HUKUM SALAT DI DALAM MIHRAB


🕋❓ HUKUM SALAT DI DALAM MIHRAB
✍🏻 Syaikh Abu Anas Muhammad bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah
❓ Tanya:

Apa hukum salat di dalam mihrab?
💡 Jawab:

💐 Boleh dan tidak mengapa melakukannya. Malik rahimahullah dan sebagian salaf terdahulu membenci untuk salat di dalam thaq yang itu adalah mihrab sekarang. Akan tetapi, setelah itu, ulama seluruhnya menyelisihi hal ini dan amalan pun tetap pada hal tersebut. Segala puji bagi Allah tabaraka wata’ala.
🔊 Audio:

https://archive.org/download/syaikhmuhammad/syaikhmuhammad.mp3
•┈┈•┈┈•⊰✿📚✿⊱•┈┈•┈┈•

#salat #fatwa
🌍 Website: tashfiyah.com ||| telegram.tashfiyah.com

📱 Gabung Channel Majalah Tashfiyah : bit.ly/telegram_tashfiyah

Ahlus Sunnah Mendoakan Waliyyul amri


📌💺🚀 Ahlus Sunnah Mendoakan Waliyyul amri
🎓 Al-Imam al-Barbahari rahimahumallahberkata, “Apabila engkau melihat ada orang yang mendoakan kebaikan untuk penguasa, ketahuilah dia seorang Ahlus Sunnah, insya Allah.”
⛵ Al-Imam Fudhail bin Iyadhrahimahumallah berkata, “Sekiranya aku mempunyai doa (yang terkabul), aku tidak akan mengarahkannya kecuali untuk penguasa.”
📌 Seseorang bertanya, “Hai Abu Ali (Fudhail), jelaskan maksud kalimat ini kepada kami semua.”
📚 Al-Imam Fudhail rahimahumallahmenjawab, “Jika aku arahkan pada diriku, kebaikannya tidak akan kembali kecuali kepada diriku. Akan tetapi, jika aku arahkan kepada penguasa, penguasa itu akan menjadi baik sehingga baiklah keadaan rakyat dan negara.”
🌾 Maka dari itu, kita diperintah mendoakan waliyyul amri dengan kebaikan serta dilarang mencemooh atau memberontaknya walaupun penguasa itu zalim dan jahat. Sebab, kezaliman dan kejahatannya kembali kepada dirinya sendiri, sedangkan kebaikannya selain kembali kepada dirinya juga untuk seluruh muslimin.” (Syarhu Sunnah) Di dalam kitab I’tiqad Ahlus Sunnah,al-Imam al-Isma’ili rahimahumallah mengemukakan bahwa mereka, Ahlus Sunnah, memandang harusnya mendoakan kebaikan bagi penguasa dan mendorongnya berbuat adil. Ahlus Sunnah tidak memandang bolehnya memberontak dengan pedang/ senjata.
📑 Al-Imam ath-Thahawi rahimahumallahmengatakan, “Kami, Ahlus Sunnah, mendoakan kebaikan dan keselamatan untuk waliyyul amri.” (al-Aqidah ath- Thahawiyyah)

Asy-Syaikh al-Allamah Shalih al- Fauzan menambahkan catatan penting atas apa yang telah dikemukakan al-Imam ath-Thahawi rahimahumallah di atas.
🔊 Beliau berkata, “Kami, Ahlus Sunnah, senantiasa berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala agar Allah Subhanahu wata’ala mengembalikan waliyyul amri kepada kebenaran dan meluruskan kesalahan yang ada pada mereka. Kami mendoakan kebaikan untuk mereka.
✅ Sebab, kebaikannya adalah kebaikan untuk kaum muslimin dan petunjuknya adalah petunjuk bagi kaum muslimin. Kemanfaatan yang ditimbulkannya pun akan meluas dan dirasakan oleh semua pihak. Ketika Anda berdoa kebaikan

untuk mereka, secara otomatis berdoa untuk kebaikan kaum muslimin.” (Ta’liq ala ath-Thahawiyyah)
🌈 Samahatul Allamah Ibnu Baz rahimahumallah berkata, “Sebagai bentuk tuntutan dari bai’at (janji setia) adalah menyampaikan nasihat kepada waliyyul amri. Salah satu bentuk nasihat itu ialah mendoakan waliyyul amri agar mendapatkan taufik, hidayah, dan kebaikan dalam hal niat dan amal, serta diberi pendamping yang

baik.” (ad-Dur al-Mantsur)

