Tag Archives: adzan

SUNNAH YANG BANYAK DITINGGALKAN-MENJAWAB IQOMAT


Forum Salafy Purbalingga:

🔎📡👣SUNNAH YANG BANYAK DITINGGALKAN-MENJAWAB IQOMAT
✔Yang SUNNAH, bagi orang yang mendengar iqomat untuk mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh orang iqomat.

↪Dikarenakan iqomat adalah adzan yang kedua.

Maka dijawab, sebagaimana jawaban adzan.
➡Dan orang yang mendengarnya tatkala orang yang iqomat mengucapkan:
((حي على الصلاة حي على الفلاح))
Maka menjawab:
((لا حول ولا قوة إلا بالله))
➡Dan tatkala bacaan:
((قد قامت الصلاة))
✔Mengucapkan yang semisalnya. 

❌Bukan mengucapkan: 
((أقامها الله وأدامها))
🔎Dikarenakan hadits, tentang bacaan tersebut DHA’IF.
↪Adapun yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
((إذا سمعتم المؤذن فقولوا مثل ما يقول)).
“Apabila kalian mendengar muadazin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan (muadzin).”
💡Maka hadits ini umum, baik untuk adzan atau iqomat. Karena keduanya juga dinamakan sebagai adzan.
➡Kemudian setelah itu membaca shalawat atas Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam setelah ucapan iqomat:
((لا إله إلا الله))
🛡Kemudian membaca do’a:
((اللهم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القائمة…))
↪Dan seterusnya dari do’a tersebut, sebagaimana yang dibaca setelah adzan.
⛔Dan kami tidak mengetahui dalil yang menunjukan disunnahkannya membaca do’a setelah selesai adzan sampai takbirotul ihram selain apa yang telah disebutkan.
📚Fatawa al Lajnah ad Daimah lil Ifta wal Buhuts al Ilmiyyah (6/89-90).

➖➖➖➖
🔸Berkata asy Syaikh al Muhadits Muhammad Nashiruddin al Albaniy rahimahullahu:
“Dan bagi orang yang mendengar iqomat, maka hukumnya seperti seorang yang mendengar adzan ia menjawabnya dan bershalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, memohon “al wasilah” untuk beliau.
↪Ini berdasarkan keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan muadzin…”
📡Dikarenakan iqomat adalah adzan, baik secara bahasa, ataupun secara syar’i.
💡Sebagaimana hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
((بين كل أذانين صلاة))
“Dan setiap dua adzan ada shalat.” Yakni adzan dan iqomat.
📚Ats Tsamar al Mustathab hal. 214.
========

🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗JOIN dengan kami di chanel:

http://tlgrm.me/ForumSalafyPurbalingga

JAWABAN KETIKA MENDENGAR TATSWIB


KajianIslamTemanggung:

════════════════════
       🍃 FAIDAH ILMIYAH 🍃
════════════════════
🔊👂🏻 JAWABAN KETIKA MENDENGAR TATSWIB¹
🎙 Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahullah; 
📢Apabila muadzin shalat subuh mengucapkan
الصلاة خير من النوم
 Artinya : 
 Shalat itu lebih baik daripada tidur.
▶ Maka orang yang mendengarnya​ menjawab seperti apa yang diucapkan oleh si muadzin, yaitu :
الصلاة خير من النوم
 Artinya :
Shalat itu lebih baik daripada tidur. 
Dan ini yang benar.
📚 Sumber : 

[ Al-Mumti’ 2/84  ]
¹ tatswib : bacaan ash-sholatu khoirun minan naum
•••••••••••••••••••••

قال ابن عثيمين :
إذا قال المؤذن في صلاة الصبح (الصلاة خير من النوم)

فإن السامع يقول مثل ما يقول(الصلاة خير من النوم)وهو الصحيح.
الممتع84/2
•••┈••••○❁🌳❁○••••┈•••
✍🏻WhatsApp

Ⓚ①ⓉⒶ🌏ⓈⒶⓉⓊ

Bagi-bagi faedah ilmiahnya….ayo segera  bergabung

🌐📲 Join Channel Ⓚ①Ⓣ

https://bit.ly/KajianIslamTemanggung

📻📡 Dengarkan Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam 

http://bit.Indonesia/AplikasiRadioIslamIndonesia 
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

(DOWNLOAD AUDIO TANYA JAWAB) HUKUM PENGINGAT WAKTU IQOMAH DAN ADZAN


 

⁉️⏰🌸🔖 HUKUM PENGINGAT WAKTU IQOMAH DAN ADZAN

📭 Pertanyaan: Dimasjid sekarang banyak di pasang jam digital yang berpungsi menjadwal waktu adzan dan iqomah, apakah termasuk bid’ah?

💺 Dijawab Oleh: Al-Ustadz Qomar Su’aidi Lc hafizhahullah

📚 Tanya Jawab Kajian Masjid Diponegoro UNDIP Pleburan Semarang|| Ahad 10 Sya’ban 1438J/07 Mei 2017M

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Link Download:

 

 

 

Mengumandangkan Adzan Melalui Kaset Rekaman


Penulis: Komisi Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa

Pertanyaan keenam dari fatwa no. 4091

Tanya:

Merupakan perbuatan Sunnah mengumandangkan Adzan pada shalat wajib. Apakah diperbolehkan mengumandangkannya dengan kaset rekaman jika Mu’adzin tidak dapat melakukannya dengan baik?

