KEUTAMAAN ILMU DAN ORANG YANG BERILMU


الدين القيم:

💡🌿🍂💥KEUTAMAAN ILMU DAN ORANG YANG BERILMU

▪️Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“من سلك طريقا يبتغي فيه علما سهل اللّٰه له طريقا إلى الجنة، وإن الملائكة لتضع أجنحتها لطالب العلم رضا بما يصنع، وإن العالم ليستغفر له من في السماوات ومن في الأرض حتى الحيتان في الماء، وفضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب، وإن العلماء ورثة الأنبياء، وإن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما، وإنما ورثوا العلم، فمن أخذ به أخذ بحظ وافر”.

  

“Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan untuk mencari ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga dan sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia perbuat, dan sesungguhnya seorang alim akan dimintakan ampun oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan-ikan di lautan, dan keutamaan seorang alim di atas seorang ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas bintang-bintang, dan sesungguhnya para ulama merupakan para pewaris para Nabi dan sesungguhnya para Nabi tidaklah mewarisi dinar dan dirham namun mereka mewarisi ilmu maka barangsiapa yang memperolehnya maka sungguh ia telah mendapatkan bagian yang besar”. Riwayat At Tirmidzi dari hadits Abud Darda’ radhiallahu ‘anhu dan dihasankan oleh At Tirmidzi dan selainnya, Al ‘Allamah Rabi’ berkata : “Dan ia hadits yang hasan dan bisa dijadikan hujjah”.
▪️Asy Syaikh Al Allamah Robi’ Bin Hadi Al Madkhaly حفظه اللّٰه berkata :
▪️Para malaikat tidaklah meletakkan sayapnya untuk para raja dan tidak pula untuk para pedagang dan tidak pula untuk para pencari dunia dan selain mereka dan tidak pula untuk para ahli ibadah dan orang-orang shalih hingga para mujahidin tidaklah para malaikat meletakkan sayap-sayapnya untuk mereka, akan tetapi para malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu, ini merupakan bentuk pemuliaan dari Allah Tabaraka Wa Ta’ala bagi para penuntut ilmu dan penyemangat bagi mereka dan kita tidaklah menganggap hal itu mustahil dikarenakan para malaikat diperintahkan oleh Allah untuk memperhatikan kaum mukminin.

Allah berfirman :
“الذين يحملون العرش ومن حوله يسبحون بحمد ربهم ويؤمنون به ويستغفرون للذين آمنوا..”الآية.
“Para malaikat yang memikul Arsy dan para malaikat di sekitarnya mereka bertasbih dengan memuji Rabb mereka dan mereka mengimaniNya dan mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman”. Ghafir : 7.
📚Sumber : Marhaban Ya Thalibal ‘ilmi hal. 116-117.

قال الشيخ الإمام ربيع بن هادي المدخلي – حفظه اللّه تعالى -:
والملائكة تضع أجنحتها رضًا لطالب العلم ، الملائكة ما تضع أجنحتها لا للملوك ولا للتجار ، ولا لطلاب الدنيا ، ولا لغيرهم ، ولا حتى للعُبَّاد ، ولا للصالحين ، حتى للمجاهدين ما تضع أجنحتها ، بل تضع أجنحتها لطالب العلم ، هذا تكريم من اللّه – تبارك وتعالى – لطلاب العلم ، وتشجيع لهم ، ولا نستبعد ذلك ، فإن للملائكة بأمر اللّه عناية للمؤمنين.
مرحبا يا طالب العلم ص ١١٧📒
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

telegram.me/dinulqoyyim

MANAKAH YANG LEBIH BERAT DOSANYA; ORANG YANG MENDENGARKAN NYANYIAN ATAUKAH ORANG YANG MENDENGARKAN NASYID?