Menggunjing & Membicarakan Kejelekan Waliyyul amri, Ciri Ahlul Bid’ah
🗂 Al – Imam Ibnul Jauzirahimahumallah menyebutkan dalam kitab Adab al- Hasan al-Bashri, al-Hasan Basrirahimahumallah mendengar seseorang membicarakan kejelekan pemerintah lantas mengajak melakukan pemberontakan kepada al- Hajjaj (seorang penguasa yang zalim).
📊 Al-Imam al-Hasan Bashri rahimahumallah berkata, “Jangan engkau lakukan itu, semoga Allah Subhanahu wata’ala merahmatimu. Sesungguhnya kalian diberi pemimpin itu dari kalangan kalian sendiri. Kami khawatir, jika al-Hajjaj lepas dari kursi kepemimpinannya atau mati, yang menggantikannya justru dari bangsa kera dan babi (Yahudi dan Nasrani).”
⛵ Al-Allamah al-Fauzan hafizhahullah menegaskan, “Tidak boleh menjelek-jelekkan atau menggunjing waliyyul amri. Sebab, hal ini berarti pemberontakan secara maknawi layaknya pemberontakan menggunakan pedang. Yang wajib adalah mendoakannya agar mendapatkan

kebaikan dan petunjuk.”
📝 Inilah ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah. Apabila Anda mendapati ada orang yang menjelek-jelekkan dan menggunjing waliyyul amri, ketahuilah bahwa orang itu sesat akidahnya dan tidak berada di atas manhaj salaf. Sebagian orang menganggap membicarakan kejelekan dan memberontak kepada waliyyul amri adalah bentuk kecemburuan dan benci karena Allah Subhanahu wata’ala. Akan tetapi, hal itu sebenarnya adalah kecemburuan dan kebencian yang tidak pada tempatnya. Sebab, jika pemberontakan itu berhasil menggulingkan waliyyul amri, terjadilah berbagai kerusakan.” (Ta’liq ala ath- Thahawiyyah)

Wallahu a’lam.

Sumber : http://telegram.dog/tholibulilmicikarang

KESALAHAN-KESALAHAN DALAM THAWAF DAN SA’I (BAG 3)


🇸🇦🌘🕋🕌KESALAHAN-KESALAHAN DALAM THAWAF DAN SA’I (BAG 3)

1⃣5⃣Tidur ketika melakukan thawaf.

