BERDO’A DENGAN MENGANGKAT TANGAN SETELAH SHOLAT FARDHU


Seorang penanya bertanya kepada Asy-Syaikh Rabi’ Al-Madkhaly (sebagaimana dalam kaset yg berjudul:

لقاء مع الشيخ في مسجد الخير )

:pertanyaan

Apakah seseorang yang mengangkat tangannya setelah sholat lima waktu untuk berdo’a, dihukumi telah melakukan perbuatan bid’ah?

Jawaban:

“Kita tidak bisa memasukkan perbuatan tersebut dalam kategori bid’ah, karena orang tersebut memiliki dalil-dalil umum, dan berdo’a galibnya/kebanyakannya dilakukan dengan mengangkat tangan.

Mengangkat tangan dalam berdo’a telah datang dari Nabi Muhammad shallallah ‘alaihi wasallam dengan jalan yang banyak(Tawaatur).

Apabila engkau melihatnya melakukan hal tersebut, maka ajarilah dia! Beritahukanlah kepadanya bahwa mengangkat tangan untuk berdo’a setelah shalat lima waktu, tidak ada ajarannya dari Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Apabila dia menolak, maka kita tidak bisa menvonis dia telah berbuat bid’ah.

Sebagaimana yang telah kami jelaskan, bahwasanya disana ada dalil-dalil umum diberbagai tempat, bahkan sampai batasan tawaatur, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam mengangkat tangannya ketika berdo’a.”

Wallahu ta’ala a’lam.

مجموع فتاوى الشيخ ربيع 15/486

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
✏Dikirim oleh: Ahmad Al-Jawy

(Salah satu thullab Darul Hadits Fuyus, Yaman)
SLN 3

WA Ittiba’us Sunnah

Dinukil dari:http://ittibaus-sunnah.net/berdoa-dengan-mengangkat-tangan-setelah-sholat-fardhu/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s