Tag Archives: bid’ah

MANAKAH YANG LEBIH BERAT DOSANYA; ORANG YANG MENDENGARKAN NYANYIAN ATAUKAH ORANG YANG MENDENGARKAN NASYID?


الدين القيم:

❌📡🎞⛔️MANAKAH YANG LEBIH BERAT DOSANYA; ORANG YANG MENDENGARKAN NYANYIAN ATAUKAH ORANG YANG MENDENGARKAN NASYID❓
🌿Asy Syaikh Al ‘Allamah Ahmad Bin Yahya An Najmi رحمه الله menjawab :
▪️Sesungguhnya nyanyian merupakan bentuk maksiat dan orang yang terus-menerus mendengarkannya (dihukumi) fasiq.
▪️Adapun nasyid merupakan kebid’ahan dan orang yang terus-menerus mendengarkannya (dihukumi) mubtadi’ dan orang fasiq lebih ringan kejelekannya daripada mubtadi’; dikarenakan orang fasiq mengetahui bahwa ia berada di atas kesalahan dan bisa jadi ia bertaubat pada suatu hari.
▪️Adapun mubtadi’ (pelaku kebid’ahan) maka ia menduga bahwa ia berada di atas kebenaran dan di atas kebaikan sehingga engkau dapati ia terus-menerus di atas kebid’ahannya tersebut hingga ia meninggal dunia kecuali orang-orang yang Allah kehendaki untuk diselamatkan dan Allah memudahkannya untuk bertemu dengan orang yang akan membimbingnya untuk bertaubat dan kembali kepada Allah sehingga ia mau bertaubat.
▪️Dan apa yang kita ucapkan ini merupakan hukum keumuman dan Allahlah di balik semua niat.
📚Sumber : Al Fatawa Al Jaliyyah.

❓❓ايهما أشـد إثمـاً مستمـع الغـنــاء أم مستمــع الأناشيــد❓❓

 

🚩الشيخ أحمد بن يحيى النجميّ رحمه ﷲ:-
📌إن الأغاني معصية والمصر عليها فاسق

📌والأناشيد بدعة والمصر عليها مبتدع

📝والفاسق أخف شرا من المبتدع
📌لأن الفاسق

يعلم أنه على خطأ وربما عاد يوما ما
📌أما المبتدع

فهو يظن أنه على حق وعلى خير فلذلك تجده مستمرا على ماهو عليه حتى الموت

….إلا من شاء ﷲ  إنقاذه ويسر له من يُبصره

وهَداهُ للتوبة والرجوع إلى ﷲ فهو يتوب….
📌و هذا الذي قلناه هو بحكم الغالب

و ﷲ من وراء القصد. 
📓【الفتــاوى الجَلِيَّــة【ج1】
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

telegram.me/dinulqoyyim

HUKUM QUNUT PADA SHALAT SHUBUH


Salafy Indonesia:

💥⚠⛔🔥 HUKUM QUNUT PADA SHALAT SHUBUH
Abu Malik Sa’ad bin Thariq bin Asyam al-Asyja’iy bertanya kepada ayahnya:
صليتَ خلف النبي ﷺ وأبي بكر وعمر وعثمان، فهل رأيتهم يقنتون؟
“Ayah telah shalat di belakang Nabi shallallahu alaihi was sallam, Abu Bakr, Umar, dan Utsman, apakah Ayah melihat mereka melakukan qunut?”
Ayahnya menjawab:
يا بني، هي محدثة.
“Wahai anakku, itu adalah perkara yang diada-adakan (bid’ah).”
📚 Shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, no. 7034
🌍 Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/886435863554662400 

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎

DUA SUMBER UTAMA PERPECAHAN UMAT ISLAM


Salafy Indonesia:

✌🏻⚠🤝💥 DUA SUMBER UTAMA PERPECAHAN UMAT ISLAM
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
لا يفرق المسلمين إلا أحد هذين الأمرين:
“Tidak ada yang memecah belah kaum Muslimin kecuali salah satu dari dua perkara ini:
● الأمر الأول: الخروج على ولي أمر المسلمين وعصيانه
Perkara Pertama: Memberontak terhadap Pemerintah kaum Muslimin dan tidak mentaatinya.
● الأمر الثاني: الخروج عن سنة النبي ﷺ إلى البدع والمحدثات في الدين
Perkara Kedua: Keluar meninggalkan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menuju bid’ah dan hal-hal yang diada-adakan dalam urusan agama.
[Mafhumul Bai’ah, hal. 11]
🌍 Sumber || https://telegram.me/fawaz_almadkali
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎

WASIAT PARA DOKTER PENYAKIT HATI


💐🌷🌻🌹 WASIAT PARA DOKTER PENYAKIT HATI

✍🏻 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

وصَّى أطباء القلوب بالإعراض عن أهل البدع وأن لا يسلم عليهم ولا يريهم طلاقة وجهه.

