Tag Archives: menuntut ilmu

KEUTAMAAN ILMU DAN ORANG YANG BERILMU


الدين القيم:

💡🌿🍂💥KEUTAMAAN ILMU DAN ORANG YANG BERILMU

▪️Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“من سلك طريقا يبتغي فيه علما سهل اللّٰه له طريقا إلى الجنة، وإن الملائكة لتضع أجنحتها لطالب العلم رضا بما يصنع، وإن العالم ليستغفر له من في السماوات ومن في الأرض حتى الحيتان في الماء، وفضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب، وإن العلماء ورثة الأنبياء، وإن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما، وإنما ورثوا العلم، فمن أخذ به أخذ بحظ وافر”.

  

“Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan untuk mencari ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga dan sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia perbuat, dan sesungguhnya seorang alim akan dimintakan ampun oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan-ikan di lautan, dan keutamaan seorang alim di atas seorang ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas bintang-bintang, dan sesungguhnya para ulama merupakan para pewaris para Nabi dan sesungguhnya para Nabi tidaklah mewarisi dinar dan dirham namun mereka mewarisi ilmu maka barangsiapa yang memperolehnya maka sungguh ia telah mendapatkan bagian yang besar”. Riwayat At Tirmidzi dari hadits Abud Darda’ radhiallahu ‘anhu dan dihasankan oleh At Tirmidzi dan selainnya, Al ‘Allamah Rabi’ berkata : “Dan ia hadits yang hasan dan bisa dijadikan hujjah”.
▪️Asy Syaikh Al Allamah Robi’ Bin Hadi Al Madkhaly حفظه اللّٰه berkata :
▪️Para malaikat tidaklah meletakkan sayapnya untuk para raja dan tidak pula untuk para pedagang dan tidak pula untuk para pencari dunia dan selain mereka dan tidak pula untuk para ahli ibadah dan orang-orang shalih hingga para mujahidin tidaklah para malaikat meletakkan sayap-sayapnya untuk mereka, akan tetapi para malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu, ini merupakan bentuk pemuliaan dari Allah Tabaraka Wa Ta’ala bagi para penuntut ilmu dan penyemangat bagi mereka dan kita tidaklah menganggap hal itu mustahil dikarenakan para malaikat diperintahkan oleh Allah untuk memperhatikan kaum mukminin.

Allah berfirman :
“الذين يحملون العرش ومن حوله يسبحون بحمد ربهم ويؤمنون به ويستغفرون للذين آمنوا..”الآية.
“Para malaikat yang memikul Arsy dan para malaikat di sekitarnya mereka bertasbih dengan memuji Rabb mereka dan mereka mengimaniNya dan mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman”. Ghafir : 7.
📚Sumber : Marhaban Ya Thalibal ‘ilmi hal. 116-117.

قال الشيخ الإمام ربيع بن هادي المدخلي – حفظه اللّه تعالى -:
والملائكة تضع أجنحتها رضًا لطالب العلم ، الملائكة ما تضع أجنحتها لا للملوك ولا للتجار ، ولا لطلاب الدنيا ، ولا لغيرهم ، ولا حتى للعُبَّاد ، ولا للصالحين ، حتى للمجاهدين ما تضع أجنحتها ، بل تضع أجنحتها لطالب العلم ، هذا تكريم من اللّه – تبارك وتعالى – لطلاب العلم ، وتشجيع لهم ، ولا نستبعد ذلك ، فإن للملائكة بأمر اللّه عناية للمؤمنين.
مرحبا يا طالب العلم ص ١١٧📒
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

telegram.me/dinulqoyyim

KEUTAMAAN ILMU DAN ORANG YANG BERILMU


الدين القيم:

💡🌿🍂💥KEUTAMAAN ILMU DAN ORANG YANG BERILMU

▪️Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“من سلك طريقا يبتغي فيه علما سهل اللّٰه له طريقا إلى الجنة، وإن الملائكة لتضع أجنحتها لطالب العلم رضا بما يصنع، وإن العالم ليستغفر له من في السماوات ومن في الأرض حتى الحيتان في الماء، وفضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب، وإن العلماء ورثة الأنبياء، وإن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما، وإنما ورثوا العلم، فمن أخذ به أخذ بحظ وافر”.