Barangsiapa yang tidur ketika melakukan thawaf maka tidak sah thawafnya dan wajib baginya mengulangi thawaf apabila bangun dari tidurnya, dan pada umumnya tidur terjadi pada orang yang melakukan thawaf dalam keadaan ia dipikul diatas kereta dorong atau tandu.
1⃣6⃣Menjadikan ka’bah di sebelah kanan anak kecil ketika ia digendong pada saat thawaf. Dan ini kesalahan, apabila anak kecil melakukan ihram dan digendong oleh walinya maka wajib sang wali menjadikan ka’bah berada di sebelah kiri anak kecil bukan di sebelah kanannya, dikarenakan apabila ia menjadikan ka’bah di sebelah kanannya maka tidak sah thawafnya.
1⃣7⃣Melakukan shalat dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim ketika kondisi berdesak-desakan dengan manusia, ini merupakan kesalahan dan bisa membahayakan orang-orang yang sedang melakukan thawaf dan itu tidak boleh.
Berkata Abu Sa’id Al Khudry radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :
((لا ضرر ولا ضرار))
“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain”.
Melakukan shalat di belakang Maqam Ibrahim hukumnya sunnah dan memudharatkan orang lain hukumnya haram, maka hendaknya seorang muslim melakukan shalat dua rakaat di tempat manapun yang mudah baginya dari Masjidil Haram dan tidak boleh memudharatkan orang lain.
1⃣8⃣Memperlama dalam beristirahat ketika melakukan thawaf tanpa adanya hajat, dan ini merupakan kesalahan dikarenakan berkesinambungan hukumnya wajib pada thawaf.
Barangsiapa yang merasa lelah maka boleh baginya beristirahat sebentar kemudian ia menyempurnakan thawafnya dan tidak boleh baginya memperlama istirahatnya.
1⃣9⃣Menetapi doa-doa khusus ketika melakukan thawaf dan ini merupakan kesalahan dikarenakan tidak ada doa khusus  pada thawaf namun seorang muslim berdoa dengan doa yang ia kehendaki kecuali ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad maka ia mengucapkan doa :
((ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار))
2⃣0⃣Melakukan thawaf di kawasan Hijr dan ini kesalahan dan tidak sah thawaf seseorang yang melakukannya, dikarenakan Hijr yang disebut oleh manusia dengan sebutan Hijr Ismail termasuk bagian Ka’bah sedangkan thawaf harus dilakukan di luar Ka’bah bukan dari dalam Ka’bah, maka wajib bagi orang yang berhaji atau melakukan umrah untuk melakukan thawaf dari luar Hijr bukan dari dalam Hijr.
2⃣1⃣Melafazhkan niat thawaf, dan ini merupakan kesalahan dikarenakan niat tempatnya di hati bukan di lisan dan melafazhkan niat merupakan kebid’ahan dengan kesepakatan para ulama’.
2⃣2⃣Melakukan shalat dua raka’at dibelakang Maqam Ibrahim dalam keadaan ber-idhtiba’, ini merupakan kesalahan dikarenakan idhtiba’ khusus pada thawaf.
Dan barangsiapa yang ingin melakukan shalat maka hendaknya ia menutupi kedua bahunya dan tidak menyingkap kedua bahunya tersebut dikarenakan Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang seorang laki-laki melakukan shalat dalam keadaan tidak ada yang menutupi bahunya.
2⃣3⃣Terus melakukan thawaf setelah iqamat shalat dikumandangkan, ini merupakan kesalahan dikarenakan apabila shalat fardhu telah diiqomati maka harus memutus thawafnya dan menunaikan shalat dan ia melanjutkan thawafnya setelah shalat, ia menyempurnakannya dari mana ia berhenti dan tidak mengulangi putaran thawaf dari awal.
◾️الأخطاء في الطواف والسعي◾️

           _الجزء الثاني_
▪️الخامس عشر: النوم أثناء الطواف.

مَن نام أثناء الطواف لم يصح طوافه وعليه إعادة الطواف إذا قام من نومه ، ويحصل النوم غالباً لمن يطوف محمولاً على عربة أو سرير.
▪️السادس عشر: جعل الكعبة عن يمين الصغير أثناء حمله في الطواف.

وهذا خطأ ، إذا أحرم الصغير وحمله وليه ، يجب عليه أن يجعل الكعبة عن يساره لا يمينه ، لأنه إذا جعل الكعبة يمينه لم يصح طوافه.
▪️السابع عشر: صلاة ركعتين خلف المقام مباشرة أثناء الزحام.

وهذا خطأ ، وفيه مضايقة ومضرة للطائفيين ، والمضارة لا تجوز ، قال أبو سعيد الخدري -رضي الله عنه-:قال النبي عليه -ﷺ- : (لاضرر ولا ضرار)١.

الصلاة خلف المقام سنة والمضارة محرمة ، فعلى المسلم أن يصلي الركعتين في أي مكان متيسر في المسجد الحرام ولا يضايق الناس.
▪️الثامن عشر: إطالة الاستراحة أثناء الطواف

لغير حاجة.

وهذا خطأ ، لأن الموالاة واجبة في الطواف ، ومن أحس بتعب جاز له أن يستريح قليلاً ثم يكمل طوافه ، ولا يجوز له أن يطيل الاستراحة.
▪️التاسع عشر: التزام أدعية خاصة بالطواف.

وهذا خطأ ، لأن الطواف ليس دعاء خاص ، بل يدعو المسلم بما شاء ، سوى بين الركن اليماني والحجر الأسود فإنه يقول: (ربنا ءاتنا في الدنيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقنا عذاب النار).
▪️العشرون: الطواف بين الحجر.

