Menikahi Keponakan Istri


Tanya:

Bolehkah menikah dengan keponakan istri (anak dari kakak istri yang perempuan)? Benarkah jika orang yang sudah dizinai harus dinikahi?
+6285727XXXXXX

Dijawab oleh: al-Ustadz Muhammad as-Sarbini

1. Jika Anda sudah berpisah dengan istri, boleh menikahi keponakannya tersebut. Adapun memadunya (poligami) dengan keponakannya, maka tidak boleh.

2. Tidak ada keharusan menikahi wanita yang telah dizinai. Tetapi, ia hanya boleh dinikahi ketika sudah bertobat dan melewati masa pembebasan rahim dari janin: sekali haid jika tidak hamil atau setelah melahirkan jika hamil.

Dinukil dari: http://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-78.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s