  

“Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan untuk mencari ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga dan sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia perbuat, dan sesungguhnya seorang alim akan dimintakan ampun oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan-ikan di lautan, dan keutamaan seorang alim di atas seorang ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas bintang-bintang, dan sesungguhnya para ulama merupakan para pewaris para Nabi dan sesungguhnya para Nabi tidaklah mewarisi dinar dan dirham namun mereka mewarisi ilmu maka barangsiapa yang memperolehnya maka sungguh ia telah mendapatkan bagian yang besar”. Riwayat At Tirmidzi dari hadits Abud Darda’ radhiallahu ‘anhu dan dihasankan oleh At Tirmidzi dan selainnya, Al ‘Allamah Rabi’ berkata : “Dan ia hadits yang hasan dan bisa dijadikan hujjah”.
▪️Asy Syaikh Al Allamah Robi’ Bin Hadi Al Madkhaly حفظه اللّٰه berkata :
▪️Para malaikat tidaklah meletakkan sayapnya untuk para raja dan tidak pula untuk para pedagang dan tidak pula untuk para pencari dunia dan selain mereka dan tidak pula untuk para ahli ibadah dan orang-orang shalih hingga para mujahidin tidaklah para malaikat meletakkan sayap-sayapnya untuk mereka, akan tetapi para malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu, ini merupakan bentuk pemuliaan dari Allah Tabaraka Wa Ta’ala bagi para penuntut ilmu dan penyemangat bagi mereka dan kita tidaklah menganggap hal itu mustahil dikarenakan para malaikat diperintahkan oleh Allah untuk memperhatikan kaum mukminin.

Allah berfirman :
“الذين يحملون العرش ومن حوله يسبحون بحمد ربهم ويؤمنون به ويستغفرون للذين آمنوا..”الآية.
“Para malaikat yang memikul Arsy dan para malaikat di sekitarnya mereka bertasbih dengan memuji Rabb mereka dan mereka mengimaniNya dan mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman”. Ghafir : 7.
📚Sumber : Marhaban Ya Thalibal ‘ilmi hal. 116-117.

قال الشيخ الإمام ربيع بن هادي المدخلي – حفظه اللّه تعالى -:
والملائكة تضع أجنحتها رضًا لطالب العلم ، الملائكة ما تضع أجنحتها لا للملوك ولا للتجار ، ولا لطلاب الدنيا ، ولا لغيرهم ، ولا حتى للعُبَّاد ، ولا للصالحين ، حتى للمجاهدين ما تضع أجنحتها ، بل تضع أجنحتها لطالب العلم ، هذا تكريم من اللّه – تبارك وتعالى – لطلاب العلم ، وتشجيع لهم ، ولا نستبعد ذلك ، فإن للملائكة بأمر اللّه عناية للمؤمنين.
مرحبا يا طالب العلم ص ١١٧📒
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

telegram.me/dinulqoyyim

MENUNTUT ILMU KEPADA ULAMA AHLUS SUNNAH MELALUI SARANA JARINGAN INTERNET


💐🌹🌻🌷KABAR GEMBIRA BAGI PARA PENUNTUT ILMU

🗒Pertanyaan :
Apakah orang-orang yang mengikuti durus (pelajaran-pelajaran) para ulama salafiyyin akan memperoleh barakah halaqah ilmu dalam keadaan mereka mengikuti durus tersebut melalui jaringan internet atau komputer atau radio ?

🗞Asy Syaikh Al Allamah Zaid Al Madkhaly رحمه الله menjawab :

▪️Mereka yang engkau sebutkan memiliki amalan yang begitu besar :

▪️Yang pertama : mereka teranggap para penuntut ilmu, dan seorang penuntut ilmu merupakan manusia yang paling utama kedudukannya dan orang yang paling utama di zamannya apabila ia berniat dalam upayanya dalam menuntut ilmu untuk menghilangkan kejahilan dari dirinya dan ingin mengamalkan ilmunya dan menyebarkannya.

▪️Yang kedua : bahwasanya menuntut ilmu baik ia duduk sendirian maupun berkelompok akan turun kepadanya ketenangan dan akan diliputi oleh rahmat dan akan dikelilingi oleh para malaikat Allah.

