Category Archives: FATWA ULAMA

BOLEHKAH BERTANYA BERAPA PENGHASILAN SUAMI?


💐🌻🌷🌹 BOLEHKAH BERTANYA BERAPA PENGHASILAN SUAMI?

✍🏻 Asy-Syaikh Musthafa Mabram hafizhahullah

📪 Pertanyaan: Bolehkah seorang istri untuk bertanya kepada suaminya tentang berapa gaji bulanan dan pemasukannya, karena menurutnya itu sebagai bukti adanya saling percaya diantara suami istri?

🔓 Jawaban: Tidak, hal itu tidak boleh bagi istri, dan suami tidak wajib baginya untuk memberitahunya jika dia tidak meremehkan dalam menafkahi istrinya dengan cara yang baik dan sesuai keumuman, yaitu nafkah yang pertengahan (tidak berlebihan atau standar orang kaya dan juga tidak kurang atau standar orang miskin -pent). Jadi jika dia telah menafkahi istrinya maka tidak sepantasnya bagi istrinya tersebut untuk menanyakan sesuatu yang tidak dia beritahukan kepadanya sama sekali, terlebih lagi jika seorang istri melihat suaminya bisa tersinggung atau keberatan jika ditanya berapa penghasilannya dan berapa yang masih tersisa darinya? Jadi bagaimanapun tidak sepantasnya untuk melakukan semacam ini.

📚 Syarh al-Qawaid al-Fiqhiyyah, pelajaran ke-2

🌐 Sumber || http://telegram.me/fawaidmbrm

———

هل من حقّ الزَّوجة أن تسأل زوجها عن راتبه الشَّهري وعن دخله زعمًا منها أنَّ ذلك دليل على الثِّقة بين الزَّوجين؟

لا، ليس لها ذلك ولا يجب عليه أن يُخبرها إذا كان لا يُقصِّر في نفقتها بالمعروف المتعارف عليه وهو نفقة أوسط النَّاس، فإذا كان يُنفق عليها فإنَّها لا ينبغي لها أن تسأل عن شيء لم يُخبرها به أصلًا، خصوصًا إذا رأت المرأة أنَّ زوجها ربَّما يمتعض من هذا الأمر وما يُحصِّله وما بقيَ عنده، فلا ينبغي على كلِّ حال فعل هذا.

🌎 Kunjungi || http://forumsalafy.net/bolehkah-bertanya-berapa-penghasilan-suami/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

PERBEDAAN ANTARA SEORANG YANG LEMAH KESALAFIYAHANNYA DENGAN SEORANG MUMAYYI’ (YANG LEMBEK MANHAJNYA)


Mutiara Pesan Asy-Syaikh Rabi’”

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah tentang apakah perbedaan antara seorang yang lemah kesalafiyahannya dengan seorang yang lembek manhajnya?
Beliau -barakallahu fihi- menjawab:
Seorang yang lemah kesalafiyahannya adalah seorang yang pada dasar prinsipnya adalah salafiyyah. Prinsipnya sama dengan prinsip kita bahwa firqah ikhwaniyyah, firqah tablighiyyah dan firqah-firqah lainnya adalah firqah yang sesat, yang berhak mendapatkan hajr (pemboikotan), dia membenci mereka, akan tetapi dia lemah dalam bersikap.
Sebagai contoh dia berjabat tangan dan memberi salam kepada seorang ikhwany dengan keyakinannya bahwa mereka di atas kesesatan. Akan tetapi dia melakukan hal tersebut kepadanya karena adanya suatu hubungan tertentu, hubungan pertemanan, hubungan bisnis, karena perasaan malu (tidak enak), atau karena adanya sebuah mashlahat yang dia sangka baik padahal sebenarnya adalah buruk. Maka dikatakan bahwa orang tersebut lemah dalam bersikap.
Adapun orang yang lembek manhajnya adalah seorang yang dasar prinsipnya rusak dan dia menampakkan dirinya dengan pakaian salafiyyah, sementara dia meyakini bahwa manhaj ahlus sunnah adalah luas, mencakup di dalamnya ikhwaniyyah, tablighiyyah dan yang lainnya dan meyakini bahwa mereka termasuk ahlus sunnah. Dia juga berupaya menetapkan dan mempromosikan (prinsipnya tersebut) di tengah-tengah salafiyyin/ahlus sunnah dengan penetapan dan kaidah-kaidah yang bathil. Dia ingin menghancurkan pagar pembatas antara ahlus sunnah dan ahlul bid’ah, menghancurkan prinsip al-bara` (berlepas diri dari kebid’ahan dan pelakunya, pent.) dari ahlul bid’ah dengan kaidah-kaidah yang rusak. Dia ingin menetapkan secara berbeda manhaj al-wala` wal bara`, serta berupaya untuk menampakkan diri dengan kesalafiyahan.
Seperti ‘Adnan ‘Ar-ur dan Al-Ma`riby, mereka merusak para pemuda salafi dengan cara menetapkan kaidah-kaidah yang rusak yang melenyapkan manhaj al-wala` wal bara`.

