Larangan Dari Mengikuti Jenazah Disertai Tangisan, Asap, Atau Mengeraskan Suara Dzikir


Penulis: Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany rahimahullooh

Pilihan Syaikh: Tidak boleh jenazah diikuti dengan apa yang menyelisihi syariat. Telah datang larangan tentangnya terhadap dua perkara: menangis dengan suara keras dan mengikutinya dengan asap. Ini terdapat dalam sabda Nabi shalalloohu ‘alaihi wassalam,”Tidak boleh jenazah diikuti dengan suara atau api,” Dikeluarkan Abu Dawud (2/64) dan Ahmad (2/427).

Termasuk dalam hal ini, meninggikan suara dengan dzikir di depan jenazah sebab itu bid’ah, juga berdasarkan ucapan Qais bin ‘Abbad; “Para shahabat Nabi membenci meninggikan suara di sisi jenazah.” dikeluarkan Al Baihaqi (4/47). Juga karena perbuatan ini menyerupai nashrani yang mengeraskan suara menyanyikan Injil dan do’a-do’anya disertai nada sedih. Lebih buruk lagi dibandingkan ini mengantar didepannya disertai alat-lat musik dengan nada sedih sebagaimana yang dilakukan sebagian negeri Islam sebagai taqlid kepada kuffar. Walloohul Musta’an. (Ahkamul Janaiz Hal 91-92)

Dinukil dari buku “FIQH PILIHAN ASY SYAIKH MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL ALBANI rahimahullooh” Hal.156-157  Penulis: Mahmud bin Ahmad Rasyid, Penerjemah Al Ustadz Muhammad Fuad Qawwam, Lc, Penerbit Pustaka Salafiyah Sumpiuh Banyumas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s