Hadits Pertama: Metoda Dakwah kepada Allah


Penulis: Syaikh Robi’ bin Hadi al Madkholi

عن ابن عباس – رضي الله عنهما – أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لما بعث معاذاً إلى اليمن قال :

« إنك تأتي قوماً من أهل الكتاب ، فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله – وفي راوية : إلى أن يوحدوا الله – فإن هم أطاعوك لذلك، فأعلمهم أن الله افترض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة ، فإن أطاعوك لذلك فأعلمهم أن الله افترض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم. فإن هم أطاعوك لذلك، فإياك وكرائم أموالهم ، واتق دعوة المظلوم ، فإنه ليس بينها وبين الله حجاب ».

( أخرج الحديث البخاري ومسلم والنسائي وابن ماجه والدارمي وأحمد ).

Dari Ibnu Abbas radliyallahu anhuma, sesungguhnya Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengutus Mu’adz ke Yaman, beliau bersabda, “Sesungguhnya Engkau akan mendatangi suatu kaum dari kalangan ahli kitab, maka jadikan awal yang engkau dakwahkan kepada mereka syahadat Laa ilaaha illallah (Tiada sesembahan yang haq kecuali Allah) – dalam sebuah riwayat: agar mereka mentauhidkan Allah -. Jika mereka telah mentaatimu dalam perkara itu, maka ajarilah mereka bahwa sesungguhnya Allah mewajibkan mereka lima sholat setiap sehari semalam. Maka jika mereka telah mentaatimu dalam perkara itu, ajarilah mereka bahwa sesungguhnya Allah mewajibkan shodaqoh atas mereka, (shodaqoh itu) diambil dari orang-orang kaya di antara mereka kemudian dikembalikan kepada orang-orang miskin di antara mereka. Jika mereka mentaatimu dalam perkara itu, maka hati-hatilah kamu dari harta-harta mulia milik mereka, dan takutlah do’a orang yang dizholimi, karena sesungguhnya tidak ada hijab (penghalang) antara dia dengan Allah.”

(Dikeluarkan oleh al Bukhori[1], Muslim[2], an Nasa’i[3], ibnu Majah[4], ad Darimi[5], dan Ahmad[6])

Periwayat Hadits:

Abdullah bin Abbas bin Abdul Mutholib al Hasyimi, anak paman Rosulullah, al hibrul bahr karena keluasan ilmunya, dan dia adalah salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits, dan salah satu yang bernama Abdullah dari kalangan sahabat yang fuqoha (dalam ilmunya). Telah meninggal pada tahun 68 Hijriyah.

Kosakata:

بعث : mengutus.

أهل الكتاب : Yahudi dan Nashoro.

شهادة أن لا إله إلا الله : pengakuan bahwasanya tiada sesembahan yang haq kecuali Allah dan ibadah kepada selainNya adalah salah dan merupakan kesyirikan kepada Allah.

يوحدوا الله : mengesakanNya dalam ibadah.

افترض : mewajibkan dan mengharuskan.

صدقة : maksudnya zakat yang wajib.

أطاعوك : mereka patuh dan melaksanakan (perintah).

كرائم : harta pilihan, yang paling berharga, dan paling tinggi nilainya.

Pembahasan Hadits: Keterangan Metode Dakwah kepada Allah

Makna Hadits secara Global:

Hadits ini menerangkan tahapan-tahapan yang wajib dilalui oleh da’i yang menyeru kepada Allah. Tahap pertama seorang da’i wajib untuk memulai dengan dakwah kepada tauhid, mengesakan Allah semata dalam ibadah, dan menjauhi syirik kecil maupun besar. Hal itu terwujud dengan persaksian bahwa tiada sesembahan yang haq kecuali Allah dan Muhammad Rosulullah. Maksud dari syahadat ini bahwasanya segala macam ibadah adalah hak yang diperuntukkan kepada Allah semata, sedang selain dariNya tidak mempunyai hak sekecil apapun, meskipun dia adalah malaikat yang didekatkan, nabi yang diutus, orang sholih, batu, pohon, matahari, atau bulan.