Maka perbedaan (di antara keduanya) sangat jelas barakallahu fiikum.

Pertanyaan ini diajukan kepada beliau pada pertengahan bulan Rabi’uts Tsani 1425 H.

Sumber artikel: Situs Sahab As-Salafiyyah.

Alih Bahasa : Al- Akh Umar Ubadah

Salafy Lintas Negara ✈

Teks arab

#الفـرق بين السلفي الضعيف و المـميع#
من درر ربيع السنَّة
الشيخ العلامة الوالد أبو محمد ربيع بن هادي المدخلي
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على خاتم النبيين وعلى آله وصحبه والتابعين لهم بإحسان إلي يوم الدين..
فهذا سؤال وجه للشيخ ربيع حفظه الله عن ما هو الفرق بين السلفي الضعيف و المميع؟
فقال بارك الله فيه : السلفي الضعيف من كانت أصولهُ سلفية فهو معنا على أن الإخوان و التبليغ و غيرهم من الفِرَق أنهم فِرَقٌ ضالةٌ، و أنَّهم يستحقون الهجر، و أنَّه يُبغضهم ، و لكنه يضعف في موقف، فمثلاً يصافح و يسلّم على إخواني مع اعتقاده أنَّهم على ضلال ، و لكنه فعل ذلك مع هذا الشخص لعلاقة أو صداقة أو معاملة تجارة أو خجل أو مصلحة ظنها صالحة و هي فاسدة، فهذا يقال أنَّه ضعف في هذا الموقف، أمَّا المُميّع فهو الذي أصوله فاسدةٌ أصلاً و يلبس ثوب السلفية و يتظاهر بذلك ،و هو يعتقد أن منهج أهل السَّنة و اسعٌ يسع حتى الإخوان و التبليغ و غيرهم و أنهم من أهل السّنة، و يسعى في تقرير ذلك بين السلفيين بتأصيلات و قواعد باطلة ، فهو يريد أن يهدم السور الواقي بين السلفيين و أهل البدع ، أن يهدم البراء من أهل البدع بقواعد فاسدة، يريد أن يقضي على التمايز على منهج الولاء و البراء و يستغل كونه يتظاهر بالسلفية ، مثل عدنان عرور و مثل المآربي فهؤلاء يعيثوا في الشباب السلفي فساداً بتأصيل قواعد فاسدة تُميتُ منهج الولاء و البراء ، فالفرق واضح بارك الله فيكم.