“Para dokter penyakit hati mewasiatkan agar berpaling dari ahli bid’ah, tidak mengucapkan salam kepada mereka, dan tidak menampakkan wajah ceria kepada mereka.”

📚 Ighatsatul Lahafan, jilid 1 hlm. 120

🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/813237004955697152

فواز بن علي المدخلي
قال ابن القيم رحمه الله : وصَّى أطباء القلوب بالإعراض عن أهل البدع وأن لا يسلم عليهم ولا يريهم طلاقة وجهه . [ إغاثة اللهفان : ( ١٢٠ / ١ ) ]

Hukum Menetapkan Maulid Nabi Sebagai Hari Libur


Penulis: Komisi Tetap Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia

Pertanyaan Kesebelas Fatwa no. 4091

Pertanyaan 11:

Bagaimana pendapat Anda semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjaga Anda sebagai salah satu pilar penunjang Ummat Islam, dimana sekolah dan perusahaan menetapkan hari libur atau memberikan khutbah, kuliah, dan lain-lain, seperti yang kita lakukan di sini (Afrika) pada saat Maulid Nabi?

Jawaban:

Merayakan Maulid Nabi dan menetapkannya sebagai hari libur pada kesempatan ini adalah Bid `ah, karena Nabi sholalloohu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya radhialloohu’anhum tidak melakukannya. Nabi sholalloohu ‘alaihi wassalam bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِناَ هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

Barang siapa yang membuat-buat perkara baru dalam agama ini yang bukan bagian dari agama ini, maka hal itu tertolak“. [HR. Al-Bukhariy dalam Shohihnya (2697), Muslim(1718), Sunan Abu Dawud dalam Kitabus Sunnah (4606), Sunan Ibnu Majah dalam Mukadimah (14), Musnad Imam Ahmad (VI/240)]

Wabillaahi taufiq, wa sholalloohu wassalam ‘ala nabiyyina muhammad wa ‘ala alihi wa shohibi ajma’in.

Komisi Tetap Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia

Ketua             : ` Abdul Aziz  bin` Abdullah bin Baz

Wakil Ketua: ` Abdul Razzaq `Afify

Anggota         : `Abdullah ibn Ghudayyan

Walloohu ta’ala a’lam bishowab

Dengan sedikit perubahan dinukil dari:

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&PageID=227&PageNo=1&BookID=10

Ta’awun Dalam Acara Bid’ah (Yasinan)


TANYA:
Bolehkah membantu orangtua utk membereskan dan menyiapkan acara bid’ah spt yasinan pd malam jum’at dan selamatan yg diadakan orang tua dirumah. Apa itu termasuk tolong menolong dlm kemungkaran? Sikap apa yg seharusnya ana lakukan? Syukron…

JAWAB :
Allah menyebutkan sifat hamba-hamba yang beriman dalam firman-Nya,

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” [Al-Furqân: 72]

Berkata Syaikh Abdurrahman As-Si’dy dalam menafsirkan ayat di atas, “Yaitu tidak menghadiri suatu kepalsuan, yakni perbuatan dan ucapan yang diharamkan. Hamba-hamba Ar-Rahman meninggalkan segala bentuk majelis yang mengandung ucapan atau perbuatan yang diharamkan, seperti berlebihan membicarakan ayat-ayat Allah, berdebat dengan kebatilan, ghibah, namimah (adu domba), mencela, menuduh sembarangan, mengolok-ngolok, nyanyian yang diharamkan, meminum khamar, penghamparan sutra, gambar-gambar dan semisal itu…”
Berdasarkan ayat di atas, seorang muslimah tidaklah menghadiri acara yang ada kemungkaran di dalamnya. Bila seorang anak dihadapkan pada dua kemungkaran yang dia tidak bisa menghindarinya, hendaknya sang anak memilih kemungkaran yang paling sedikit bahayanya.

(Dijawab oleh Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi)

Dinukil dari: http://www.facebook.com/pages/As-Sunnah/236041046517220

Tentang Kudeta Militer Terhadap Penguasa


Penulis: Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany rahimahullaahu ta’ala

Pertanyaan:
Apakah hari ini apa yang dikenal sebagai “kudeta militer” melawan penguasa, diatur dalam Agama atau itu perbuatan bid’ah?

Jawaban:
Tidak ada dasar bagi tindakan ini diatur dalam Islam. Dan itu adalah bertentangan dengan pemahaman yang Islami berkaitan dengan menyerukan dakwah kepada Islam dan menciptakan suasana yang tepat untuk itu (Amar ma’ruf nahi munkar. penerjemah). Sebaliknya, itu hanya sebuah perbuatan bid’ah yang diperkenalkan oleh orang-orang kafir, yang telah mempengaruhi beberapa kaum muslimin. Ini telah saya sampaikan dalam catatan saya pada penjelasan Al-‘Aqeedah At-Tahaawiyyah.

Sumber: Al-Asaalah No 10
Diterjemahkan oleh Ismaal Alarcon

Terjemahan dari: http://www.fatwaislam.com/fis/index.cfm?scn=fd&ID=68