Category Archives: Pernikahan

HUKUM MAHRAM BAGI SEORANG PRIA YANG TELAH MENCERAIKAN ISTRINYA DAN MANTAN ISTRINYA MEMILIKI ANAK PEREMPUAN DARI PRIA LAIN 


Penuhilah Harimu Dengan Ilmu:

🌹📜SILSILAH FATWA ULAMA

❓pertanyaan:
Seorang wanita yang telah dicerai jika ia menikah dengan pria lain lalu darinya ia melahirkan anak-anak perempuan, maka apakah suaminya yang pertama (mantan suami) adalah mahram bagi anak-anak perempuannya dari suaminya yang kedua?

✅ jawab:
Ya… ia adalah mahram, seorang wanita jika telah dicerai dan ia dinikahi oleh pria lain dan darinya ia menghasilkan anak-anak perempuan maka sungguh suaminya yang pertama adalah mahram bagi anak-anak perempuannya dari suaminya yang kedua, dan demikian juga kalau seandainya ia memiliki anak-anak perempuan dari suami yang terdahulu sedangkan ia menikah dengan pria lain maka suaminya yang lain yang ia adalah yang terakhir boleh anak-anak perempuannya menyingkap wajah mereka untuknya, sebab anak-anak perempuan seorang wanita adalah mahram bagi suaminya yang bukan ayah mereka sama saja yang terdahulu atau yang akan datang.

✍🏻 oleh Al-allamah Muhammad Bin Shaleh Al-utsaimin rahimahullah

📔[silsilah al-liqa asy-syahri (49)

📝 السؤال:

 المرأة المطلقة إذا تزوجت من رجل آخر فأنجبت منه بنات، فهل زوجها الأول محرم لبناتها من زوجها الثاني ❓
📨 الجواب:

❍ نعم هو محرم، المرأة إذا طلقت وتزوجها رجل آخر وأتت منه ببنات فإن زوجها الأول محرم لبناتها من زوجها الثاني، وكذلك لو كانت عندها بنات من زوج سابق وتزوجت آخر فلزوجها الآخر – الذي هو الأخير – أن تكشف له بناتها من الزوج الأول، إذاً بنات المرأة محارم لزوجها الذي ليس أباً لهن سواء كان سابقاً أو لاحقاً.❍

•———•✬(✪)✬•———-•
✍ للعلامة فقيه الزمان / محمد بن صالح العثيمين – رحمه الله وغفر له –
📠 المصدر: 

سلسلة اللقاء الشهري

 اللقاء الشهري [49] فتاوى المرأة النكاح والطلاق > المحرمات من النساء

🌐 https://telegram.me/manhaj_salafy

CIRI-CIRI ISTRI SHALIHAH


Penuhilah Harimu Dengan Ilmu:

✅CIRI-CIRI ISTRI SHALIHAH

📝Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah:
“Wanita (istri) shalihah ialah yang selalu di dalam menemani suaminya yakni suami yang shalih bertahun-tahun lamanya, dan ia (istri) ialah kesenangan (harta) bagi dirinya (suami) yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
الدنيا متاع وخير متاعها المرأة المؤمنة, إن نظرت إليها أعجبتك وإن أمرتها أطاعتك وإن غبت عنها حفظتك فى نفسها ومالك
“Dunia adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangannya adalah istri yang mukminah (shalihah), jika engkau memandangnya niscaya ia membuat engkau kagum, jika engkau memerintahnya niscaya ia mematuhimu, dan jika engkau tidak ada disampingnya niscaya ia menjagamu di dalam dirinya dan hartamu”.
Dan dialah yang diperintahkan oleh Nabi di dalam sabdanya tatkala kaum muhajirin bertanya kepada beliau: harta apakah yang kami harus cari? Maka beliau menjawab: lisan yang berdzikir, hati yang bersyukur atau istri shalihah yang menolong salah seorang kalian di atas keimanannya. [HR. Turmuzi dari hadits Salim Bin Abil ja’ad dari Tsauban.
Dan darinya terdapat cinta dan kasih sayang yang Allah telah memberikan anugerah kepadanya di dalam kitab-Nya, maka pedihnya perpisahan (perceraian) adalah sangat pedih  atas dirinya dari pada kematian terkadang, lebih pedih dari pada hilangnya harta dan lebih pedih dari pada meninggalkan kampung halaman, secara khusus jika pada salah satu dari keduanya terdapat hubungan erat (saling mencintai) atau diantara keduanya terdapat anak-anak yang terlantar akibat perpisahan (perceraian) tersebut dan merusak keadaan mereka”.

📚[majmu al-fatawa (35/299)]

🌐 https://telegram.me/manhaj_salafy

HUKUM MEMPELAI PRIA MENJABAT TANGAN WALI MEMPELAI WANITA KETIKA AKAD NIKAH


Salafy Indonesia:

✋🏻💥💡🌱 HUKUM MEMPELAI PRIA MENJABAT TANGAN WALI MEMPELAI WANITA KETIKA AKAD NIKAH
📂 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
📪 Pertanyaan:Seorang penghulu ketika akad nikah menggenggamkan tangan mempelai pria dengan tangan wali mempelai wanita dan menggabungkan tangan mereka bersamaan di bawah tangannya ketika akad nikah sedang berlangsung dan mengucapkan banyak kalimat.
wahai Samahatusy Syaikh, sifat seperti ini, Seorang Penghulu yang menggenggamkan tangan mempelai pria dengan menjabat tangan wali mempelai wanita, apakah yang seperti ini ada dalilnya dalam syari’at?
🔓 Jawaban: Amalan yang seperti ini tidak ada asalnya. Yang ada hanyalah dengan membaca khutbah nikah, “Innal hamda lillah…” dan seterusnya, dan wali mengatakan misalnya, “Saya nikahkan engkau dengan anak perempuanku…” atau, “Saya nikahkah engkau dengan saudara perempuanku…” dan mempelai pria mengatakan, “Saya terima.” Begitu saja.
💡 Adapun mempelai pria menjabat tangan wali mempelai wanita, ini merupakan perkara yang tidak ada asalnya, ini merupakan bid’ah yang memang tidak ada asalnya. Yang disyariatkan hanyalah menikahkan mereka dengan membaca khutbah, “Innalhamda lillah nahmuduhu  wa wa nasta’inuhu…” dan seterusnya, lalu wali mempelai wanita yaitu ayahnya, atau saudara laki-laki-lakinya, atau anak laki-lakinya, atau yang semisalnya, cukup mengatakan, “Wahai fulan, saya nikahkan engkau dengan fulanah.” Dan mempelai pria cukup mengatakan, “Saya terima pernikahan ini.” Kemudian wali mengatakan, “Barakallahu laka…” dan mendoakan untuk kedua mempelai.”
📚 http://www.binbaz.org.sa/node/19782
🌍 Saluran Telegram asy-Syaikh Fawaz al-Madkhaly hafizhahullah
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/hukum-mempelai-pria-menjabat-tangan-wali-mempelai-wanita-ketika-akad-nikah/

⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫

KEUTAMAAN MENIKAH


Salafy Indonesia:

🌷💡🍒🔥 KEUTAMAAN MENIKAH
✍🏻 Al-Allamah Ahmad bin Yahya an-Najmy rahimahullah
📬 Pertanyaan:
‏بماذا تطيب الحياة للرجل والمرأة في هذه الدنيا ؟
Dengan apa ketentraman hidup bagi seorang pria dan wanita di dunia ini?
🔓 Jawaban:
فالرجل لا يتم حاله ولا تطيب له الحياة إلا بالزوجة الصالحة
Seorang pria tidak akan sempurna keadaannya dan tidak akan tentram kehidupannya, kecuali dengan isteri yang shalehah.
– والمرأة لا تطمئن ولا تطيب لها الحياة إلا بالزوج الصالح
Dan seorang wanita tidak akan tenang dan tidak akan tentram kehidupannya kecuali dengan suami yang shaleh.
[Ta’sisul Ahkam 4/172]
🌏 Sumber || https://telegram.me/alnajmi_zaid

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

KEUTAMAAN MENIKAH


Salafy Indonesia:

🌷💡🍒🔥 KEUTAMAAN MENIKAH
✍🏻 Al-Allamah Ahmad bin Yahya an-Najmy rahimahullah
📬 Pertanyaan:
‏بماذا تطيب الحياة للرجل والمرأة في هذه الدنيا ؟
Dengan apa ketentraman hidup bagi seorang pria dan wanita di dunia ini?
🔓 Jawaban:
فالرجل لا يتم حاله ولا تطيب له الحياة إلا بالزوجة الصالحة
Seorang pria tidak akan sempurna keadaannya dan tidak akan tentram kehidupannya, kecuali dengan isteri yang shalehah.
– والمرأة لا تطمئن ولا تطيب لها الحياة إلا بالزوج الصالح
Dan seorang wanita tidak akan tenang dan tidak akan tentram kehidupannya kecuali dengan suami yang shaleh.
[Ta’sisul Ahkam 4/172]
🌏 Sumber || https://telegram.me/alnajmi_zaid
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎

KEUTAMAAN MENIKAH


Salafy Indonesia:

🌷💡🍒🔥 KEUTAMAAN MENIKAH
✍🏻 Al-Allamah Ahmad bin Yahya an-Najmy rahimahullah
📬 Pertanyaan:
‏بماذا تطيب الحياة للرجل والمرأة في هذه الدنيا ؟
Dengan apa ketentraman hidup bagi seorang pria dan wanita di dunia ini?
🔓 Jawaban:
فالرجل لا يتم حاله ولا تطيب له الحياة إلا بالزوجة الصالحة
Seorang pria tidak akan sempurna keadaannya dan tidak akan tentram kehidupannya, kecuali dengan isteri yang shalehah.
– والمرأة لا تطمئن ولا تطيب لها الحياة إلا بالزوج الصالح
Dan seorang wanita tidak akan tenang dan tidak akan tentram kehidupannya kecuali dengan suami yang shaleh.
[Ta’sisul Ahkam 4/172]
🌏 Sumber || https://telegram.me/alnajmi_zaid
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎

WALI BOLEH MENOLAK JIKA YANG MELAMAR JELEK AGAMA DAN AKHLAQNYA


💥⛔️❌🔥 WALI BOLEH MENOLAK JIKA YANG MELAMAR JELEK AGAMA DAN AKHLAQNYA

✍🏼 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

‏وإن تقدَّم للمرأة من ليس أهلًا في دينه وخُلقه ورَضِيَت هي ورفض وليها، فيقدَّم رأي الولي ولا تُزَوَّج من هذا الشخص مهما تعلَّقت به.

“Jika seorang wanita dilamar oleh pria yang tidak baik agama dan akhlaqnya, dan wanita tersebut menerimanya, namun walinya menolak, maka yang didahulukan adalah pendapat walinya, dan wanita tersebut tidak boleh dinikahkan dengan pria tadi, betapapun dia tertarik dengannya.”

📚 Majmu’ul Fatawa, jilid 18 hlm. 527

🌍 Sumber || https://twitter.com/MonjedHaddad/status/854982991533178881

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