تاريخ السؤال منتصف ربيع الثاني عام 1425 هـ
المصدر شبكة سحاب السلفية

مــا هو الفـرق بين السلفي الضعيف و المـميع.من درر ربيع السنَّة – المنبر الإسلامي – شبكة سحاب السلفية – [# LINK_TEXT #] bagus, Silakan lihat! http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=128231

Dinukil dari: http://www.happyislam.com/2015/10/perbedaan-antara-seorang-yang-lemah-keslafiyahannya-dg-mumayyi.html

SEORANG PEMUDA SALAFY YANG TIDAK MENUNDUKKAN PANDANGANNYA TERHADAP WANITA AJNABIYYAH PERTANDA BAHWA SALAFIYYAH BELUM KOKOH DALAM HATINYA


Pertanyaan :

Saya seorang salafy yang sudah menikah, saya mencintai dakwah salafiyyah dan mencintai kebaikan untuk ummat namun aku sangat lemah, aku mencintai wanita dan melihat mereka di jalan dan terkadang aku berbicara dengan mereka padahal aku tahu bahwa aku telah bermaksiat dan aku khawatir terjatuh dalam perzinahan lantas apa yang engkau nasehatkan kepadaku ?

Syaikh Zaid Bin Muhammad Hadi Al Madkholy رحمه الله menjawab :
Pada hakikatnya jika ini yang terjadi maka berarti salafiyyah belum kokoh di hatinya. Dikarenakan salafiyyah adalah ilmu dan amal dan diantara ilmu ialah mengenal perkara harom yang membuat Allah marah. Adapun amal ialah upaya meninggalkan perkara harom dan mencukupkan dengan yang halal.

Apabila seseorang terjatuh dalam perkara harom maka ia hendaknya segera menahan dirinya dan bertaubat kepada Allah dan barangkali ia berwudhu dan melaksanakan sholat dua rokaat dengan jujur serta menampakkan taubatnya dihadapan Allah ‘azza wa jalla dan Allah akan memberi kemuliaan kepadanya dengan menerima taubatnya.
Adapun yang disebutkan penanya berupa bentuk kelemahan yakni apabila ia keluar rumah ia mengumbar pandangannya kepada perempuan ajnabiyyah dan bernikmat-nikmat dengannya maka ini merupakan kemungkaran padahal ia mampu mencegah dirinya dan menahannya dari tempat-tempat yang didapati hal semacam ini.
Allahul musta’an, hendaknya ia menyayangi dirinya dan hendaknya ia melaksanakan perintah Allah :
قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم ويحفظوا فروجهم
“Katakanlah kepada kaum mukminin hendaklah mereka menundukkan pandangan-pandangan mereka dan menjaga kemaluan-kemaluan mereka”.

Dikarenakan memandang merupakan zina dan bisa mengantarkan kepada zina yang lebih besar yaitu perbuatan keji wal ‘iyadzu billah.
Apabila seseorang terjatuh dalam perbuatan zina niscaya hilang amalannya kecuali jika Allah meliputinya dengan rohmatNya.

Maka kami peringatkan saudara dan kami membimbingnya untuk semampunya mengekang dirinya dengan tali kekang taqwa dan memalingkan pandangannya, apabila ia melihat perempuan ajnabiyyah di jalan maka hendaklah ia memalingkan pandangannya dalam rangka taat kepada Allah dan takut dari hukuman Allah serta mengamalkan wasiat Allah yang mengandung rohmah dan kebaikan yang banyak yang wasiat tersebut untuk kita semua dan untuk sang penanya.

Sumber artikel :http://www.sahab.net/forums/?showtopic=128566

Disalin dari Channel telegram.me/dinulqoyyim

Dinukil dari: http://www.happyislam.com/2017/02/memandang-wanita-ajnabiyyah-pertanda.html

BOLEHKAH MEMINTA “BANTUAN” AGAR TIDAK MEMBAYAR TILANG


💥⛔❌🔥 BOLEHKAH MEMINTA “BANTUAN” AGAR TIDAK MEMBAYAR TILANG

✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

«لا يجوز إدخال الواسطة من أجل التخلُّص من غرامة مرورية أو غيرها»

“Tidak boleh memasukkan perantara agar terbebas dari denda pelanggaran lalu lintas atau selainnya.”

