Hukum Menetapkan Maulid Nabi Sebagai Hari Libur


Penulis: Komisi Tetap Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia

Pertanyaan Kesebelas Fatwa no. 4091

Pertanyaan 11:

Bagaimana pendapat Anda semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjaga Anda sebagai salah satu pilar penunjang Ummat Islam, dimana sekolah dan perusahaan menetapkan hari libur atau memberikan khutbah, kuliah, dan lain-lain, seperti yang kita lakukan di sini (Afrika) pada saat Maulid Nabi?

Jawaban:

Merayakan Maulid Nabi dan menetapkannya sebagai hari libur pada kesempatan ini adalah Bid `ah, karena Nabi sholalloohu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya radhialloohu’anhum tidak melakukannya. Nabi sholalloohu ‘alaihi wassalam bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِناَ هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

Barang siapa yang membuat-buat perkara baru dalam agama ini yang bukan bagian dari agama ini, maka hal itu tertolak“. [HR. Al-Bukhariy dalam Shohihnya (2697), Muslim(1718), Sunan Abu Dawud dalam Kitabus Sunnah (4606), Sunan Ibnu Majah dalam Mukadimah (14), Musnad Imam Ahmad (VI/240)]

Wabillaahi taufiq, wa sholalloohu wassalam ‘ala nabiyyina muhammad wa ‘ala alihi wa shohibi ajma’in.

Komisi Tetap Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia

Ketua             : ` Abdul Aziz  bin` Abdullah bin Baz

Wakil Ketua: ` Abdul Razzaq `Afify

Anggota         : `Abdullah ibn Ghudayyan

Walloohu ta’ala a’lam bishowab

Dengan sedikit perubahan dinukil dari:

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&PageID=227&PageNo=1&BookID=10

One response to “Hukum Menetapkan Maulid Nabi Sebagai Hari Libur

  1. maulidan vs 3tauhid

    kalo antum mengatakan merayakan maulidan adalahbid’ah hanya berdasarkan hadist diatas maka salafi-wahabi dan antum termasuk pemeluknya yg meyakini maulidan bid’ah, JUGA AHLUL BID’AH

    sebab antum telah meyakini danmengamalkan bahwa tauhid terbagi 3 yaitu uluhiyah, rububiyah dan asma wa sifat. Ketiga doktrin ini tdk pernah dikatakan nabi saw, tidak pernah diperintahkan nabi saw bahkan para sahabat dan tabi’in serta tabiut tabi’in TAK PERNAH MENGAMALKANNYA.

    Apakah antum mau berkelit dengan mengatakan 3 pembagian itu dibenarkan dgn mengutip pendapat ulama ??? kalo itu antum lakukan maka kenapa org yg menghalalkan perayaan maulid tidak boleh melakukan hal yg sama yaitu mengutip pendapat ulama mereka ???

    bisa antum jelaskan hal ini ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s