▪️Maka mereka yang mengikuti halaqah-halaqah ilmu dari kitab dan sunnah dan dengan melalui sarana-sarana lain untuk mendapatkan ilmu akan mendapatkan pahala yang besar dan tidak akan berkurang pahala mereka dari pahala orang-orang yang hadir di sisi para masyayikh insyaAllah.

📚Al Irsyad Ila Taudhih  Lum’atil I’tiqad hal. 184-185.

🌎Sumber : https://mobile.twitter.com/AbuZeiad470/status/779547771443568640/photo/1

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
telegram.me/dinulqoyyim

ابو زياد خالد باقيس
متابعة https://twitter.com/hashtag/دروس?src=hash العلماء عبر الإذاعات بالانترنت لفضيلة الشيخ العلامة https://twitter.com/hashtag/زيد_المدخلي?src=hash رحمه الله

 

NASIHAT UNTUK KITA PARA PENUNTUT ILMU


💠🔹Menuntut ilmu merupakan ibadah yang sangat mulia, sebagaimana disebutkan dalam al quran, hadits dan ucapan para ulama.

 

🚧🔸Namun terkadang seorang yang menuntut ilmu agama, terjangkiti sekian banyak penyakit hati dan perkara-perkara yang bisa merusak amalan yang mulia ini.

 

💥🌊Dan keadaan kebanyakan para penuntut ilmu pun sudah berbeda niatannya : menuntut ilmu bukan dalam rangka mencari ridha Allah ta’ala dan menghilangkan kebodohan dalam dirinya dan juga orang lain, tapi untuk mencari perkara dunia.

 

🔰Berikut penuturan Ibnu Qutaibah rahimahullah ⬇⬇⬇

 

🔸Berkata Ibnu Qutaibah rahimahullah :

 

( كان طالب العلم فيما مضى يَسمع ليعلم ، ويَعلم ليعمل ، ويتفقه في دين الله لينتفع وينفع.

وقد صار الآن يسمع ليَجمع ، ويَجمع ليُذكر ، ويحفظ ليغلِبَ ويفخر )

 

المدخل المفصّل (١٣/١)

 

“Dahulu orang yang mencari ilmu dari orang yang telah lewat (dari kalangan salaf),

 

🔰mereka mendengarkan ilmu untuk mengetahui;

 

🔰dan mengetahui untuk diamalkan;

 

🔰serta bertafaqquh fiddin (mendalami ilmu agama) untuk mengambil manfaatnya kemudian memberi bermanfaat (untuk orang lain).

 

⏰👎Adapun sekarang telah berubah,

mereka para penuntut ilmu mendengarkan ilmu

 

💥untuk sekedar mengumpulkan faidah;

 

💥dan mengumpulkan untuk disebut-sebut;

 

💥serta menghafal ilmu untuk memenangkan (perdebatan) dan berbangga-bangga.”

 

📕al Madkhal al Mufashshal (1/13)

 

■◎■◎■◎■

🌠Forum Salafy Purbalingga

(HADITS) Tuntutlah Ilmu Walaupun Sampai ke Negeri Cina


Penulis: al Ustadz Hammad Abu Muawiah

أُطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ باِلصِّيْنِ

“Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Adi dalam Al-Kamil (4/118), Al-Uqaily dalam Adh-Dhu’afa` (2/230), Al-Khathib dalam Tarikhul Baghdad (9/364), Al-Baihaqi dalam Al-Madkhal (1/241) dan Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi (1/7-8), semuanya dari jalan Abu ‘Atikah Thorif bin Sulaiman dari Anas bin Malik dari Nabi -shallallahu alaihi wasallam-.

Sebab lemahnya hadits ini adalah Abu Atikah. Al-Uqaily berkata “Dia adalah orang yang ditinggalkan haditsnya (arab: matrukul hadits)”. Imam Al-Bukhari berkata, “Mungkar haditsnya (arab: munkarul hadits)”. Imam An-Nasa`i berkata, “Tidak tsiqoh (arab: laisa bi tsiqoh)”. Abu Hatim berkata, “Orang yang hilang haditsnya (arab: dzahibul hadits).”

Karenanya, Imam Ahmad mengingkari hadits ini, sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Marwazi. Dan Asy-Syaikh Al-Albani menghukumi hadits ini sebagai hadits yang batil, sebagaimana dalam Adh-Dho’ifah no. 416.

Dinukil dari: http://al-atsariyyah.com/menuntut-ilmu-sampai-ke-cina.html