Dan janganlah berdo’a kecuali kepada Allah, jangan beristighotsah kecuali kepadaNya, jangan meminta pertolongan kecuali kepadaNya, jangan bertawakal kecuali kepadaNya, dan jangan takut dan berharap kecuali kepadaNya.

Maka barangsiapa yang menyelewengkan sedikit dari ibadah-ibadah tersebut atau selainnya untuk selain Allah, sungguh dia telah menyekutukan Allah. Allah berfirman,

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS al Maaidah: 72).

Dan bukanlah yang diinginkan dari syahadat Laa ilaaha illallah hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus dengan mengerti maknanya, mengamalkan konsekuensinya, dan memenuhi syarat-syaratnya. Syarat syahadat Laa ilaaha illallah ada tujuh:

1. Ilmu yang menghilangkan kebodohan,

2. Yakin yang menghilangkan keraguan,

3. Penerimaan yang menghilangkan penolakan,

4. Patuh yang menghilangkan pengabaian,

5. Ikhlash yang menghilangkan syirik,

6. Jujur yang menghilangkan dusta,

7. Mahabbah yang menghilangkan lawannya.

Sedangkan maksud dari syahadat Anna Muhammadan Rosulullah adalah mengerti maknanya dan mengamalkan konsekuensinya. Bukan pula yang dimaukan hanya semata-mata mengucapkannya, tetapi yang dimaukan adalah membenarkan semua yang beliau kabarkan, mentaati semua yang beliau perintahkan, meninggalkan semua yang beliau larang dan cegah, dan beribadah kepada Allah dengan yang Dia syari’atkan melalui lisan rosul yang mulia ini, tidak beribadah dengan hawa, tidak pula dengan bid’ah.

Maka wajib atas setiap muslim untuk mengerti makna dua syahadat dengan pemahaman yang benar dan mengamalkan konsekuensinya dengan baik, yaitu dengan membenarkan, beriman, dan mengamalkan semua yang datang dari Rosulullah dalam al Kitab dan as Sunnah berkenaan dengan aqidah, ibadah, dan hukum syari’at di dalam semua sendi kehidupan.

Faidah yang bisa diperoleh dari hadits:

1. Sesungguhnya tauhid adalah asas Islam.

2. Bahwa rukun terpenting setelah tauhid adalah menegakkan sholat.

3. Bahwa rukun Islam yang paling wajib setelah sholat adalah zakat fardlu, yang merupakan haknya harta.

4. Bahwasanya imam / pemimpin adalah yang berkuasa untuk menarik zakat dan membagikannya, baik dilakukannya sendiri atau melalui wakilnya.

5. Dalam hadits ini terdapat dalil cukupnya mengeluarkan zakat kepada satu golongan saja.

6. Tidak boleh menyerahkan zakat kepada orang kaya.

7. Haram bagi ‘amil (panitia) zakat mengambil harta yang berharga.

8. Peringatan untuk berhati-hati dari segala jenis kezholiman.

9. Diterimanya kabar yang datang dari satu orang yang adil dalam perkara aqidah dan menetapkan wajibnya suatu amalan.

10. Agar seorang da’i memulai dari yang terpenting kemudian yang penting.

Sumber: مذكرة الحديت النبوي في العقيدة والإتباع


[1] Kitab az Zakat: hadits nomor 1395, 1458.

[2] Kitab al Iman: hadits nomor 31.

[3] Kitab az Zakat: 3/5.

[4] Kitab az Zakat: hadits nomor 1783, 1/568.

[5] Kitab az Zakat: hadits nomor 1662, 1/318.

[6] 1/223.

Dinukil dari:

http://salafy.iwebland.com/baca.php?id=11

2 responses to “Hadits Pertama: Metoda Dakwah kepada Allah

  1. Kalo bisa semua hadits nya diterjemahin sampae hadits 21. syukron

  2. kita tunggu terjemahannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s