وهذا خطأ ، ولا يصح طواف مَن فعله ، لأن الحجر ، المسمى عند الناس بحجر إسماعيل من الكعبة ، والطواف لابد أن يكون من وراء الكعبة ، لا من داخلها ، فعلى الحاج والمعتمر أن يطوف من وراء الحجر لا من داخله.
▪️الحادي والعشرون: التلفظ بنية الطواف.

وهذا خطأ ، لأن النية محلها القلب لا اللسان ، والتلفظ بها بدعة باتفاق العلماء.
▪️الثاني والعشرون: صلاة ركعتين خلف المقام مضطبعاً.

وهذا خطأ ، لأن الاضطباع خاص في الطواف ، ومن أراد الصلاة فعليه أن يغطي منكبيه ولا يكشفهما ، لأن النبي -ﷺ- (نهى أن يصلي الرجل وليس على منكبه شيء)٢.
▪️الثالث والعشرون: الاستمرار في الطواف بعد إقامة الصلاة.

وهذا خطأ ، لأنه إذا أقيمت الصلاة المفروضة لزم قطع الطواف وأداء الصلاة ويواصل طوافه بعد الصلاة ، يكمل من حيث وقف ولا يعد الشوط من جديد.
ـــــــــ

١-حديث حسن رواه ابن ماجه.

٢-رواه البخاري.
📚Sumber : “Al Akhtha’ Fit Thawaf Was Sa’i” tulisan Asy Syaikh Badr Bin Muhammad Al Badr Al ‘Anazy حفظه اللّٰه .
📲http://www.albader1.com/
🌏http://cutt.us/EX4li
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

telegram.me/dinulqoyyim

KISAH MENAKJUBKAN DALAM TAWAKAL KEPADA ALLAH


✋🏻💥🌺🌹 KISAH MENAKJUBKAN DALAM TAWAKAL KEPADA ALLAH
Hasrat hatinya untuk berhaji di suatu tahun, dalam keadaan tidak memiliki biaya haji.
Hatim Al-Asham (yang tuli) rahimahullah termasuk pembesarnya orang shalih, hatinya berkeinginan untuk haji pada suatu tahun dalam keadaan dia tidak memiliki biaya. Dia tidak boleh safar, bahkan tidak wajib berhaji tanpa meninggalkan nafkah kepada anak-anak yang mereka tidak ridha.
Dan ketika tiba saatnya (berhaji), putrinya melihatnya dalam keadaan sedih dan menangis, putrinya memang anak yang shalih.

Maka ia berkata kepada ayahnya: Apa yang membuatmu bersedih wahai ayahku?

Ayahnya menjawab: Musim haji telah datang.

Putrinya berkata: Kenapa engkau tidak berhaji? 

Ayahnya menjawab: Tidak memiliki biaya.

Putrinya berkata: Allah akan memberi dirimu rezeki.

Sang Ayah berkata: Bagaimana nafkah kalian?

Putrinya menjawab: Allah akan memberikan rezeki kepada kami.

Sang ayah berkata: Akan tetapi urusan ini tergantung ibumu.
Maka sang putri pergi menghadap ibunya untuk mengingatkan ibunya. Dan akhirnya sang ibu dan anak-anaknya yang lain mengatakan kepada sang ayah: Pergilah engkau berhaji, Allah akan memberikan rezeki kepada kami.
Maka iapun meninggalkan nafkah untuk tiga hari, diapun pergi berangkat haji dalam keadaan dia tidak memiliki biaya yang mencukupi.
Adalah dia berjalan di belakang suatu kafilah rombongan. Di awal perjalanan pimpinan kafilah disengat kalajengking, maka mereka mencari orang yang bisa meruqyahnya dan mengobatinya. Maka mereka menemukan Hatim Al-Asham. Maka diapun meruqyahnya dan Allah menyembuhkannya di saat itu.
Maka pimpinan kafilah mengatakan: Biaya berangkat dan pulang (berhaji) saya yang tanggung.
Maka Hatim berkata: Ya Allah ini adalah kemudahan untukku, maka perlihatkanlah kemudahan untuk keluargaku.
Telah berlalu tiga hari, maka habislah nafkah pada anak-anaknya,rasa lapar mulai meliputi mereka. Maka mereka mulai menyalahkan sang putri dan sang putri malah tertawa.
Mereka berkata: Apa yang membuatmu tertawa sementara kelaparan hampir-hampir membunuh kita?