الدين القيم:

❌📡🎞⛔️MANAKAH YANG LEBIH BERAT DOSANYA; ORANG YANG MENDENGARKAN NYANYIAN ATAUKAH ORANG YANG MENDENGARKAN NASYID❓
🌿Asy Syaikh Al ‘Allamah Ahmad Bin Yahya An Najmi رحمه الله menjawab :
▪️Sesungguhnya nyanyian merupakan bentuk maksiat dan orang yang terus-menerus mendengarkannya (dihukumi) fasiq.
▪️Adapun nasyid merupakan kebid’ahan dan orang yang terus-menerus mendengarkannya (dihukumi) mubtadi’ dan orang fasiq lebih ringan kejelekannya daripada mubtadi’; dikarenakan orang fasiq mengetahui bahwa ia berada di atas kesalahan dan bisa jadi ia bertaubat pada suatu hari.
▪️Adapun mubtadi’ (pelaku kebid’ahan) maka ia menduga bahwa ia berada di atas kebenaran dan di atas kebaikan sehingga engkau dapati ia terus-menerus di atas kebid’ahannya tersebut hingga ia meninggal dunia kecuali orang-orang yang Allah kehendaki untuk diselamatkan dan Allah memudahkannya untuk bertemu dengan orang yang akan membimbingnya untuk bertaubat dan kembali kepada Allah sehingga ia mau bertaubat.
▪️Dan apa yang kita ucapkan ini merupakan hukum keumuman dan Allahlah di balik semua niat.
📚Sumber : Al Fatawa Al Jaliyyah.

❓❓ايهما أشـد إثمـاً مستمـع الغـنــاء أم مستمــع الأناشيــد❓❓

 

🚩الشيخ أحمد بن يحيى النجميّ رحمه ﷲ:-
📌إن الأغاني معصية والمصر عليها فاسق

📌والأناشيد بدعة والمصر عليها مبتدع

📝والفاسق أخف شرا من المبتدع
📌لأن الفاسق

يعلم أنه على خطأ وربما عاد يوما ما
📌أما المبتدع

فهو يظن أنه على حق وعلى خير فلذلك تجده مستمرا على ماهو عليه حتى الموت

….إلا من شاء ﷲ  إنقاذه ويسر له من يُبصره

وهَداهُ للتوبة والرجوع إلى ﷲ فهو يتوب….
📌و هذا الذي قلناه هو بحكم الغالب

و ﷲ من وراء القصد. 
📓【الفتــاوى الجَلِيَّــة【ج1】
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

telegram.me/dinulqoyyim

TIDAK PERLU MENGUMUMKAN KAPAN TERJADINYA GERHANA


📡 TIDAK PERLU MENGUMUMKAN KAPAN TERJADINYA GERHANA
al-‘Allamah al-Faqih Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah,
📰🗞🚫 “Adapun menyampaikan berita/informasi kepada manusia kapan terjadi gerhana sebelum terjadinya, maka AKU MEMANDANG TIDAK PERLU MEMBERIKAN BERITA/INFORMASI TENTANGNYA (KAPAN GERHANA/SHALAT GERHANA, pen). Karena apabila mereka diberi kabar/info tentangnya, maka mereka akan bersiap untuknya seakan-akan itu merupakan shalat yang diharapkan. Seakan-akan mereka bersiap untuk shalat ‘id. Sehingga mereka datang di atas kesiapan melakukannya, bukan di atas rasa takut.
🎯 Namun apabila itu terjadi mendadak, akan terwujud perasaan ngeri dan takut, tidak seperti pada orang yang telah tahu sebelumnya.

….
⛴ Karena itu aku berharap agar tidak disebut-sebut dan tidak disebarkan di tengah-tengah manusia, termasuk di mass media, jangan disebarkan. 
🚨 Biarkan manusia tidak tahu, supaya kejadian tersebut datang dalam keadaan mereka tidak siap dan tidak menanti-nantikannya. Sehingga peristiwa gerhana itu menjadi LEBIH MENGENA DALAM JIWA masing-masing.”
📚 Majmu’ Fatawa Ibn ‘Utsaimin 16/299-300

 

وأما إخبار الناس بها قبل حدوثها ، فأنا أرى أنه لا ينبغي أن يخبروا بها ، لأنهم إذا أخبروا بها استعدوا لها وكأنها صلاة رغبة ، كأنهم يستعدون لصلاة العيد ، وصارت تأتيهم على استعداد للفعل لا على تخوف، لكن إذا حدثت فجأة ، حصل من الرهبة والخوف ما لا يحصل لمن كان عالماً . 