Jawab:

Adzan adalah hukumnya wajib. Di samping itu merupakan syarat dari telah tiba waktunya untuk shalat dan panggilan untuk  mengerjakannya . Ini tidak cukup untuk mengumandangkannya dengan alat rekam. Orang Muslim di semua tempat di mana shalat ditegakkan harus menunjuk seseorang yang dapat melakukan adzan  dengan benar mengumandangkannya  ketika waktu shalat telah tiba.Wabillaahi taufiq. Semoga kesejahteraan dan rahmat atas Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, keluarganya, dan para sahabatnya.

Komisi Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa

Ketua: ` Abdul `Aziz bin` Abdullah bin Baz

Wakil Ketua: ` Abdul-Razzaq `Afify

Anggota: `Abdullah bin Ghudayyan

Terjemahan dari:

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&BookID=7&PageID=1841&back=true

Jangan Shalat, Jangan Bicara


Jika khatib telah berada di atas mimbar dan muadzin berkumandang, maka seorang yang melaksanakan shalat tahiyyatul masjid atau shalat sunat muthlaq, ia terus dalam shalatnya, tanpa harus membatalkan shalatnya berdasarkan hadits-hadits yang shahih. Bahkan ia boleh berbicara dengan temannya dalam kondisi itu, jika ada hajat mendesak. Adapun hadits di bawah ini yang menjelaskan tentang tidak bolehnya shalat dan bicara dalam kondisi tersebut maka hadits ini batil. Berikut perinciannya:

إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ الْمِنْبَرَ ؛ فَلاَ صَلَاةَ وَلَا كَلاَمَ

“Apabila khatib sudah naik mimbar, maka tidak ada lagi shalat dan tidak ada lagi ucapan.”

Hadits ini batil karena tidak ada asalnya sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Adh-Dho’ifah (87). Namun perlu diketahui bahwa jika adzan sudah selesai ketika khatib berada di atas mimbar siap untuk berkhutbah, maka seorang tidak boleh lagi berbicara dan melakukan aktifitas apapun selain shalat tahiyatul masjid agar seluruh jama’ah memfokuskan diri untuk mendengarkan khutbah.

Sumber : Rubrik Hadits Lemah Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 58 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Dzikro. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp)

Dinukil dari:

http://almakassari.com/artikel-islam/fiqh/jangan-shalat-jangan-bicara.html

Siapa yang Adzan, itu yang Iqamat


“Barangsiapa yang adzan, maka dialah yang iqamat”. [HR. Abud Dawud (514), At-Tirmidziy (199), dan lainnya]

Hadits ini lemah karena berasal dari Abdurrahman bin Ziyad Al-Afriqiy. Dia lemah hafalannya. Sebab itu Al-Albaniy melemahkannya dalam Adh-Dha’ifah (no. 35) dan Al-Irwa’ (237).

Syaikh Al-Albaniy berkata dalam Adh-Dha’ifah (1/110), “Di antara dampak negatif hadits ini, dia merupakan sebab timbul perselisihan di antara orang-orang yang mau shalat, sebagaimana hal itu sering terjadi. Yaitu ketika tukang adzan terlambat masuk mesjid karena ada udzur, sebagian orang yang hadir ingin meng-iqamati shalat, maka tak ada seorang pun di antara mereka kecuali ia menghalanginya seraya berhujjah dengan hadits ini. Orang miskin ini tidaklah tahu kalau haditsnya lemah, tidak boleh mengasalkannya kepada Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, terlebih lagi melarang orang bersegera menuju ketaatan kepada Allah, yaitu meng-iqamati shalat”.

Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 9 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Muhammad Mulyadi. Untuk berlangganan hubungi alamat di atas. (infaq Rp. 200,-/exp)

Dinukil dari: http://almakassari.com/artikel-islam/hadits/siapa-yang-adzan-itu-yang-iqamat.html

Berbicara saat dikumandangkan adzan


Pertanyaan :

Bagaimana hukum berbicara pada saat adzan di kumandangkan sekalipun bertanya tentang hal yang syar’i (rafi-ahluss@yahoo.com)

Jawaban :

Asalnya tidak ada larangan seseorang untuk berbincang-bincang saat adzan dikumandangkan, sebagaimana dalam sebuah atsar dari seorang tabi’in yang bernama Tsa’labah bin Abi Malik Al-Qurozhy riwayat Imam Malik (1/103).

Hanya saja, yang paling afdhol adalah dia diam dan mendengarkan azan agar dia bisa menjawab dengan baik azan yang sedang dikumandangkan, dan telah dimaklumi bersama bahwa menjawab adzan hukumnya adalah sunnah mu`akkadah.

Termasuk dari fa`idah adab yang pernah kami dapatkan dari membaca biografi para ulama adalah bahwa ada seseorang yang pernah bertanya kepada Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz -rahimahullah- padahal azan sedang berkumandang. Maka beliau menegur penanya tersebut dengan ucapan beliau, “Apakah kamu tidak mendengarkan azan?!”.

(Dijawab oleh Ust. ‘Abdul Qodir dan Ust. Hammad)

Dinukil dari:

http://almakassari.com/tanya-jawab/berbicara-saat-dikumandangkan-adzan.html