Sang putri berkata: Ayah kita ini yang memberi rezeki atau yang memakan rezeki?

Mereka menjawab: Yang memakan rezeki, sesungguhnya yang memberi rezeki hanya Allah.

Sang putri berkata: Telah pergi yang memakan rezeki dan tetap ada (bersama kita) yang memberi rezeki.

Sang putri terus mengajak mereka bicara.
Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk. Mereka berkata: Siapa di pintu? Orang yang mengetuk menjawab: Amirul mukminin meminta minum kepada kalian.

Maka sang putri mengisi penuh gentong airnya, dan khalifahpun minum, kemudian ia mendapatkan kelezatan dalam air tersebut yang belum pernah dia rasakan.

Maka khalifah berkata: Darimana kalian mendapatkan air ini? Mereka menjawab: Dari rumahnya Hatim.

Khalifah berkata: Panggillah dia, aku akan memberinya hadiah.

Mereka menjawab: Hatim sedang berhaji.

Maka amirul mukminin melepaskan sabuk mewahnya yang penuh dengan hiasan permata, lalu ia mengatakan: Sabuk ini untuk mereka.

Kemudian ia berkata kembali: Barang siapa yang menyukai diriku, maka lakukanlah seperti aku! 
Maka seluruh menteri dan para saudagar ikut melepaskan sabuk mewah mereka. Maka terkumpullah sabuk-sabuk mewah lalu dibeli oleh salah seorang pedagang dengan uang emas yang memenuhi rumah yang bisa mencukupi mereka hingga wafat. Lalu sabuk-sabuknya dikembalikan kepada mereka.
Merekapun membeli makanan dalam keadaan tertawa, lalu menangislah sang putri!

Maka sang ibu berkata kepadanya: Kamu ini aneh wahai putriku, dulu ketika kita menangis karena  kelaparan engkau malah tertawa, ketehuilah sekarang Allah memberikan kemudahan kepada kita, mengapa engkau menangis?

Sang putri berkata: Makhluk ini yang tidak mampu memberikan manfaat kepada dirinya tidak pula mencegah mudharat (yakni khalifah) telah memandang kita dengan pandangan kebaikan, yang bisa menyelamatkan kita dari kematian. Terus bagaimana dengan pandangan Rajanya segala raja (yakni Allah Ta’ala)?
Sesungguhnya ini adalah keyakinan kepada Allah. Yakin dengan Dzat yang memberi rezeki, yang maha kuat dan perkasa. Sesungguhnya ini adalah kekuatan iman, kekuatan tawakal kepada Allah.  Maha suci Allah dimana kita dibandingkan mereka?!
Ketika Allah memilihmu untuk menempuh jalan petunjuk-Nya bukan karena engkau istimewa atau karena ketaatanmu. Bahkan itu adalah rahmat dari-Nya yang meliputimu. Terkadang Dia bisa melepaskannya darimu  kapan saja.
Oleh karena itu janganlah engkau tertipu dengan amalanmu, janganlah engkau tertipu dengan ibadahmu, janganlah engkau memandang remeh orang-orang yang tersesat dari jalan-Nya. 
Maka kalau bukan karena rahmat Allah kepadamu niscaya engkau menduduki posisi dia.
Ulangilah lagi membacanya dengan seksama.
Laa ilaaha illallahu
📚 Sumber || https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=137426 

🌏 Kunjungi || http://forumsalafy.net/kisah-menakjubkan-dalam-tawakal-kepada-allah/ 

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://telegram.dog/forumsalafy 

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

BEKERJA SAMA DENGAN AHLI BID’AH DAPAT MELEMBEKKAN DAKWAH 


Penuhilah Harimu Dengan Ilmu:

📜🌷Berkata Asy-syeikh Muqbil rahimahullah:
“Sesungguhnya ta’awun (kerja sama) bersama ahli bid’ah itulah yang melembekkan dakwah, dan itulah yang menjadikan afganistan sebagai pembantaian kaum muslimin disebabkan mereka bercampur aduk, ini hizbi, ini shufi dan ini ikhwani, maka harus tampil beda dan menjauh dari seluruh ahli bid’ah, maka yang aku nasehatkan adalah menjauhi mereka sebab mereka termasuk orang-orang yang memiliki penyimpangan, sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Qilabah:
لا تجالسوا أهل الأهواء والبدع فإني لا آمن أن يغمسوكم فى ضلالهم ويلبسوا عليكم ما تعرفون
“Janganlah kalian bermajlis kepada ahlul ahwa dan bid’ah, sungguh aku tidak merasa aman mereka mencelupkan kalian di dalam kesesatan mereka dan mengkaburkan atas kalian sebagian apa yang kalian ketahui”.
Dan sungguh aku melihat bahwa yang mematahkan punggung ahli bid’ah adalah dua hal:
Pertama: al-jarhu wat ta’dil,
Kedua: Tamayyuz, yaitu memisahkan diri dari mereka, 
Maka tidak boleh bermajlis kepada mereka dan tidak boleh menghadiri ceramah-ceramah mereka”.

📚[nubdzatun mukhtasharah min nasaih Al-allamah Muqbil (61)]

🌐 https://telegram.me/manhaj_salafy

KETELITIAN FIQIH IMAM AHMAD رحمه الله تعالى 


🔭📚. KETELITIAN FIQIH IMAM AHMAD رحمه الله تعالى  (ANTARA MENGANTAR JENAZAH DAN MENGHADIRI WALIMATUL ‘URS) 
💐. Ibnul-Qoyyim -rohimahulloh- berkata:
📝. “Imam Ahmad -rohimahulloh- menyebutkan secara nash (tekstual) bahwa seseorang, jika mengiringi jenazah kemudian dia melihat kemungkaran padanya, dan dia tidak mampu menghilangkannya, sesungguhnya dia TIDAK PULANG (artinya, dia tetap mengantarkannya).
📝. Dan dia juga menyebutkan bahwa jika seseorang diundang untuk menghadiri walimah ‘urs (resepsi pernikahan), kemudian dia melihat kemungkaran dan tidak mampu menghilangkannya, maka hendaknya dia PULANG (tidak menghadirinya).”
💐. Ibnul-Qoyyim berkata : Maka aku bertanya kepada guru kami, Ibnu Taimiyyah -rohimahullloh ta’ala- tentang perbedaan (dua kasus tersebut). 

Beliau mengatakan :
[•]. “(Dalan kasus pertama), sesungguhnya hak dalam mengiringi jenazah adalah HAK SI MAYIT. Maka tidak boleh haknya ditinggalkan karena kemungkaran yang dilakukan oleh orang yang hidup. 
[••]. (Dalam kasus kedua), hak menghadiri walimah adalah HAK TUAN RUMAH (pemilik acara).

Maka jika dia melakukan kemungkaran, gugurlah haknya dengan TIDAK DIPENUHI UNDANGANNYA.”
📋. (I’laamul-muwaqqi’in 4/209)
✅ من دقة فقه الإمام أحمد -رحمه الله-
💯 وَ حـُسـْنِ فــهـم شيخ الإسلام ابن تيمية لأقواله.

❀ فقــه دقيــــق :
❏  قال ابن القيم رحمه الله” :
 نص الإمام أحمد على أن الرجل إذا شهد الجنازة فرأى فيها منكراً ﻻ يقدر على إزالته إنه ﻻ يرجع. 
ونص على إنه إذا دعي إلى وليمة عرس فرأى فيها منكراً ﻻ يقدر على إزالته أنه يرجع. 

❐  قال” فسألت شيخنا ابن تيمية رحمه الله تعالى عن الفرق فقال:
💯  ﻷن الحق في الجنازة للميت فﻻ يترك حقه لما فعله الحي من المنكر.
💯  والحق في الوليمة لصاحب البيت فإذا أتى فيها بالمنكر فقد أسقط حقه من الإجابة. 
📔 إعلام الموقعين (٤/٢٠٩)
Channel : araalfawaiid
📇 Join Channel Telegram :