…… 
فلهذا أتمنى أن لا تذكر ولا تنشر بين الناس ، حتى لو نشرت في الصحف لا تنشرها بين الناس ، دع الناس حتى يأتيهم الأمر وهم غير مستعدين له وغير متأهبين له ، ليكون ذلك أوقع في النفوس .ا.هـ.

 

📚 مجموع فتاوى ابن عثيمين (16/299-300 )
📮📶 Join Channel telegram kami:

📟 https://t.me/manhajulhaqcom

🌏 http://www.manhajulhaq.com

•••••••••••••••••••••

Sumber:

💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

HUKUM SALAT DI DALAM MIHRAB


🕋❓ HUKUM SALAT DI DALAM MIHRAB
✍🏻 Syaikh Abu Anas Muhammad bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah
❓ Tanya:

Apa hukum salat di dalam mihrab?
💡 Jawab:

💐 Boleh dan tidak mengapa melakukannya. Malik rahimahullah dan sebagian salaf terdahulu membenci untuk salat di dalam thaq yang itu adalah mihrab sekarang. Akan tetapi, setelah itu, ulama seluruhnya menyelisihi hal ini dan amalan pun tetap pada hal tersebut. Segala puji bagi Allah tabaraka wata’ala.
🔊 Audio:

https://archive.org/download/syaikhmuhammad/syaikhmuhammad.mp3
•┈┈•┈┈•⊰✿📚✿⊱•┈┈•┈┈•

#salat #fatwa
🌍 Website: tashfiyah.com ||| telegram.tashfiyah.com

📱 Gabung Channel Majalah Tashfiyah : bit.ly/telegram_tashfiyah

Ahlus Sunnah Mendoakan Waliyyul amri


📌💺🚀 Ahlus Sunnah Mendoakan Waliyyul amri
🎓 Al-Imam al-Barbahari rahimahumallahberkata, “Apabila engkau melihat ada orang yang mendoakan kebaikan untuk penguasa, ketahuilah dia seorang Ahlus Sunnah, insya Allah.”
⛵ Al-Imam Fudhail bin Iyadhrahimahumallah berkata, “Sekiranya aku mempunyai doa (yang terkabul), aku tidak akan mengarahkannya kecuali untuk penguasa.”
📌 Seseorang bertanya, “Hai Abu Ali (Fudhail), jelaskan maksud kalimat ini kepada kami semua.”
📚 Al-Imam Fudhail rahimahumallahmenjawab, “Jika aku arahkan pada diriku, kebaikannya tidak akan kembali kecuali kepada diriku. Akan tetapi, jika aku arahkan kepada penguasa, penguasa itu akan menjadi baik sehingga baiklah keadaan rakyat dan negara.”
🌾 Maka dari itu, kita diperintah mendoakan waliyyul amri dengan kebaikan serta dilarang mencemooh atau memberontaknya walaupun penguasa itu zalim dan jahat. Sebab, kezaliman dan kejahatannya kembali kepada dirinya sendiri, sedangkan kebaikannya selain kembali kepada dirinya juga untuk seluruh muslimin.” (Syarhu Sunnah) Di dalam kitab I’tiqad Ahlus Sunnah,al-Imam al-Isma’ili rahimahumallah mengemukakan bahwa mereka, Ahlus Sunnah, memandang harusnya mendoakan kebaikan bagi penguasa dan mendorongnya berbuat adil. Ahlus Sunnah tidak memandang bolehnya memberontak dengan pedang/ senjata.
📑 Al-Imam ath-Thahawi rahimahumallahmengatakan, “Kami, Ahlus Sunnah, mendoakan kebaikan dan keselamatan untuk waliyyul amri.” (al-Aqidah ath- Thahawiyyah)

