Melihat Auratnya Orang Tua Dengan Tujuan Untuk Membersihkannya


Penulis: Komite Tetap Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa KSA
Pertanyaan ketiga dari fatwa no. 11346 (V/127)
Tanya:
Setelah ayah saya berubah menjadi tua dan tidak sanggup mengurus kebersihan pribadinya, saya membantunya dengan memotong kumisnya dan mencukur rambut kemaluan. Untuk melakukan hal ini saya harus melihat ` auratnya, karena hal ini sangat penting. Apakah saya berdosa karena hal ini, karena saya mendengar bahwa jika ada yang melihat `auratnya orang tua mereka, mereka harus berpuasa selama dua bulan, apakah hal ini dibenarkan benar?

Jawab:
Alhamdulillah, wa shalallahu wa salamun ‘ala nabiyina muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.
Tidak ada yang salah mencukur rambut kemaluan ayah anda jika ia tidak dapat melakukan hal tersebut untuk dirinya sendiri. Berkenaan dengan apa yang telah Anda dengar tentang berpuasa selama dua bulan, ini tidaklah benar.
Wabillahi taufiq. wa shalallahu wa salamun ‘ala nabiyina muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in
Komite Tetap Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa KSA
Ketua: ` Abdul `Aziz bin` Abdullah bin Baz
Wakil Ketua : ` Abdul-Razzaq `Afify
Anggota : `Abdullah bin Ghudayyan
Dengan sedikit perubahan diterjemahkan dari:
http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&BookID=7&PageID=1453&back=true

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s