🔘 http://telegram.me/KEUTAMAANILMU

🔘 http://telegram.me/SERIAKHLAQULKARIMAH

SANDIWARA DUSTA DA’I RODJA – ALI HASAN AL-HALABY BUKAN ANAK MURID ASY-SYAIKH AL-ALBANI -RAHIMAHULLAH-


📩✂↪. SANDIWARA DUSTA DA’I RODJA – ALI HASAN AL-HALABY BUKAN ANAK MURID ASY-SYAIKH AL-ALBANI -RAHIMAHULLAH-
■ Antara persaksian dusta yang banyak sekali kita dengarkan daripada da’i-da’i Rodja antaranya adalah menisbahkan Al-Halaby hadahullah sebagai murid Asy-Syaikh Albany rahimahullah. Apakah hal ini adalah kenyataan yang sebenarnya atau cuma omongan kosong untuk melariskan barang dagangan mereka saja..??
  
∅ Pada acara pembukaan Tabligh Akbar yang lalu di Masjid Istiqlal Jakarta 2012 dengan tema: Fitnah dan Solusinya, salah seorang da’i rodja telah berkata:
“Hadirin sekalian di hadapan kita adalah seorang ‘alim yang tidak asing lagi bagi kita, salah satu ulama Ahlussunnah wal jama’ah, beliau adalah Asy Syaikhul Muhaddits ‘Ali Ibn Hasan bin Ali Ibnu Abdul Hamid Al Halabi Al Atsari hafizhahullahu Ta’ala.
→{ Beliau adalah salah satu murid senior }← dari Al Imam Asy Syaikhul Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albany Rahimahullahu Ta’ala”
ⓞ Bukti 1: Poster Tabligh Akbar

ⓞ Bukti 2: Rekaman suara – Persaksian Dusta Da’i Rodja terhadap pemuka mereka Al-Halaby – Pembukaan Tabligh Akbar Fitnah dan Solusinya
  
■ Alhamdulillah kini kita telah mendapatkan bukti nyata yang bisa menjelaskan kedustaan dai rodja ini berdasarkan kenyataan yang akan disampaikan berikut.
◈ Asy-Syaikh yang mulia sendiri yakni Al-‘Allamah Al-Imam Asy-Syaikh Al-Albany -ketika ditanya tentang para murid- beliau menjawab sebagaimana dalam kaset no. 174:
→ “Permasalahan ini berbeda-beda pada masing-masing zaman.

(●) Engkau sekarang mengetahui adanya metode dirasah dengan murasalah (surat menyurat), bukan dengan kehadiran seorang murid di hadapan Syaikh.

╰ Oleh karena itu permasalahan ini hanyalah permasalahan istilah saja, tidak ada perkara yang perlu dibesarkan di baliknya yang bernilai.

(●) Jika kita menganggap adanya seseorang yang bisa bertafaqquh melalui kitab-kitab karya seseorang baik yang hidup pada masa dahulu atau sekarang, maka itu bisa dikatakan sebagai murid bagi Syaikh tersebut.

╰ Meskipun tidak mengenal dan tidak menjumpai masanya.

╰ Atau menjumpai masanya namun tidak bertemu dengan orang itu.
[↑] Yang terpenting bisa mengambil tsaqafah (pengetahuan) dari orang itu dan bertafaqquh dengan fikihnya. Sehingga orang seperti ini masih memungkinkan untuk dikatakan sebagai murid si Fulan.
[ Penanya]
Lalu apakah boleh untuk dia mengatakan tentang dirinya bahwa dia adalah murid si Fulan?
[ Asy-Syaikh Al-Albany ]
[✘] Jika mereka (orang yang disampaikan kepadanya -pent) memahami dari ucapannya bahwa dia adalah sebagai murid yang langsung belajar kepadanya maka ini adalah tadlis.

→ Adapun jika mereka tidak memahaminya demikian, maka tidak mengapa mengatakannya sesuai dengan penjelasan yang telah saya sampaikan.
[ Penanya ]
Apakah Syaikh memiliki murid?!
[ Asy-Syaikh menjawab ]
saya memiliki banyak murid dengan cara seperti di atas.
[ Penanya ]
Yang saya maksud dengan cara yang lain, yaitu langsung berguru.
[ Asy-Syaikh menjawab ]
Tidak, saya tidak memiliki murid (yang langsung berguru -pent)
[ Penanya ]
Apakah ada di sini?!
[ Asy-Syaikh ]
Di sini tidak ada! Di Syam dahulu pernah ada!
–selesai-.
ⓞ Bukti 3: Rekaman suara – Asy-Syaikh Nashruddin Al-Albani tidak punya murid di Yordan
▲▲ [ 1/2 ] ▲▲