Asy-Syaikh al-Allamah Shalih al- Fauzan menambahkan catatan penting atas apa yang telah dikemukakan al-Imam ath-Thahawi rahimahumallah di atas.
🔊 Beliau berkata, “Kami, Ahlus Sunnah, senantiasa berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala agar Allah Subhanahu wata’ala mengembalikan waliyyul amri kepada kebenaran dan meluruskan kesalahan yang ada pada mereka. Kami mendoakan kebaikan untuk mereka.
✅ Sebab, kebaikannya adalah kebaikan untuk kaum muslimin dan petunjuknya adalah petunjuk bagi kaum muslimin. Kemanfaatan yang ditimbulkannya pun akan meluas dan dirasakan oleh semua pihak. Ketika Anda berdoa kebaikan

untuk mereka, secara otomatis berdoa untuk kebaikan kaum muslimin.” (Ta’liq ala ath-Thahawiyyah)
🌈 Samahatul Allamah Ibnu Baz rahimahumallah berkata, “Sebagai bentuk tuntutan dari bai’at (janji setia) adalah menyampaikan nasihat kepada waliyyul amri. Salah satu bentuk nasihat itu ialah mendoakan waliyyul amri agar mendapatkan taufik, hidayah, dan kebaikan dalam hal niat dan amal, serta diberi pendamping yang

baik.” (ad-Dur al-Mantsur)

Menggunjing & Membicarakan Kejelekan Waliyyul amri, Ciri Ahlul Bid’ah
🗂 Al – Imam Ibnul Jauzirahimahumallah menyebutkan dalam kitab Adab al- Hasan al-Bashri, al-Hasan Basrirahimahumallah mendengar seseorang membicarakan kejelekan pemerintah lantas mengajak melakukan pemberontakan kepada al- Hajjaj (seorang penguasa yang zalim).
📊 Al-Imam al-Hasan Bashri rahimahumallah berkata, “Jangan engkau lakukan itu, semoga Allah Subhanahu wata’ala merahmatimu. Sesungguhnya kalian diberi pemimpin itu dari kalangan kalian sendiri. Kami khawatir, jika al-Hajjaj lepas dari kursi kepemimpinannya atau mati, yang menggantikannya justru dari bangsa kera dan babi (Yahudi dan Nasrani).”
⛵ Al-Allamah al-Fauzan hafizhahullah menegaskan, “Tidak boleh menjelek-jelekkan atau menggunjing waliyyul amri. Sebab, hal ini berarti pemberontakan secara maknawi layaknya pemberontakan menggunakan pedang. Yang wajib adalah mendoakannya agar mendapatkan

kebaikan dan petunjuk.”
📝 Inilah ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah. Apabila Anda mendapati ada orang yang menjelek-jelekkan dan menggunjing waliyyul amri, ketahuilah bahwa orang itu sesat akidahnya dan tidak berada di atas manhaj salaf. Sebagian orang menganggap membicarakan kejelekan dan memberontak kepada waliyyul amri adalah bentuk kecemburuan dan benci karena Allah Subhanahu wata’ala. Akan tetapi, hal itu sebenarnya adalah kecemburuan dan kebencian yang tidak pada tempatnya. Sebab, jika pemberontakan itu berhasil menggulingkan waliyyul amri, terjadilah berbagai kerusakan.” (Ta’liq ala ath- Thahawiyyah)

Wallahu a’lam.

Sumber : http://telegram.dog/tholibulilmicikarang

KESALAHAN-KESALAHAN DALAM THAWAF DAN SA’I (BAG 3)


🇸🇦🌘🕋🕌KESALAHAN-KESALAHAN DALAM THAWAF DAN SA’I (BAG 3)

1⃣5⃣Tidur ketika melakukan thawaf.

