Memindah Jenazah Ke Negara Lain (Kasus Dipindahnya Jenazah Bung Tomo Dari Saudi Arabia Ke Indonesia)


Penulis: Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia

Fatwa Nomor 4332 (Bab 8; Halaman 449-450)

Alhamdulillaah, ashalatu wassalamu ‘ala rasululloohu shalalloohu ‘alaihi wassalam wa’alaihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du:

Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa telah membaca surat penyelidikan nomor 2144 yang terdaftar di Departemen Penelitian dan diserahkan pada tanggal 27/12/1401 AH oleh kementerian dalam negeri untuk Yang Mulia Ketua Komite. Penyelidikan adalah sebagai berikut:

31/1613/1. Sangat Mendesak. Yang Mulia Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan di Riyadh. Salam hormat kepada Yang Mulia  Menteri Kabinet. Salam hormat juga kepada Kementerian Dalam Negeri untuk Urusan Administrasi. Salam hormat kepada Kepala Daerah Makkah . Salam hormat kepada Ketua Umum Administrasi Penelitian Ilmiah, Fatwa, Da `wah dan Bimbingan di Riyadh. Departemen Luar Negeri Indonesia di Jeddah mengirim kami sebuah surat di mana pemerintah Indonesia meminta pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk mendukung pengangkutan jenazah Bung Tomo Sutomo yang makamnya terletak di `Arafah ke Indonesia. Ia meninggal di sana dan dikuburkan pada tanggal Sembilan Dhulhijjah 1401 AH. Alasannya adalah bahwa seorang yang meninggal dijadikan untuk menjadi salah satu pahlawan di Indonesia, keluarganya memiliki keinginan yang kuat untuk menguburkan jenazahnya di tanah airnya. Permintaan ini bertentangan dengan ajaran syariah Islam yang mewajibkan menjaga martabat orang mati dan melarang penggalian kuburan. Selain itu, prosedur tersebut akan melanggar instruksi kesehatan yang dikeluarkan oleh WHO (World Health Organization) dan juga akan melanggar aturan sanitasi publik. Jadi, kami berharap bahwa Anda membimbing kita menuju solusi yang tepat sesegera mungkin. Salinan telegram ini telah dikirim ke Ketua Umum Administrasi Penelitian Ilmiah, Fatwa, Da `wah dan Bimbingan.

Jawaban Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa sebagai berikut:

Jika kenyataannya adalah seperti yang disebutkan di atas, tidak dibolehkan untuk menggali kuburan jenazah tersebut sehingga jenazahnya dapat dikirimkan ke tempat kelahirannya di Indonesia. Alasannya adalah bahwa tubuh orang mati harus dilindungi dari bahaya dan diperlakukan dengan hormat. Baik Nabi Muhammad shalalloohu ‘alaihi wassalam maupun shahabatnya diriwayatkan telah melakukan perbuatan seperti itu. Alasan yang diberikan dalam penyelidikan tidak dianggap sebagai alasan yang dibenarkan untuk memberi ijin untuk  memindahkan jenazah.

Wabillahi taufiq. Ashalatu wassalamu ‘ala nabiyuna Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajmain.

Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia

Ketua: ` Abdul `Aziz bin Abdullah bin Baz`

Wakil Ketua: ` Abdul Razzaq Afify `

Anggota:

`Abdullah bin Qa` ud

`Abdullah bin Ghudayyan

 

Terjemhan dari:

http://alifta.com/Fatawa/fatawaDetails.aspx?BookID=7&View=Page&PageNo=1&PageID=2993

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s