▲▲ [ 2/2 ] ▲▲
[ Asy-Syaikh Al-Albany rahimahullah ditanya ]
Siapakah murid Anda yang paling menonjol yang Anda nasehatkan kepada kami untuk membaca kitab-kitabnya?
[ Beliau menjawab ]
■ “Hakekatnya saya tidak memiliki murid-murid yang maknanya seperti kata tersebut,
(●) tetapi di sana ada beberapa orang yang sering bolak-balik menemui saya di sana di Amman (ibu kota Yordania) dan mereka meminta bimbingan kepada saya berkaitan hal-hal yang menyulitkan mereka dalam mentahqiq kitab-kitab.

→ Diantara mereka adalah saudara kami Ali Abdul Hamid Al-Halaby, lalu saudara kami Salim Al-Hilaly. Jadi dua orang ini termasuk yang sekarang konsentrasi melakukannya, yaitu menulis. Terkhusus orang yang pertama dia memiliki beberapa risalah yang menunjukkan kesungguhannya di bidang ini. Maka kami mengharapkan untuk masa depan yang cerah insya Allah.”
ⓞ Bukti 4: Fatawa Rabigh no. 5 menit 39 detik 27 hingga menit 40 detik 45.

ⓞ Bukti 5: Rekaman suara – Fatawa Rabigh no. 5 – Siapa Murid Al-Albany yang menonjol
  
🚇AL-HALABY BUKAN MURID ASY-SYAIKH AL-ALBANY
Asy-Syaikh Muhammad bin Hady Al-Madkhaly hafidzahullah berkata ketika beliau membicarakan sebuah masalah:
■ “Jika Al-Halaby misalnya mengingkari kita maka yang dia ingkari ini terdapat pada perkataan Asy-Syaikh yang dia ini (Al-Halaby) mengklaim beliau sebagai gurunya.
(●) Dan Al-Albany telah menjadikan sebagai contoh bahwa yang termasuk mustafid (orang yang mengambil faedah) dan bukan termasuk muridnya adalah Ali Hasan Abdul Hamid.
[↑] Dan saya telah mendengar kaset ini dan saya katakan, ‘Alhamdulillah yang menjadikan Asy-Syaikh Nashir (Al-Albany) rahimahullah membuat permisalan bagi seorang mustafid dan bukan termasuk murid-murid beliau, hanya mustafid, adapun thalib atau tilmidz (murid) tidak.
[✘] Beliau tidak menjadikan sebagai contoh kecuali Ali Hasan.’ Allahu Akbar.
[↑] Seakan-akan Allah telah memberikan taufik kepada imam ini untuk mengucapkan kalimat ini karena perkara yang hanya diketahui oleh Allah di masa ini yang akan terjadi pada diri orang ini (Al-Halaby).
[✔] Jadi beliau membuat contoh bagi orang-orang yang mengambil faedah dari beliau dan mereka bukan murid-murid beliau. 
[✔] Benar jika yang dimaksud adalah murid-murid yang maknanya umum yaitu yang mengambil faedah dari kitab-kitab beliau, yaitu Ali Hasan. Ini terdapat dan terekam dengan suara Asy-Syaikh Nashir dan ini terdapat di internet…”
ⓞ Bukti 6: Rekaman suara – Penegasan Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi bahawa Al-Halaby bukan murid Asy-Syaikh Al-Albany
Selengkapnya di:

📀[ Video ] https://www.youtube.com/embed/6oR85affErE

🌏[ Web ] http://www.alfawaaid.net/2013/01/sandiwara-dusta-da-rodja-ali-hasan-al_21.html 

₪ Dari situs TPAH
🌐 Turut Menyebarkan >> http://telegram.me/KEUTAMAANILMU
※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※

IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII

ⓣ https://t.me/ukhuwahsalaf
➥ #VideoFawaid #Manhaj #Bantahan #sandiwaradusta #sururi #turatsi #halabi #rodja #bukan #anak_murid #alAlbani