Barangsiapa yang tidur ketika melakukan thawaf maka tidak sah thawafnya dan wajib baginya mengulangi thawaf apabila bangun dari tidurnya, dan pada umumnya tidur terjadi pada orang yang melakukan thawaf dalam keadaan ia dipikul diatas kereta dorong atau tandu.
1⃣6⃣Menjadikan ka’bah di sebelah kanan anak kecil ketika ia digendong pada saat thawaf. Dan ini kesalahan, apabila anak kecil melakukan ihram dan digendong oleh walinya maka wajib sang wali menjadikan ka’bah berada di sebelah kiri anak kecil bukan di sebelah kanannya, dikarenakan apabila ia menjadikan ka’bah di sebelah kanannya maka tidak sah thawafnya.
1⃣7⃣Melakukan shalat dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim ketika kondisi berdesak-desakan dengan manusia, ini merupakan kesalahan dan bisa membahayakan orang-orang yang sedang melakukan thawaf dan itu tidak boleh.
Berkata Abu Sa’id Al Khudry radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :
((لا ضرر ولا ضرار))
“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain”.
Melakukan shalat di belakang Maqam Ibrahim hukumnya sunnah dan memudharatkan orang lain hukumnya haram, maka hendaknya seorang muslim melakukan shalat dua rakaat di tempat manapun yang mudah baginya dari Masjidil Haram dan tidak boleh memudharatkan orang lain.
1⃣8⃣Memperlama dalam beristirahat ketika melakukan thawaf tanpa adanya hajat, dan ini merupakan kesalahan dikarenakan berkesinambungan hukumnya wajib pada thawaf.
Barangsiapa yang merasa lelah maka boleh baginya beristirahat sebentar kemudian ia menyempurnakan thawafnya dan tidak boleh baginya memperlama istirahatnya.
1⃣9⃣Menetapi doa-doa khusus ketika melakukan thawaf dan ini merupakan kesalahan dikarenakan tidak ada doa khusus  pada thawaf namun seorang muslim berdoa dengan doa yang ia kehendaki kecuali ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad maka ia mengucapkan doa :
((ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار))
2⃣0⃣Melakukan thawaf di kawasan Hijr dan ini kesalahan dan tidak sah thawaf seseorang yang melakukannya, dikarenakan Hijr yang disebut oleh manusia dengan sebutan Hijr Ismail termasuk bagian Ka’bah sedangkan thawaf harus dilakukan di luar Ka’bah bukan dari dalam Ka’bah, maka wajib bagi orang yang berhaji atau melakukan umrah untuk melakukan thawaf dari luar Hijr bukan dari dalam Hijr.
2⃣1⃣Melafazhkan niat thawaf, dan ini merupakan kesalahan dikarenakan niat tempatnya di hati bukan di lisan dan melafazhkan niat merupakan kebid’ahan dengan kesepakatan para ulama’.
2⃣2⃣Melakukan shalat dua raka’at dibelakang Maqam Ibrahim dalam keadaan ber-idhtiba’, ini merupakan kesalahan dikarenakan idhtiba’ khusus pada thawaf.
Dan barangsiapa yang ingin melakukan shalat maka hendaknya ia menutupi kedua bahunya dan tidak menyingkap kedua bahunya tersebut dikarenakan Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang seorang laki-laki melakukan shalat dalam keadaan tidak ada yang menutupi bahunya.
2⃣3⃣Terus melakukan thawaf setelah iqamat shalat dikumandangkan, ini merupakan kesalahan dikarenakan apabila shalat fardhu telah diiqomati maka harus memutus thawafnya dan menunaikan shalat dan ia melanjutkan thawafnya setelah shalat, ia menyempurnakannya dari mana ia berhenti dan tidak mengulangi putaran thawaf dari awal.
◾️الأخطاء في الطواف والسعي◾️

           _الجزء الثاني_
▪️الخامس عشر: النوم أثناء الطواف.

مَن نام أثناء الطواف لم يصح طوافه وعليه إعادة الطواف إذا قام من نومه ، ويحصل النوم غالباً لمن يطوف محمولاً على عربة أو سرير.
▪️السادس عشر: جعل الكعبة عن يمين الصغير أثناء حمله في الطواف.

وهذا خطأ ، إذا أحرم الصغير وحمله وليه ، يجب عليه أن يجعل الكعبة عن يساره لا يمينه ، لأنه إذا جعل الكعبة يمينه لم يصح طوافه.
▪️السابع عشر: صلاة ركعتين خلف المقام مباشرة أثناء الزحام.

وهذا خطأ ، وفيه مضايقة ومضرة للطائفيين ، والمضارة لا تجوز ، قال أبو سعيد الخدري -رضي الله عنه-:قال النبي عليه -ﷺ- : (لاضرر ولا ضرار)١.

الصلاة خلف المقام سنة والمضارة محرمة ، فعلى المسلم أن يصلي الركعتين في أي مكان متيسر في المسجد الحرام ولا يضايق الناس.
▪️الثامن عشر: إطالة الاستراحة أثناء الطواف

لغير حاجة.

وهذا خطأ ، لأن الموالاة واجبة في الطواف ، ومن أحس بتعب جاز له أن يستريح قليلاً ثم يكمل طوافه ، ولا يجوز له أن يطيل الاستراحة.
▪️التاسع عشر: التزام أدعية خاصة بالطواف.

