Hadits Kedua: Keutamaan Aqidah Tauhid


Penulis: Syaikh Robi’ bin Hadi al Madkholi

عن عبادة بن الصامت – رضي الله عنه – قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

« من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمداً عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه، والجنة حق والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل ».

( رواه البخاري ومسلم وأحمد ).

Dari Ubadah bin ash Shamit rodliyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang haq kecuali Allah semata tiada sekutu bagiNya, dan bahwasanya Muhammad hamba dan rosulNya, dan bahwasanya Isa hamba Allah, rosulNya, kalimatNya yang Dia lemparkan kepada Maryam, dan ruh dariNya; dan bahwasanya surga itu haq dan neraka itu haq, akan Allah masukkan ke surga sesuai dengan amalnya.” (HR al Bukhori[1], Muslim[2], dan Ahmad[3]).

Periwayat Hadits:

Ubadah bin ash Shamit al Anshori, beliau menyaksikan bai’at Aqobah yang pertama dan kedua bersama Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau juga mengikuti seluruh pertempuran bersama Rosulullah. Beliau pengajar al Qur`an di Madinah kemudian di Syam. Wafat di Baitul Maqdis tahun 32 H, semoga Allah meridhoinya.

Kosakata:

شهد أن لا إله إلا الله : mengucapkan syahadat dengan lisan, meyakini dengan hatinya, dan mengamalkan konsekuensinya dengan anggota badan.

وحده : satu, sendirian.

عيسى : putra Maryam dalam keadaan masih perawan.

كلمته : yakni ciptaanNya dengan firmanNya “Kun” (jadilah), maka jadilah Isa karena kekuasaanNya dan hikmahNya, dinamakan kalimah karena diadakan dengan firmanNya Ta’ala “Kun“.

روح منه : bahwa Isa adalah ruh dari ruh-ruh yang telah Allah ciptakan dan adakan.

الجنة و النار حق : yakni bahwa surga dan neraka benar-benar telah tetap adanya, tidak ada keraguan padanya.

Makna secara Global:

Hadits ini mengandung lima perkara, barangsiapa beriman dengannya dan mengamalkannya lahir batin akan masuk surga:

Pertama, sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang haq kecuali Allah semata tiada sekutu bagiNya.” Yakni beriman kepada Allah dengan jujur, yakin, mengakui keesaan Allah Ta’ala, dan memurnikan dari ibadah kepada selainNya; dan mengamalkan apa yang ditunjukkan oleh syahadat Laa ilaaha illallah, seperti mengikuti perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya dengan lisan dan perbuatan.

Kedua, syahadat anna Muhammadan Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yakni barangsiapa meyakini dengan keyakinan yang pasti tanpa keraguan bahwasanya Muhammad itu Rosulullah yang telah Allah utus kepada jin dan manusia dengan risalah yang sempurna dan utuh; dan meyakini bahwa beliau adalah penutup para nabi, risalahnya adalah penutup semua risalah, dan beriman sesungguhnya beliau hamba dari hamba-hamba Allah yang Allah muliakan dengan membawa risalahNya untuk alam semesta ini. Juga membenarkan terhadap yang beliau kabarkan, mentaati perintahnya, dan menjauhi hal-hal yang beliau larang dan cegah.

Ketiga, keyakinan bahwa Isa ‘alaihis salaam hamba dari hamba-hamba Allah, rosul dari rosul-rosulNya. Dan sesungguhnya beliau bukan anak hasil perzinaan sebagaimana tuduhan Yahudi dan dia bukan Allah, bukan anak Allah, bukan pula yang ketiga dari yang tiga seperti sangkaan Nashoro. Tetapi beliau adalah hamba dari hamba-hamba Allah, yang telah Allah utus kepada Bani Isroil mendakwahi mereka supaya menyembah Allah semata. Sungguh Allah telah menciptakan Isa dengan kalimat “Kun” yang menunjukkan hal menjadikan. Beliau juga ruh dari ruh-ruh yang telah Allah ciptakan, firman Allah Ta’ala,

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.” (QS Ali Imron: 59).

Keempat, sesungguhnya surga itu haq, yaitu meyakini bahwasanya surga yang telah Allah siapkan bagi orang-orang yang bersuka hati dari hamba-hambanya adalah telah tetap keberadaan dan hakikatnya tanpa keraguan, dan surga itu sesungguhnya tempat terakhir yang kekal bagi orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti rosul-rosulNya.

Kelima, sesungguhnya neraka itu haq, yaitu meyakini sesungguhnya neraka yang Allah telah mengancam dengannya orang-orang kafir dan munafiq benar adanya tanpa keraguan. Neraka itu telah Allah siapkan bagi yang mengingkari, menentang, dan bermaksiat kepadaNya.

Barangsiapa membenarkan dan beriman dengan kelima perkara ini dan mengamalkan tuntutannya akan Allah masukkan surga walaupun amalannya sedikit dan mempunyai dosa-dosa. Yang demikian itu disebabkan dia mentauhidkan dan mengikhlaskan ibadah untuk Allah semata.

Faidah yang bisa diperoleh dari hadits:

1. Faidah tentang keutamaan mentauhidkan Allah, dan sesungguhnya Allah akan menghapuskan dosa-dosa dengan tauhid itu.

2. Luasnya karunia dan rahmat Allah terhadap hamba-hambaNya.

3. Dari sabda beliau tentang Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan rosulNya dapat diambil faidah, yaitu pengertian tentang hak-hak para nabi khususnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa berlebih-lebihan dan tanpa melecehkan.

4. Sesungguhnya orang yang bermaksiat dari orang-orang yang mentauhidkan Allah tidak kekal di dalam neraka.

5. Wajib mengimani surga dan neraka.

Sumber: مذكّرة الحديت النبوي في العقيدة والإتباع


[1] Kitab al Anbiyaa: hadits nomor 3435.

[2] Kitab al Iman: hadits nomor 46, 47.

[3] 5/314.

Dinukil dari:

http://salafy.iwebland.com/baca.php?id=13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s