📚 Liqa’ Baabil Maftuh, no. 144

🌍 Sumber || https://twitter.com/imamothaimeen/status/793451429553905665

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

MEMPOSISIKAN KEPALA MAYIT DI SEBELAH KANAN IMAM UNTUK SHALAT JENAZAH BUKANLAH SEBUAH KEHARUSAN


🌹🔰📛💥 📛🍂💡🌺 MEMPOSISIKAN KEPALA MAYIT DI SEBELAH KANAN IMAM UNTUK SHALAT JENAZAH BUKANLAH SEBUAH KEHARUSAN

📪 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rahimahullaah- pernah ditanya:

“Apakah disyariatkan meletakkan kepala jenazah di sebelah kanan imam ketika menyolatkannya ?”

🔓 Maka beliau menjawab:

“Aku tidak mengetahui adanya sunnah (Rasul, pent.) dalam hal ini. Oleh karenanya, sudah semestinya bagi imam yang biasa menyolatkan jenazah agar sesekali menjadikan kepala jenazah di sebelah kirinya, sehingga menjadi jelas bagi masyarakat bahwa memposisikan kepala di sebelah kanan bukanlah sebuah kewajiban. Sebab, orang-orang meyakini bahwa kepala jenazah itu harus berada di sebelah kanan imam, dan ini tidak ada asalnya”.

📚 Selesai dari Majmu’ al-Fataawa (17/101).

سئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله: ” هل وضع رأس الميت عن يمين الإمام مشروع عند الصلاة عليه؟

فأجاب: “لا أعلم بهذا سنة، ولذلك ينبغي للإمام الذي يصلي على الجنازة أن يجعل رأس الجنازة عن يساره أحياناً حتى يتبين للناس أنه ليس واجباً أن يكون الرأس عن اليمين، لأن الناس يعتقدون أنه لابد أن يكون رأس الجنازة عن يمين الإمام، وهذا لا أصل له”. انتهى من ” مجموع الفتاوى ” (17/101).

✍🏻 Alih Bahasa : Ustadz Muhammad Higa hafizhahullah

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

AMERIKA INGIN MERUSAK GAMBARAN ISLAM YANG SEBENARNYA AGAR ISLAM DIMUSUHI DUNIA


💥⛔❌🔥 AMERIKA INGIN MERUSAK GAMBARAN ISLAM YANG SEBENARNYA AGAR ISLAM DIMUSUHI DUNIA

Jenderal Amerika Serikat, Wesley Clark seorang ahli strategi jangka panjang untuk pasukan tempur AS di dunia, dalam sebuah kuliah di Universitas Oklahoma mengatakan:

“Siapa yang menyangka bahwa kami pergi ke Irak dan Afghanistan sebagai balasan atas peristiwa 11 September, maka hendaklah dia memperbaiki kesalahannya. Kami pergi untuk masalah yang bernama Islam. Kami tidak ingin proyek ini tetap bebas dalam keadaan umat Islam mendefinisikan apa yang disebut dengan Islam, tetapi kamilah yang ingin mendefinisikan untuk mereka apa itu Islam.”

🌍 Sumber || https://twitter.com/momalbaz/status/787056602348126208

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

MENGAPA ORANG TIDAK MAU MENGIKUTI SUNNAH RASULULLAH


💐🌷🌹🌻 MENGAPA ORANG TIDAK MAU MENGIKUTI SUNNAH RASULULLAH

✍🏻 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

«الذي يمنعُ الإنسانَ من اتّباع الرسول ﷺ شيئان: إما الجهلُ وإِما فسادُ القصد»

“Yang menghalangi seseorang dari sikap mengikuti petunjuk Rasul shallallahu alaihi was sallam ada dua hal; bisa jadi kebodohan, atau bisa jadi tujuan yang rusak.”

📚 Majmu’ul Fatawa, jilid 15 hlm. 93

🌍 Sumber || https://twitter.com/alsalafy/status/794438496438075392

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