وهذا خطأ ، لأن الطواف ليس دعاء خاص ، بل يدعو المسلم بما شاء ، سوى بين الركن اليماني والحجر الأسود فإنه يقول: (ربنا ءاتنا في الدنيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقنا عذاب النار).
▪️العشرون: الطواف بين الحجر.

وهذا خطأ ، ولا يصح طواف مَن فعله ، لأن الحجر ، المسمى عند الناس بحجر إسماعيل من الكعبة ، والطواف لابد أن يكون من وراء الكعبة ، لا من داخلها ، فعلى الحاج والمعتمر أن يطوف من وراء الحجر لا من داخله.
▪️الحادي والعشرون: التلفظ بنية الطواف.

وهذا خطأ ، لأن النية محلها القلب لا اللسان ، والتلفظ بها بدعة باتفاق العلماء.
▪️الثاني والعشرون: صلاة ركعتين خلف المقام مضطبعاً.

وهذا خطأ ، لأن الاضطباع خاص في الطواف ، ومن أراد الصلاة فعليه أن يغطي منكبيه ولا يكشفهما ، لأن النبي -ﷺ- (نهى أن يصلي الرجل وليس على منكبه شيء)٢.
▪️الثالث والعشرون: الاستمرار في الطواف بعد إقامة الصلاة.

وهذا خطأ ، لأنه إذا أقيمت الصلاة المفروضة لزم قطع الطواف وأداء الصلاة ويواصل طوافه بعد الصلاة ، يكمل من حيث وقف ولا يعد الشوط من جديد.
ـــــــــ

١-حديث حسن رواه ابن ماجه.

٢-رواه البخاري.
📚Sumber : “Al Akhtha’ Fit Thawaf Was Sa’i” tulisan Asy Syaikh Badr Bin Muhammad Al Badr Al ‘Anazy حفظه اللّٰه .
📲http://www.albader1.com/
🌏http://cutt.us/EX4li
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

telegram.me/dinulqoyyim

KISAH MENAKJUBKAN DALAM TAWAKAL KEPADA ALLAH


✋🏻💥🌺🌹 KISAH MENAKJUBKAN DALAM TAWAKAL KEPADA ALLAH
Hasrat hatinya untuk berhaji di suatu tahun, dalam keadaan tidak memiliki biaya haji.
Hatim Al-Asham (yang tuli) rahimahullah termasuk pembesarnya orang shalih, hatinya berkeinginan untuk haji pada suatu tahun dalam keadaan dia tidak memiliki biaya. Dia tidak boleh safar, bahkan tidak wajib berhaji tanpa meninggalkan nafkah kepada anak-anak yang mereka tidak ridha.
Dan ketika tiba saatnya (berhaji), putrinya melihatnya dalam keadaan sedih dan menangis, putrinya memang anak yang shalih.

Maka ia berkata kepada ayahnya: Apa yang membuatmu bersedih wahai ayahku?

Ayahnya menjawab: Musim haji telah datang.

Putrinya berkata: Kenapa engkau tidak berhaji? 

Ayahnya menjawab: Tidak memiliki biaya.

Putrinya berkata: Allah akan memberi dirimu rezeki.

Sang Ayah berkata: Bagaimana nafkah kalian?

Putrinya menjawab: Allah akan memberikan rezeki kepada kami.

Sang ayah berkata: Akan tetapi urusan ini tergantung ibumu.
Maka sang putri pergi menghadap ibunya untuk mengingatkan ibunya. Dan akhirnya sang ibu dan anak-anaknya yang lain mengatakan kepada sang ayah: Pergilah engkau berhaji, Allah akan memberikan rezeki kepada kami.
Maka iapun meninggalkan nafkah untuk tiga hari, diapun pergi berangkat haji dalam keadaan dia tidak memiliki biaya yang mencukupi.
Adalah dia berjalan di belakang suatu kafilah rombongan. Di awal perjalanan pimpinan kafilah disengat kalajengking, maka mereka mencari orang yang bisa meruqyahnya dan mengobatinya. Maka mereka menemukan Hatim Al-Asham. Maka diapun meruqyahnya dan Allah menyembuhkannya di saat itu.
Maka pimpinan kafilah mengatakan: Biaya berangkat dan pulang (berhaji) saya yang tanggung.
Maka Hatim berkata: Ya Allah ini adalah kemudahan untukku, maka perlihatkanlah kemudahan untuk keluargaku.
Telah berlalu tiga hari, maka habislah nafkah pada anak-anaknya,rasa lapar mulai meliputi mereka. Maka mereka mulai menyalahkan sang putri dan sang putri malah tertawa.
Mereka berkata: Apa yang membuatmu tertawa sementara kelaparan hampir-hampir membunuh kita?

