Bisnis Warung Internet


Penulis: Komisi Tetap Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa KSA

 Fatwa no. 21205 (Bab 26; Halaman 285-286)

Tanya:

 Di masa kini, warung internet telah menyebar di mana-mana. Apa hukumnya berinvestasi di bisnis ini, mengingat bahwa warung internet tersebut melibatkan beberapa pelanggaran  dan perbuatan yang dilarang sebagaimana dijelaskan dalam kasus berikut:

Skenario pertama: Pengguna menyewakan Komputer per jam dan terhubung ke Internet. Kita tidak tahu apa yang akan dibrowsing di internet. Ada beberapa program yang berguna dan begitu banyak situs yang berbahaya  dan beberapa situs dapat diblokir oleh Raja Abdul Aziz` melalui Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Namun, beberapa pengguna dapat membuka blokir situs yang terlarang.

Catatan: Kami tidak dapat mengontrol program kecuali dengan membatalkan layanan ini.

Skenario kedua: Ada program yang disebut Microsoft Chat yang digunakan untuk chatting dan mailing. Pengguna melakukan pembicaraan dan diskusi mengenai hal-hal yang berguna dan ilmiah. Sedangkan lainnya pengguna yang jahat menggunakan kata-kata vulgar dan tidak senonoh. Selanjutnya, mereka dapat mengirim dan menerima film porno dan gambar. Hal ini dimungkinkan untuk mengontrol pengiriman dan penerimaan gambar dan film, namun beberapa pengguna berhasil mematahkan pembatasan ini menggunakan teknik yang licik.

Jawab:

 Jika mesin tersebut memberikan pengguna akses ke hal yang terlarang dan perbuatan yang tidak senonoh  yang bertentangan dengan ajaran Islam atau memberikan akses ke gambar porno, film dan berita, atau untuk percakapan mencurigakan atau permainan terlarang, dan pemilik warnet tidak bisa mencegah kemungkaran tersebut atau memiliki kontrol terhadap perangkat ini, maka berinvestasi di warung-warung internet adalah Haram (dilarang). Hal ini menyangkut bekerja sama dalam dosa dan pelanggaran. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.(Al Maidah :2)

Wabillahi taufiq. Semoga kesejahteraan dan rahmat atas Nabi kita shalallahu ‘alaihi wassalam, keluarganya dan para sahabat

Komisi Tetap Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa

Ketua: ` Abdul `Aziz bin` Abdullah Al Syaikh

Anggota:

Bakr Abu Zaid

Sholih Al-Fawzan

`Abdullah bin Ghudayyan

Terjemahan dari:

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&PageID=274&PageNo=1&BookID=10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s