Jima’ Sambil Mendengarkan Murotal Al Qur’an


Penulis: Komisi Tetap Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia (KSA)

Pertanyaan pertama dari Fatwa no. 16221

Tanya 1:

Apa hukumnya berhubungan seks  (jima’)  dengan istri sambil mendengarkan pembacaan (murotal)  Alquran di radio? Aku melakukan ini untuk mengusir setan yang terkutuk agar jauh dari rumah.

Jawab:

Nabi Muhammad shalalloohu ‘alaihi wassalam telah mengajarkan umat-Nya (berdasarkan satu aqidah) dan telah menjelaskan adab berhubungan seks (berjima’) dengan istri. Dari hadits yang telah diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhialloohu’anhu  bahwasanya  Rasulullah shalalloohu ‘alaihi wassalam bersabda: “

لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ قَالَ: “بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا“، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

“Jika salah seorang dari kalian (suami) ketika ingin mengumpuli istrinya, dia membaca doa: “Bismillah. Allaahumma jannibnaash syaithaa-na wa jannibish syaithaa-na maa razaqtanaa (Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami), kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya”(Muttafaqun ‘alaihi oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Jadi, Umat Islam harus melaksanakan do’a sebelum jima’ ini sebagaimana yang telah disabdakan dari Nabi Muhammad shalalloohu ‘alaihi wassalam. Oleh karena itu, mendengarkan bacaan Al Qur’an di radio selama berjima’ dengan tujuan mengusir  Setan suapaya  jauh dari rumah, hal ini tidak diperbolehkan. Al Qur’an harusnya disucikan dan tidak diperbolehkan untuk mendengarkan saat berjima’ dengan istri .

Alloohu ta’ala a’lam. Wabillahi taufiq, Semoga damai dan rahmat Allah atas Nabi Muhammad shalalloohu ‘alaihi wassalam , keluarganya, dan sahabatnya

Komisi Tetap Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa KSA

Ketua: `Abdul-`Aziz ibn `Abdullah ibn Baz
Wakil Ketua: `Abdul-Razzaq `Afify
Anggota: `Abdullah ibn Ghudayyan, Salih Al-Fawzan ,`Abdul-`Aziz Al Al-Shaykh , Bakr Abu Zayd

Terjemahan dari:

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&BookID=7&PageID=7429&back=true

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s