Sang putri berkata: Ayah kita ini yang memberi rezeki atau yang memakan rezeki?

Mereka menjawab: Yang memakan rezeki, sesungguhnya yang memberi rezeki hanya Allah.

Sang putri berkata: Telah pergi yang memakan rezeki dan tetap ada (bersama kita) yang memberi rezeki.

Sang putri terus mengajak mereka bicara.
Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk. Mereka berkata: Siapa di pintu? Orang yang mengetuk menjawab: Amirul mukminin meminta minum kepada kalian.

Maka sang putri mengisi penuh gentong airnya, dan khalifahpun minum, kemudian ia mendapatkan kelezatan dalam air tersebut yang belum pernah dia rasakan.

Maka khalifah berkata: Darimana kalian mendapatkan air ini? Mereka menjawab: Dari rumahnya Hatim.

Khalifah berkata: Panggillah dia, aku akan memberinya hadiah.

Mereka menjawab: Hatim sedang berhaji.

Maka amirul mukminin melepaskan sabuk mewahnya yang penuh dengan hiasan permata, lalu ia mengatakan: Sabuk ini untuk mereka.

Kemudian ia berkata kembali: Barang siapa yang menyukai diriku, maka lakukanlah seperti aku! 
Maka seluruh menteri dan para saudagar ikut melepaskan sabuk mewah mereka. Maka terkumpullah sabuk-sabuk mewah lalu dibeli oleh salah seorang pedagang dengan uang emas yang memenuhi rumah yang bisa mencukupi mereka hingga wafat. Lalu sabuk-sabuknya dikembalikan kepada mereka.
Merekapun membeli makanan dalam keadaan tertawa, lalu menangislah sang putri!

Maka sang ibu berkata kepadanya: Kamu ini aneh wahai putriku, dulu ketika kita menangis karena  kelaparan engkau malah tertawa, ketehuilah sekarang Allah memberikan kemudahan kepada kita, mengapa engkau menangis?

Sang putri berkata: Makhluk ini yang tidak mampu memberikan manfaat kepada dirinya tidak pula mencegah mudharat (yakni khalifah) telah memandang kita dengan pandangan kebaikan, yang bisa menyelamatkan kita dari kematian. Terus bagaimana dengan pandangan Rajanya segala raja (yakni Allah Ta’ala)?
Sesungguhnya ini adalah keyakinan kepada Allah. Yakin dengan Dzat yang memberi rezeki, yang maha kuat dan perkasa. Sesungguhnya ini adalah kekuatan iman, kekuatan tawakal kepada Allah.  Maha suci Allah dimana kita dibandingkan mereka?!
Ketika Allah memilihmu untuk menempuh jalan petunjuk-Nya bukan karena engkau istimewa atau karena ketaatanmu. Bahkan itu adalah rahmat dari-Nya yang meliputimu. Terkadang Dia bisa melepaskannya darimu  kapan saja.
Oleh karena itu janganlah engkau tertipu dengan amalanmu, janganlah engkau tertipu dengan ibadahmu, janganlah engkau memandang remeh orang-orang yang tersesat dari jalan-Nya. 
Maka kalau bukan karena rahmat Allah kepadamu niscaya engkau menduduki posisi dia.
Ulangilah lagi membacanya dengan seksama.
Laa ilaaha illallahu
📚 Sumber || https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=137426 

🌏 Kunjungi || http://forumsalafy.net/kisah-menakjubkan-dalam-tawakal-kepada-allah/ 

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://telegram.dog/forumsalafy 

💎💎💎💎💎💎💎💎💎