Category Archives: Pakaian

Hukum Memakai Peci Nasional


Tanya:

Bagaimana hukum memakai peci nasional (Songkok)? Apakah itu termasuk tasyabuh?

+6285464xxxxxx

Dijawab oleh: al Ustadz Qomar Suadi

Boleh memakai peci tersebut, itu ciri khas muslimin di negeri kita, bukan tasyabbuh.

Dinukil dari: Majalah Asy Syariah Vol. VIII/No. 87/1433 H/2012 Halaman 47  dalam rubrik “Tanya Jawab Ringkas”

 

Hukum Memakai Baju Olahraga Klub-Klub Eropa, Terlebih untuk Anak-anak


Dijawab oleh: Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Seorang bertanya: Pada masa-masa akhir ini telah tersebar banyak pakaian-pakaian olahraga klub eropa. Kadang padanya ditemukan nama-nama pemain dan jiwa anak-anak kita terikat dengan para pemain itu … Apa hukum pakaian ini. Barakallahu fikum.

Syaikh menjawab:

TIDAK BOLEH kita memakai pakaian-pakaian orang kafir, kita bertasyabbuh (menyerupai) mereka. Demikian juga tidak pada pakaian-pakaian yang tertulis padanya nama-nama orang-orang kafir atau simbol-simbol orang-orang kafir atau lebih besar dari itu baik berupa salib atau yang semisalnya. Ini tidak boleh. Seorang muslim hendaknya memakai pakaian syari tidak memakai pakaian orang-orang kafir.

Sekarang -sangat disayangkan- tempat-tempat pajangan pakaian-pakaian dimana tidak engkau temukan disana pakaian sesuai dengan ketentuan syariat. Engkau hanya bisa mendapati di sana pakian barat baik untuk lelaki, wanita, besar atau kecil. Maka wajib seorang untuk menjauhi pakaian-pakaian ini dan tidak membelinya tidak memakainya dan tidak memakaikan pada keluarganya baik wanita atau anak-anak. Alhamdulillah, dia bisa membeli kain, dia potong lalu dia jahit sesuai dengan ketentuan syariat. …[1]

(Dari kajian Aqidatuna fil Wala’ wal Bara’ melalui http://www.sahab.net/ forums/index.php?showtopic=123708&view=findpost&p=608981)

Aslinya:

وهذا يسأل يقول : انتشرت في الآونة الأخيرة كثرة الملابس الرياضية للأندية الأروبية ، والتي ربما وجد على بعضها أسماء هؤلاء اللاعبين ويتعلق نفوس أبنائنا بهؤلاء اللاعبين .. فما حكم هذه الألبسة ؟ بارك الله فيكم . العلامة صالح الفوزان حفظه الله :لا يجوز لنا أن نلبس ملابس الكفار نتشبه بهم ولا الملابس المكتوب عليها أسماء الكفار أو رموز الكفار أو أعظم من ذلك الصليب أو ما أشبه ذلك لا يجوز هذا ، المسلم يلبس اللباس الشرعي ولا يلبس ملابس الكفار ، والآن مع الأسف معارض الألبسة ما تجد فيها ملابس على مقتضى الشريعة إنما تجد فيها ملابس غربية للذكور والإناث وللكبار وللصغار فعلى المسلم أنه يبتعد عن هذه الملابس ولا يشتريها ولا يلبسها ولا يُلَبّسها نساءَه ولا أطفاله ، الحمد لله يشتري قماشا ويفصله ويخيطه على الصفة الشرعية . نعم .


[1] Masalah menyerupai orang kafir pada perkara dhahir sangat mempengaruhi perkara bathin seseorang, baik pada pakaian atau yang lainnya. (tambahan)

Dinukil dari: http://salafys.wordpress.com/2011/11/04/hukum-memakai-baju-olahraga-klub-klub-eropa/

Wanita Berjilbab Tetapi Memakai Celana Panjang


Tanya:

Apa hukum wanita yang berjilbab dengan bawahan memakai celana panjang? Umumnya celana panjang dipakai laki-laki. Dalam hadits, Abu Hurairah radhialloohu’anhu mengatakan, “Rasulullah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita & wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah)
Agung, Sragen
+6287836xxxxxx

Dijawab oleh: al-Ustadz Muhammad Afifuddin dan al-Ustadz Qomar Suaidi

Jika celana panjang khusus wanita, itu lebih afdal karena lebih tertutup. (Hanya saja, ia memakainya di dalam baju kurung yang lebar dan memenuhi syarat jilbab yang syar’i. Jika ia hanya memakai celana panjang saja tanpa baju kurung, ini tidak diperbolehkan karena tetap akan menampakkan bentuk aurat.)

