada jam kelima seperti berkurban telor….”(Hr. Al Bukhari dan Muslim)
Bahkan telah datang pula riwayat tentang orang yang mandi jum’at, lalu datang kemasjid pagi-pagi betul dengan berjalan dan tidak naik kendaraan dengan mendekat kepada imam dan mendengar khutbah serta tidak melakukan perbuatan sia-sia maka bagi orang itu pada setiap langkah mendapatkan pahala amal setahun, (yaitu) amal puasanya dan shalat malamnya.” (Hr. Abu Daud dll)
8.Dianjurkan membaca surat Al Kahfi pada hari jum’at dan malamnya. Di sebutkan dalam riwayat bahwa barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam jum’at maka akan bersinar baginya (cahaya) diantara dia dan antara ka’bah. (Hr. Addarimi dari ucapan Abu Sa’id Al Khudri). Dan di sebutkan dalam riwayat Abu Bakar bin Mardawaih dari hadits Ibnu Umar berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam (yang artinya): “Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari jum’at maka akan bersinar baginya cahaya dari bawah kakinya hingga ke langit yang akan menyinarinya di hari kiamat serta diampuni baginya antara dua jum’at.”
9.Tidak di makruhkan shalat sunnat pada hari jum’at saat matahari di tengah-tengah.
10.Disunnahkan pada shalat jum’at untuk membaca surat Al Jumu’ah dan surat Al Munafiqun atau surat Al A’la dan Al Ghosyiah.
11.Bacaan Al Fatihah dengan surat yang lain yang menyertainya di baca dengan jahr (keras), tidak seperti shalat dhuhur.
12.Hari jum’at adalah hari raya kaum muslimin yang terus terulang-ulang setiap sepekan. Tentang penyebutan jum’at sebagai hari raya adalah seperti yang di sebutkan dalam hadits riwayat Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:
قد اجتمع فى يومكم هذا عيدان فمن شاء اجزأه من الجمعة وإنَّا مُجَمِّعُوْنَ
“Sungguh telah terkumpul pada hari kalian ini dua hari raya, maka barangsiapa mau ia telah tercukupi dari shalat jum’at, dan kami akan melaksanakan jumatan.” (Hr. Abu Daud)
Hadits ini menunjukkan bila hari raya jatuh pada hari jum’at maka ada keringanan untuk tidak shalat jum’at.
13.Pada hari jum’at ada waktu yang seorang di kabulkan do’annya. Waktu yang mustajabah untuk do’a ini adalah saat imam duduk diatas mimbar hingga shalat jum’at selesai. Atau di sore hari jum’at. Setelah ashar sampai maghrib.
14.Orang yang mati padanya akan di jauhkan dai fitnah kubur. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam (yang artinya): “Tidak ada seorang muslim yang mati pada hari jum’at atau malam jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (Hr. Ahmad)
15.Disunnahkan memakai pakaian yang paling bagus yang ia mampui untuk mendatangi shalat jum’at.
16.Dianjurkan untuk memberi wewangian pada masjid di hari jum’at ketika di tengah-tengah siang. Hal ini seperti yang di perintahkan sahabat Umar Radliallahu ‘anhu agar masjid Madinah di beri minyak wangi.
17.Hari di ampuninya dosa-dosa.
18.Neraka jahannam di nyalakan setiap hari kecuali hari jum’at.
Maksudnya: dinyalakannya jahannam sewaktu di dunia. Adapun diakherat nanti maka jahannam akan terus menyala. Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَالِدُونَ ﴿٧٤﴾ لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ ﴿٧٥﴾
“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam. Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa.”(QS. Az Zukhruf: 74-75)
19.Diperintahkan adanya khutbah untuk shalat jum’at.
20.Hari jum’at di sunnahkan memfokuskan diri untuk ibadah dengan berbagai macam bentuknya.
21.Bershodakoh pada hari jum’at memiliki keutamaan tersendiri dari hari-hari yang lain.
22.Hari jum’at adalah hari yang di takuti oleh langit-langit, bumi, gunung, laut dan seluruh makhluk kecuali manusia dan jin. Para makhluk takut karena kiamat dan di hancurkannya alam semesta terjadi pada hari jum’at.
23.Sebaik-baik hari dalam sepekan dan hari jum’at adalah hari yang Allah simpan untuk umat Islam.
24.Dilarang berpuasa di hari jum’at secara tersendiri kecuali bila seorang menggabungkan dengan puasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.
Dan tentunya masih banyak lagi kekhususan hari jum’at. Namun perlu di perhatikan bahwa untuk menentukan sebuah keutamaan harus di dukung adanya dalil yang kuat, bukan sekedar ada riwayatnya atau ada dalam suatu kitab.
Sumber bacaan:
1.Zadul Ma’ad
2.Ahaditsul Jumu’ah
3.Riyadhs sholihin dll.
Dinukil dari: http://assalafiyahkebumen.wordpress.com/page/33/
Like this:
Be the first to like this post.