Seorang Istri Menolak Berjima’ Dengan Suaminya Yang Seorang Pemabuk


Penulis: Komite Tetap Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi

Pertanyaan kelima dari fatwa no. 6948

Pertanyaan 5:

Apakah diperbolehkan bagi seorang istri untuk meninggalkan tempat tidurnya dalam ikatan perkawinan dengan suaminya yang seorang pemabuk serta menolak ketika suamunya mengajaknya berjima’, karena dia tidak tahan dengan perilakunya yang suka mabuk-mabukan tersebut? Apakah dia dianggap berdosa karena menolak untuk tidur (jima’) dengan dia dan dilaknat oleh para malaikat sampai pagi seperti yang dinyatakan dalam sebuah hadis?

Jawaban:

Jika kenyataannya adalah seperti yang Anda sebutkan, dia tidak dianggap berdosa. Dia harus menasihati suaminya dan jika dia bertaubat (bertaubat kepada Allah), Alhamdulillaah. Namun, jika ia menolak dan tetap melakukan kemaksiatan ini, ia dapat mengajukan talak (perceraian yang diprakarsai oleh suami) untuk berlepas diri dari kemungkaran tersebut (yang tidak dapat diterima atau ditolak dari oleh hukum Islam dan mayoritas ulama). Jika ia menolak untuk menceraikannya, dia dapat merujuk hal tersebut kepada pengadilan.

Wabillahi taufiq. Ashalatu wassalamu ‘ala nabiyuna Muhammad wa’ala alihi wa shahbihi ajmain.

Komite Tetap Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa

Ketua: ` Abdul `Aziz bin Abdullah bin Baz`

Wakil Ketua: ` Abdul Razzaq Afify `

Anggota:

`Abdullah bin Qa` ud

`Abdullah bin Ghudayyan

Terjemahan dari:

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&BookID=7&PageID=7303&back=true

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s