Adapun jika memakai celana laki-laki, haram. Ia terkena hadits tersebut. Di masyarakat kita sudah ma’ruf (dikenal) perbedaan antara celana wanita dan celana laki-laki.

Dinukil dari: http://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-75.html

Hukum Pakaian Wanita Yang Diberi Hiasan


Penulis: Komisi Tetap Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa KSA

Pertanyaan pertama dari fatwa no. 10432

Pertanyaan 1:

Apakah diperbolehkan bagi wanita untuk keluar rumah mereka mengenakan pakaian diberi hiasan?

Jawaban:

Hal ini tidak diperbolehkan bagi seorang wanita untuk meninggalkan rumahnya dengan pakaian yang diberi hiasan sehingga menarik perhatian orang, karena hal ini sesuatu yang dapat menggoda pria, mengalihkan perhatian mereka dari agama mereka , dan menyebabkan kerugian bagi dia. Wabillaahi Taufiq. Shalallahu wa salaman ‘ala nabiyina wa alihi wa shabihi aj ma’in.

Komisi Tetap Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa KSA

Ketua: ` Abdul `Aziz bin` Abdullah bin Baz

Wakil Ketua : ` Abdul-Razzaq `Afify

Anggota :`Abdullah bin Ghudayyan

Anggota : `Abdullah bin Qa` ud

Terjemahan dari:

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&BookID=7&PageID=6380&back=true

Mengenakan Celana Pendek Saat Berenang


Penulis: Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa KSA

Pertanyaan keempat dari Fatwa no. 4900 (24/38)

Tanya 4:

Apakah diperbolehkan untuk memakai celana pendek untuk berenang, meskipun mereka menunjukkan bagian dari paha dan pusar?

Jawab:

Jika celana pendek menutupi `auratnya (bagian tubuh yang harus ditutupi di depan umum), yang merupakan daerah antara pusar dan lutut bagi laki-laki, dan lebar dan tidak transparan, maka diijinkan untuk memakainya. Jika tidak, itu tidak diperbolehkan.

Wabillaahi taufiq. Washalatu wassalamu ‘ala nabiyina muhammad wa’ala alihi wa shabihi ajmain.

Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa KSA

Ketua: ` Abdul `Aziz bin` Abdullah bin Baz

Wakil Ketua : ` Abdul-Razzaq `Afify

Anggota: `Abdullah bin Ghudayyan

Anggota  : `Abdullah bin Qa` ud

Terjemahan dari:

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&BookID=7&PageID=9331&back=true

Hukum Seragam Sekolah


Tanya:

Bagaimana hukumnya seragam TK di suatau lembaga pendidikan yang bermanhaj salaf?

08532xxxxxx

Dijawab Oleh: al-Ustadz Muhammad Afifudin

afdal tanpa seragam karena tidak ada contoh dari salaf. Namun, apabila memang terpaksa harus menggunakanya diperbolehkan dengan syarat:

  1. Tidak ada gambar mahluk bernyawa
  2. Bukan pakaian yang tasyabuhdengan orang kafir (ciri khas mereka)
  3. Menutup aurat.
  4. Tidak ada unsur  wala’ dan bara’ karenanya.

Lebih baik semua memakai jubah putih dan yang putri memakai jubah hitam lengkap dengan cadarnya. Waffaqakumullah.

Dinukil dari :

Majalah Asy Syariah Volume VII/No. 80/1433 H/2012 halaman 34 dalam rubrik Tanya Jawab Ringkas

Melepas Hijab Saat Hari Pernikahan


Penulis: Komite Tetap Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa KSA

Pertanyaan kesepuluh dari fatwa no. 19282  (Bab 17;  Halaman 200)

Tanya 1:

Apa hukum syariat terhadap seorang wanita melepas jilbabnya pada hari pernikahannya?

Jawab:

Hal ini tidak diperbolehkan bagi seorang wanita untuk melepas jilbab di depan orang yang bukan mahram  pada hari pernikahannya, atau pada waktu lainnya.
Wabillaahi taufiq. Semoga damai dan rahmat Allooh atas Nabi Muhammad shalalloohu ‘alaihi wassalam, keluarganya, dan sahabat.

Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan ‘Ifta

Member Ketua: ` Abdul `Aziz bin Abdullah bin Baz`

Wakil Ketua: `Abdul` Aziz bin `Abdullah Al Al-Syaikh

Anggota:
Bakr bin Abdullah Abu Zaid

Shalih bin Fawzan Al-Fawzan

Terjemahan  dari:

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&BookID=7&PageID=6469&back=true