Jika Suami Melarang Jilbab Syar’i dan Ingin Tinggal di Negeri Kafir


Penulis: Syaikh Robi’ bin Hadi al-Madkholi hafidhohulloh

Pertanyaan: Seorang akhwat salafiyyah menikah dengan seseorang yang bukan salafy. Lalu laki-laki tersebut melarangnya memakai jilbab syar’i dan tidak mau berpegang teguh pada manhajnya dan mencukur jenggot serta ingin hidup di negara kafir. Apa nasihat antum terhadap akhwat ini?

Jawab :

Nasehatku untuk suaminya adalah agar dia bertaubat kepada Alloh azza wa jalla dan untuk berpegang teguh pada agama Alloh yang haq serta menyuruh istrinya untuk berpegang teguh pada agama Alloh yang benar juga -karena dia adalah pemimpin di rumah tangganya-, di antaranya adalah berpegang teguh dengan aqidah yang shohih, dan juga bersikap santun, memiliki rasa malu dan mengenakan hijab.

Karena mengharuskannya menanggalkan hijab adalah kekejian dan kerendahan!

Dan tetap tinggal di negeri kafir secara terus-menerus menunjukkan dia ridho terhadap kehinaan dan kerendahan di negeri kafir!

Aku menasihatkan kepada setiap muslim yang tinggap di negeri kafir untuk keluar dari kehinaan ini. Jika sang suami ini tetap berapa pada penyimpangannya dan melarang istrinya mengenakan hijab, maka menurutku si istri boleh meninggalkannya dan pulang ke negerinya jika ia mampu untuk melakukannya. Jika suaminya bertaubat kepada Alloh maka al-Hamdulillah ia bisa tetap bersamanya, tapi kalau suaminya tetap pada penyimpangan ini dan memaksa istrinya menanggalkan hijabnya, maka yang benar menurutku bagi sang istri adalah untuk melakukan khulu’ (menggugat cerai) kepada suaminya, dan ia berhak untuk itu.

Diterjemahkan dari : website Syaikh Robi’ bin Hadi al-Madkholi http://www.rabee.net/show_fatwa.aspx?id=199

السؤال: أخت سلفية متزوجة مع شخص ليس سلفيا، فيمنعها من لباس الجلباب الشرعي ولا يريد أن يلتزم في منهجه وأن يترك لحيته ويريد العيش في بلاد الكفر، فما نصيحتكم لهذه الأخت ؟


لـجــواب:

نصيحتي لزوجها أن يتوب إلى الله عزّ وجلّ وأن يلتزم بدين الله الحقّ وأن يُلزم زوجته -بحكم أن له القوامة- يُلزمها بالتزام دين الإسلام الحقّ، ومن ذلكم العقيدة الصحيحة والالتزام بالحشمة والحياء والحجاب.
وإنّ إلزامها بغير الحجاب يدلّ على خسّة ودناءة !
والإصرار على العيش في بلاد الكفر يعني رضاً بالذلّ والهوان في ديار الكفر !
وأنا أنصح كل المسلمين أن يخرجوا من هذه الذِّلة التي يعيشونها وهم في بلاد الكفر، فإذا أصرّ هذا الرجل على انحرافه وعلى منعها من الحجاب، فأرى أنها تتركه وتتخلص منه وتعود إلى بلادها إن استطاعت ذلك، فإما أن يتوب فالحمد لله تبقى معه وإذا أصرّ على هذا الانحراف وعلى إجبارها على ترك الحجاب فإن لها الحقّ -في نظري- أن تخالعه وتطلب الخلع منه ولها الحقّ في ذلك .

Dinukil dari: http://ummushofi.wordpress.com/2009/10/01/jika-suami-melarang-jilbab-syar%E2%80%99i-dan-ingin-tinggal-di-negeri-kafir/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s